MENJAGA KESEHATAN ORGAN INTIM PEREMPUAN

by

 

organ-intimHamil dan melahirkan adalah salah satu fungsi fitrah yang diemban oleh seorang perempuan. Fungsi tersebut melibatkan organ yang unik dan sangat  kompleks, yaitu organ reproduksi. Organ reproduksi diawali dengan vagina di permukaan, rahim (uterus), saluran falopi dan terakhir indung telur (ovarium).

rahimMeskipun tampak sederhana, organ reproduksi perempuan mengalami kejadian-kejadian rumit setiap bulannya, terkait fungsi fisiologisnya. Terjadi kesibukan pematangan sel-sel telur di ovarium, sebuah peristiwa yang sangat rapi, di mana hanya ada 1 telur yang matang setiap bulannya. Terjadi kesibukan pembentukan dinding endometrium, sebuah lapisan dalam dinding rahim yang berfungsi sebagai ‘kasur’ dan ‘sumber makanan’ ketika terjadi pembuahan pada sel telur yang telah matang.

Kesibukan yang tiada henti di organ reproduksi ini diatur berkat kerjasama yang harmonis antara beberapa hormon, utamanya  estrogen dan  progesterone.

Selain fungsi reproduksi, organ reproduksi sering disebut sebagai ‘organ intim’, sebuah terminologi yang merujuk pada fungsinya dalam mengintimkan sepasang suami istri. Seluruh fungsi tersebut akan berjalan dengan baik bila organ intim ini terjaga kesehatannya. Penjagaan kesehatan organ intim sudah harus dimulai sejak seorang bayi perempuan terlahir di dunia. Hal ini mengingat bahwa seorang perempuan sudah memiliki organ reproduksi yang sempurna, lengkap dengan sel-sel telurnya sejak awal kehidupannya. Berbeda dengan laki-laki yang sel-sel spermanya terbentuk setelah memasuki usia akil baligh. Kondisi tersebut menyebabkan sebuah penyakit dapat mempengaruhi kesuburan seorang perempuan dan sulit untuk diperbaiki, apabila penyakit tersebut menyerang tabungan sel sel telur dalam ovarium.

Selayaknya setiap perempuan memberikan perhatian khusus untuk organ intimnya untuk organ intim yang sehat sampai tua. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan organ intim:

  1. Menjaga kebersihan dengan selalu istinja’ setelah BAK dan BAB. Jangan lupa mengeringkan bagian luar organ intim. Kondisi celana dalam yang lembab akan memudahkan tumbuhnya jamur dan bakteri. Kebanyakan infeksi organ intim bagian dalam, diawali dari kurang terjaganya kebersihan organ intim bagian luar. Jamur, virus, bakteri yang berkembang biak di luar dan tidak diobati dengan baik, dapat bergerak naik, hingga mencapai ovarium.

Penjagaan kebersihan organ intim harus dilakukan ekstra pada masa haidh, karena darah adalah medium yang sangat disukai bakteri. Ganti pembalut secara teratur sehari 4-5 kali, tergantung banyaknya darah haidh. Jangan biarkan darah haid, meskipun tinggal sedikit, diam menempel pada organ intim seharian penuh, untuk mencegah infeksi.

Secara khusus, rasuluLLah mengajarkan upaya yang perlu dilakukan setelah selesai haidh, yaitu dibersihkan dengan wangi-wangian.

Hadits Nabi SAW dari Aisyah RA, bahwa seorang wanita Anshor bertanya kepada Nabi SAW: “Bagaimana aku mandi dari haid? Beliau menjawab: “Ambillah sepotong kapas yang dilumuri dengan minyak wangi lalu bersihkan dengan itu. Ia bertanya lagi, “Bagaimana aku membersihkan dengannya? Beliau menjawab, “Subhanallah, bersihkanlah.”  Aisyah RA mengatakan, “Maka aku menariknya kepadaku lalu aku katakan, “Bersihkanlah bekas darah dengannya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Upaya menjaga kebersihan juga perlu dilakukan usai melakukan hubungan intim,

hadits Nabi saw:

Aisyah menuturkan :”Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau hendak makan atau tidur sedangkan ia junub, maka beliau mencuci kemaluannya & berwudhu sebagaimana wudhu utk shalat” (Muttafaq’alaih).

Hadist ini tegas bercerita betapa rasul dan ummahatul mukminin sangat menjaga kebersihan organ intim, dengan selalu mencucinya segera setelah melakukan hubungan intim.

  1. Berhubungan intim secara sehat. Islam membesaskan gaya hubungan intim suami istri, mengingat hal tersebut adalah salah satu bentuk rekreasi dan ungkapan kasih sayang yang bersifat personal. Dua hal yang digariskna dengan tegas adalah, melakukannya hanya pada tempat yang semestinya (tidak di dubur) dan di luar waktu haid.
  1. Olahraga, khususnya senam senam yang menguatkan otot-otot dasar panggul. Selain menjaga elastisitas organ intim, olahraga juga menjaga sirkulasi ke sekitar organ intim terjaga lancar, sehingga nutrisi untuk organ intim juga terpenuhi optimal. Kondisi ini akan menjaga organ intim awet muda dan kesuburan terjaga.
  1. Pilih makanan sehat. Makanan sehat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apabila baik makanan kita maka sehat dan prima lah seluruh organ di dalam tubuh kita. Apabila sembarangan asupan nutrisi kita, maka pelan tapi pasti organ organ akan mengalami penuaan dini dan mati muda.
  1. Lakukan cek up secara berkala. Cek up paling umum yang dilakukan untuk kesehatan organ intim adalah pap smear. Pap smear adalah upaya mengambil apusan dari mulut rahim untuk diperiksa sel-sel nya di bawah mikroskop. Pap smear akan menunjukkan kemungkinan infeksi, lecet, sampai kanker dalam segala stadiumnya. Pada umumnya hasil pap smear dipakai untuk deteksi dini kanker mulut rahim, semakin dini ditemukan, maka terapi yang dilakukan memberikan harapan sembuh yang lebih besar.

 

Demikian beberapa tips terkait kesehatan organ reproduksi, KPSPL sebagai komunitas perempuan sehat peduli lingkungan  akan  menjembatani upaya-upaya untuk melaksanakan hal tersebut dengan:

  • Sosialisasi kesehatan reproduksi dalam bentuk seminar, talk show, siaran dan tulisan di media cetak.
  • Pap smear massal bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia, dilanjutkan dengan tindak lanjut apabila ditemukan kelainan.
  • Olahraga, khususnya senam untuk otot dasar panggul.
  • Penyajian konsumsi sehat pada setiap pertemuan dan event yang digelar oleh KPSPL.

 

dr.YuliaYulia Andani Murti,
Dept Pendidikan PP Salimah

 

Humas Salimah Humas Salimah

Gravatar Image
Humas Salimah, menyampaikan berita aktivitas muslimah dari seluruh Indonesia serta informasi edukasi perempuan, karena Salimah peduli meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia.