Belajar Spiritualitas RasuluLlah SAW

by

img_0507

Dalam AlQuran surat Asshaf (61):8-9 Allah mengkonfirmasikan kepada kita, bahwa musuh-musuh Islam ingin menghapuskan islam di muka bumi. Sehingga dengan segala upaya mereka melakukan apa yang mereka inginkan tersebut.
Allah mengutus Rasul, bil huda, petunjuk dengan ajaran yang benar, agar Allah memenangkan agama ini.
Allah pernah mengazab suatu kaum, dimana di dalamnya masih ada orang yang sujud kepada Allah SWT. Bahkan azab dimulai dari orang yang sujud tersebut, karena Allah tidak menyukai orang ahli ibadah, tapi dia egois. Dia sholeh tapi tidak berdaya guna. Tidak memberikan manfaat untuk sekitarnya.

alQuran adalah petunjuk, 2:2 AlQuran merupakan petunjuk hanya untuk orang bertaqwa.

Taqwa : menurut bahasa Indonesia, mengerjakan perintahNya meninggalkan laranganNya. Ini sama dengan taat. Tapi kenapa Allah mengazab orang yang sujud tersebut? Karena ketaatannya tidak mengantarkan orang kepada taqwa.

66:6 diterjemahkan jagalah…. Ini menunjukkan bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang peduli kepada keluarga & orang lain.

Karena itu, Al Quran menjadi petunjuk untuk orang-orang yang peduli, orang-orang yang juga mengajak orang lain agar juga menyembah Allah.
Contoh ketaqwaan seperti Nabi Nuh, walau memiliki istri yang tidak mengikuti ajarannya tapi istrinya tersebut tidak ditinggalkan atau dicerai. ketaqwaan & kepedulian ini membuat beliau terus berdakwah selama 950 tahun dan berharap agar keluarganya juga mau masuk dalam barisan kaumnya yang menyembah Allah.

Orang yang bertaqwa, hanya peduli dengan proses, bukan hasil. Hasil diserahkan kepada Allah. Yang penting kita tetap menjadi orang yang bertaqwa hingga akhir kehidupan kita. Haqqo tuqotih …..

Kita menjaga agama Allah, adalah termasuk ketika kita menjaga lingkungan sekitar kita, menjaga teman-teman anak-anak kita dengan Amar ma’ruh & Nahi Munkar

Rasulullah diutus Allah, 23 tahun (13 tahun di Makkah) berhasil menegakkan agama Allah di Madinah. Dakwah RasuluLlah saw menghasilkan pribadi-pribadi yang tidak egois, pribadi yang peduli. Awal Rasul hijrah, dijadikan awal tahun hijriyah. Sejak 1H, sudah berapa lama islam sudah tidak lagi memiliki kekuatan? Awal runtuhnya khilafah usmani, perang dunia I, perang Salib 1914-1916, sekitar 13 abad setelah hijrahnya Rasul. Sejak inilah islam mulai melemah dan kesatuan umat semakin hilang.

Bagaimana dulu Rasul & para sahabat dipersiapkan oleh Allah? Akankah kita termasuk bagian dari penolong agama Allah?

Proses Pembentukan Pribadi Penolong Agama Allah SWT

– Menjaga Fitrah kebaikan dalam diri sendiri

Al Alaq 1-5. Ketika Rasul menerima wahyu pertama, apakah rasulullah sudah siap menjadi nabi? Menjadi utusannya? Belum. Siapakah yang memberikan ketenangan? Khadijah istrinya. Mengungkapkan kebaikan-kebaikan Rasul, sehingga yang datang kepada Muhamad, pasti orang baik karena Rasul adalah orang baik. Dan pasti akan memiliki dampak kebaikan. Inilah pentingnya Quwwatul Fitrah. Menjaga kesucian diri. Fitrah akan menjaga kita untuk tetap menjadi orang baik sebagaimana saat kita hadir di dunia ini.

– Persaksian orang beriman akan kebaikan kita.

Kisah diturunkannya QS al Mudatstsir. Saat ayat ini di turunkan Rasul masih gentar, bahkan memiliki kekhawatiran yang tinggi. Karenanya Khadijah berkunjung ke pamannya, Warokah seorang ahli kitab. Yang mengetahui berita akan datangnya nabi terakhir. Bahwa yang datang kepada Muhammad adalah Namus, Jibril. Dan Warokoh memberikan persaksian bahwa Muhammad orang baik yang memang layak didatangi oleh malaikat Jibril.
Ini menunjukkan persiapan berikutnya adalah Pengakuan orang lain bahwa kita adalah orang baik. Allah SWT yang memerintahkan agar kebaikan harus disaksikan oleh orang mukmin. Qs 9:105. Persaksian orang mukmin adalah sebuah persaksian yang diakui oleh Allah. Orang mukmin tidak akan bersumpah palsu.

– Tolak ukur Kebaikan yang kita perjuangkan harus dengan bukti dan fakta bukan karena praduga.

Setelah usaha Khadijah berhasil mengantarkan Rasul pada keyakinan akan kebenaran yang akan dia bawa. Rasul siap melaksanakan tugas kenabiannya.

– Menularkan kebaikan kepada orang lain dimulai dari keluarga. Inilah turun QS asysyuaro (26):214.
Walau rintangan dan hambatan dilakukan oleh keluarga terdekat seperti pamannya bernama abu Lahab namun tidak mematahkan semangat dan tugas kenabiannya.

– Sholat sebagai energi kekuatan ruhiyah dan ketenangan.
Diawal dakwah sudah diwajibkan sholat dgn turunnya Al Mukmin : 55, yang memerintahkan Rasul untuk sholat dua waktu, (petang dan pagi).

– Energi Ibadah malam adalah kunci kesuksesan dakwah di siang hari

Surat Al Muzammil diturunkan di Mekah kecuali di ayat 10 & 20 saja di madinah. Surat ini yang mengemukakan bahwa energi yang sangat besar akan kita peroleh dengan sholat tahajud (ayat 6), karena itulah menjadi wajib hukumnya sholat malam dan tilawah Alquran mulai saat itu sampai dihapus hukum wajib dan menjadi sunah saat di turunkan ayat 20 nya di Madinah. Walau sdh menjadi sunah namun bukan berarti ditinggalkan oleh para sahabat Krn sdh menjadi karakter dan kebiasaan. Ibadah di malam hari akan terasa lebih nikmat (watho’). Ibadah yang kita lakukan akan memberikan efek positif sampai dengan keesokan harinya dalam segala aktifitas siang hari kita. Di siang hari saat bertemu dengan siapapun adalah menebar kebaikan, seperti yg tercantum Dlm Qs 4: 36 (siapa saja yang perlu kita berbuat baik).

Inilah yang harus kita pelajari dari spiritualitas Rasulullah saw, bagaimana kita beribadah kepada Allah dan memberikan kebaikan kita kepada sekitar kita, peduli dengan kebutuhan mukmin yang lain. Bertaqwa kepada Allah, dengan menunjukkan kepedulian kita akan hadirnya kebaikan di sekitar kita. Khoirunnas yan fa’u linnas

Disampaikan oleh Ustadzah Nur Hamidah, Lc, MA pada pengajian bulanan MT Baitul Hikmah 8/10/16
(dept dakwah PP Salimah)