Fikih Muslimah 2 : Menjaga Kebersihan Rumah

by

Karena itu, Nabi SAW mengaitkan hubungun kuat antara iman dan kebersihan. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari menguatkan hal itu.

Bahwasanya Rasulullah bersabda, “Kebersihan sebagian dari iman.” (HR Muslim).

Dalam kitab Al-Jami’ fi Fiqh An-Nisa’ karangan Syekh Kamil Muhammad Uwaidah, dijelaskan ada beberapa hal terkait kebersihan dan kerapian yang lazim diperhatikan oleh Muslimah, terutama saat berada rumah.

Baik yang berkaitan dengan badan berikut aksesoris meliputi baju atau jilbab—contohnya— yang melekat maupun segala perabot dan peralatan.

Terkait kebersihan anggota badan dan pakaian, hendaknya Muslimah memerhatikan kesuciannya. Bila ada bagian yang terkena najis maka harus dicuci dengan air hingga bersih. Selama telah disucikan dengan maksimal meksipun masih ada bekas yang sulit dibersihkan seperti darah, maka diberikan keringanan.

Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar RA, ia menceritakan ada seorang wanita mendatangi Rasulullah seraya bertanya, “Salah seorang di antara kami pakaiannya terkena darah haid, apa yang harus ia perbuat?”

Beliau menjawab, “Garuk, kemudian gosoklah dengan air dan selanjunya bersihkan (bilas) kembali dengan air. Setelah itu, boleh ia pergunakan untuk mendirikan shalat.”

Soal perkakas, istri Muslimah berkewajiban membersihkan cermin, pisau, piring, dan barang-barang lainnya. Hal ini bisa ditempuh dengan cara menghilangkan bekas najis, bila ada najis di barang tersebut.

Konon, para sahabat Rasulullah juga kerap mengerjakan shalat dengan membawa pedang mereka yang masih terlumuri darah dan mereka menganggap hanya dengan usapan cukup untuk menyucikannya

Humas Salimah Humas Salimah

Gravatar Image
Humas Salimah, menyampaikan berita aktivitas muslimah dari seluruh Indonesia serta informasi edukasi perempuan, karena Salimah peduli meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia.

Leave a Reply