Baroness Uddin, Kiprah Peran Publik Muslimah

by

UDDINMadam Baroness Mundzilla Uddin, seorang muslimah keturunan Bangladesh yang menetap di Inggris  di nobatkan  menjadi 10 tokoh Muslim terkemuka di Inggris dan menjadi Member of House of Lord, Inggris. Beliau telah menjadi aktifis perempuan sejak berusia 16 tahun. Pada pertengahan April 2011,  Madam Baroness Uddin berkunjung ke Indonesia dan Salimah berkesempatan berdialog dengan beliau yang sangat faham dan menguasai permasalahan pemberdayaan perempuan.

Dalam dialog tersebut,  Uddin menceritakan tentang pengalamannya selama 34 tahun berjuang dalam kancah politik di Inggris. Perempuan muslim pertama yang menjadi anggota parlemen di Inggris ini konsisten memperjuangkan tiga hal, yaitu kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Sebagai seorang keturunan Bangladesh yang hidup di Inggris sebagai minoritas, ibu lima anak ini terpanggil untuk membuat perubahan, terutama perubahan keadilan untuk minoritas. Melalui yayasan atau lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama beberapa aktivis lainnya, perempuan yang telah bergelut di dunia politik sejak era tahun 70 an ini, melakukan pemberdayaan kepada perempuan-perempuan muslim di Inggris.

Di awal kiprahnya, Uddin bercerita bahwa ia melakukan pelatihan tentang manajemen waktu pada perempuan-perempuan muslim. Menurut politikus dari partai buruh ini, manajemen waktu adalah hal yang penting ketika seorang perempuan muslim ingin berkiprah di ranah publik.

Perempuan muslim di Inggris harus padai mengatur waktunya dengan baik agar kewajiban rumah tangga tetap bisa dijalankan dengan baik, sementara kiprah di publik pun juga tertangani. Apalagi kultur di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia. Mayoritas keluarga muslim di Inggris tidak memiliki asisten rumah tangga sebagaimana di Indonesia. Kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan suami pun perlu dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Uddin dengan suaminya ketika ia berkiprah di publik.

Setiap negara mempunyai problem perempuan yang berbeda-beda, demikian pula dengan Indonesia dengan problematika perempuannya yang khas. Beliau memberi ancungan jempol kepada aktifis perempuan Indonesia yang telah bergerak membela kaum perempuan Indonesia. Nasehat Madam Uddin untuk perempuan Indonesia ,” Ketika ibu yang relatif lebih dekat dengan anak-anaknya bisa memberikan pencerahan dalam pengasuhan generasi maka tunggulah generasi-generasi mendatang yang siap memikul tanggung jawab peradaban akan muncul sebagai pemimpin-pemimpin masa depan yang handal. Ketika peran publik bisa  diperankan oleh perempuan-perempuan berdedikasi tinggi dalam sebuah negara maka tidak lama lagi tunggulah kabar baik dari negara tersebut.”

Majulah perempuan Indonesia.

Di tulis oleh :
Fianti Widuri, ST

Departemen Jaringan Lembaga dan Hubungan Luar Negeri


Leave a Reply