Ibu Berperan Cegah Penularan HIV/AIDS

Makin bertambahnya penderita HIV/AIDS di masyarakat telah menjadi permasalahan kita bersama. Virus HIV/AIDS semakin menyasar ke kalangan muda. Dari total kasus penyakit ini di Indonesia, data Januari hingga Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus AIDS dengan 45 persen di antaranya diidap kaum muda. Mengantisipasi bertambahnya penularan , tema Hari HIV/AIDS Sedunia Desember 2013 adalah “Getting to Zero ” bermakna tidak ada lagi orang baru yang positif HIV/AIDS. Untuk meraih target getting to zero adalah pekerjaan berat yang perlu didukung oleh semua pihak baik pemerintah, lembaga maupun masyarakat.

Mengantisipasi bertambahnya penderita HIV/AIDS, ormas Persaudaraan Muslimah bekerja sama dengan KOMUNITAS ORANG TUA BIJAKSANA (KOB) Salimah dan Sahabat Rekan Sebaya (SRS) disponsori oleh She Can Tupperware, menyelenggarakan sosialisasi berupa talkshow “Getting To Zero , Lindungi Perempuan dan Anak dari AIDS HIV “, Kamis, 28 Nop 2013 di Aula Kalibata Jakarta. Di luar dugaan acara ini diminati banyak perempuan, hampir 500 perempuan hadir memenuhi lokasi acara.

Nara sumber pertama dr.Aisyah memaparkan generasi muda Indonesia yang terlibat narkoba sebanyak 27 persen dan pergaulan seks bebas sebesar 20,9 persen dari jumlah populasi pemuda Indonesia mencapai 74 juta jiwa. Fakta di atas, Aishah melanjutkan, merupakan ancaman nyata bagi kualitas masa depan bangsa. Maka, ia mendorong langkah preventif narkoba dengan mengedukasi para ibu agar menghindarkan anggota keluarganya dari obat-obatan terlarang. “Indonesia dalam posisi rawan karena dikelilingi negara-negara yang mempunyai pengidap HIV tinggi dan juga terindikasi perubahan gaya hidup masyarakatnya yang hedonis serta bergaya Barat.”

Pencetus Unit Narkoba di Rumah Sakit Harum, Kalimalang, Jakarta Timur ini pun berupaya keras agar edukasi terhadap keluarga dimaksimalkan. Lantaran jumlah pecandu nar kotika kian tinggi, sedangkan rumah sakit yang bisa merawat mereka minim. Banyak keluarga membawa anggota keluarganya yang merupakan korban narkotika ke rumah sakit. Tapi, Aishah meyakinkan sebenarnya pecandu tak hanya butuh dibersihkan dari narkotika yang menggerogoti tubuh dan jiwanya. Ada hal lain yang diperlukan supaya korban tak ingin kembali mengonsumsi narkotika. Dari pengamatannya selama berinteraksi dengan pasien ketergantungan obat dan narkotika, Aishah menyimpulkan, ada efek samping lebih lanjut dari mengonsumsi obat perusak sistem saraf itu yang kemudian memunculkan penyakit ginjal, paru-paru, sampai HIV/AIDS.

“Seorang ibu mempunyai peran yang sangat strategis guna mencegah anak-anak terbujuk menggunakan narkoba, jangan sampai ada korban baru, tetapi bukan dengan cara membagikan kondom untuk anak-anaknya yang berdampak rusaknya moral anak bangsa,” ujar nara sumber kedua ibu Nurul Hidayati, ketua Umum PP Salimah. “Belajarlah menjadi ibu yang mampu menetramkan hati sehingga anak-anak merasa nyaman dan bahagia ketika berada di rumah. Bersikap lemah lembut adalah keniscayaan yang harus dilakukan oleh seorang ibu, karena jika ibi berkata kasar dan keras pada anaknya, cepat atau lambat mereka akan lari dari rumah. Seorang ibu juga harus belajar mengekspresikan kasih sayang pada anak-anaknya dengan ucapan dan sentuhan kasih sayang sehingga rasa kasih sayang orang tua terasa nyata oleh anak-anaknya,” lanjut ibu Nurul.

Kerjasama PP Salimah dengan dr.Aisyah Dahlan beserta Sahabat Rekan Sebaya untuk menyosialisasikan kepada kaum perempuan cara preventif mencegah penyalahgunaan narkoba untuk memutus rantai HIV/AIDS kerap dilakukan dibeberapa wilayah Indonesia.

(Iin Muchtadi)

 

Share Button

Related Posts

Related Post

Leave a Reply