Pelatihan Kreasi Makanan Khas Tangsel

by

Melongok Pelatihan yang digelar Ormas Salimah di Puspiptek
Ibu-ibu Dilatih Kreasikan Cermilan Khas Tangsel

Apa sih  cemilan khas Kota Tangerang Selatan (Tangsel)? Mungkin Anda warga Tangsel Juga bertanya-tanya. Hingga saat ini, memang belum ada cemilan khas kota yang sudah berusia empat tahun ini. Nah, organisasi masyarakat (ormas) Persaudaraan Muslimah (Salimah) bekerjasama dengan Pos Ekonomi Keluarga, menggelar pelatlhan untuk menciptakan sebuah makanan khas kota ini. Seperti apa, berikut laporannya.

Sabtu (5/1) mungkin menjadi hari yang spesial bagi 70 jamaah majelis taklim di Kota Tangsel. Betapa tidak, mereka mendapat berbagai wejangan dan ahli tata boga, Tuti Ihwan, untuk mengkreasikan berbagai macam cemilan. Berlokasi di Masjid Bahrul Ulum, Puspiptek, Setu, kegiatan yang diselenggarakan Bidang pengembangan ekonomi ormas Salimah bekerjasama dengan Pos Ekonomi Keluarga ini memang khusus digelar untuk mencari dan meñgkreasi cemilan khas yang bakal menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke kota dengan tujuh kecamatan. Sekaligus, melatih para jamaah majelis taklim agar memiliki keterampilan membuat makanan khas Kota Tangsel.

“Dalam pelatihan ini para peserta akan kami ajak untuk mampu mengkreasikan bahan makanan yang akan menjadi rancangan cemilan khas Tangsel,” ujar ahli tata boga Tuti Ihwan.

Tuti yang menjadi instruktur dalam pelatihan tersebut mengatakan bahwa walaupun jenis makanan sama dengan makanan daerah lain, hanya saja fokus kreasi camilan harus berbeda dengan oleh-oleh khas daerah lain. Contohnya, kata Tuti, produk dodol dibuat oleh beberapa daerah di Indonesia yang memiliki rasa dan packaging yang hampir sama. Namun, sebaiknya dodol khas Tangsel memiliki rasa berakar tradisi Tangsel dan pengemasan yang unik. “Walaupun jenisnya sama kita harus menggali citra rasa khas Tangsel yang menjadi pembeda dengan daerah lainn ya,” jelasnya.

Tuti mengatakan bahwa ide membuat dan mengembangkan cemilan mi bermula dan adanya permasalahan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Jakarta. Mereka kesulitan untuk mendapatkan cemilan yang menguatkan kesan kunjungan mereka ke ibukota negara.
“Tangsel sebagai kota terdekat yang berbatasan dengan ibukota selayaknya bisa menja di  penopang, khususnya dalam bidang wisata dengan menghadirkan oleh-oleh khasnya yang bisa dijangkau harganya oleh semua kalangan. Ini merupakan peluang bagi yang bisa kita ambil,” ujarnya

Diana Anis Hartati, tokoh penggerak di Pos Ekonomi Keluarga mengharapkan dari kegiatan ini bisa menciptakan oleh-oleh khas Tangsel yang bernilai ekonomis dalam jangka panjang. “Selain mampu rnengangkat nama Tangsel dalam hal kuliner, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang untuk memberdayakan potensi perempuan di bidang ekonomi sehingga bisa mendukung perekonomian keluarganya,” jelasnya.

Diketahui, ormas Salimah memang konsen terhadap penggalian potensi wanita. Ormas ini muncul, berangkat dan keprihatinan yang mendalam terhadap berbagai permasalahan yang menimpa bangsa ini pada berbagai sektor kehidupan, terutama penindasan terhadap kaum perempuan. Kehadiran Salimah berupaya membawa harapan untuk dapat menjadi salah sat u komponen bangsa yang berkontribusi dalam mencari jalan keluar bagi berbagai problematika tersebut dengan program-program yang mendorong pemberdayaan perernpuan, pengokohkan institusi keluarga serta perlindungan memadai bagi anak.

Sebagai sebuah ormas yang terus beramal menapaki fase-fase pertumbuhannya, Salim ah terus berkiprah melakukan berbagai upaya positif. Mengokohkan dan meluaskan struktur di berbagai pelosok bumi pertiwi, meningkatkan kualitas pengurus dan angg otanya, meningkatkan profesionalitas kerja, menjalin kerjasama dengan berbagai pthak yang memiliki kepedulian sama serta menghadirkan berbagai program kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat. Termasuk pelatihan yang dilakukan kepada jamaah majelis taklim di Kota Tangsel.(***)

Sumber : TANGSEL POS

Leave a Reply