Metode Mengenalkan Alquran yang Ramah Anak

by

Sahabat Abi Ummi, selama bulan Ramadan tentu kita sering menonton acara Hafiz Quran yang ditayangkan setiap hari pukul 12:00, di Trans 7. Acara ini sangat baik untuk pendidikan anak. Kita bisa mengajak anak-anak menonton bersama agar mereka memiliki role model yang baik dan semakin termotivasi untuk mempelajari Alquran.

Annisa, salah satu peserta acara Hafiz Quran memukau para juri. Gadis cilik itu telah belajar membaca Alquran sejak usia 2 tahunan dan khatam pertama kali di usia 3 tahun 8 bulan. Kini Annisa telah hapal 5 juz Alquran. Dewan juri mengajukan pertanyaan kepada ibunya bagaimana metode pendidikan anak yang dipakai sehingga Annisa mampu membaca Alquran sejak usia dini.

Ternyata metode pendidikan anak yang diterapkan pada Annisa mengajaknya bermain sambil belajar. Awalnya mengenalkan huruf hijaiyah sambil bernyayi. Setelah hafal, ibunya menunjukkan gambar huruf dan mulai mengajaknya membaca.

Sahabat Abi Ummi, tentu kita ingin memiliki anak yang saleh dan salihah dengan mencintai Alquran. Sebagaimana perintah Rasulullah saw. untuk menerapkan metode pendidikan anak yang sesuai dengan tuntunan Islam.

“Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara, yaitu mencintai Nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran, sebab orang-orang yang memelihara Alquran itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya beserta para Nabinya dan orang-orang suci,” (H.R. Ath-Thabrani).

khatam

1. Metode Urtujah, Metode Mengenalkan Alquran yang Ramah Anak

Ada banyak metode pendidikan anak yang telah dirancang untuk memudahkan anak-anak belajar membaca Alquran, salah satunya metode Urtujah. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh Dr. Sarmini, Lc. MA, penulis buku Alhamdulillah, Balitaku Khatam Alquran.

Wanita yang berprofesi sebagai dosen di LIPIA tersebut menyusun buku yang ditulisnya berdasarkan pengalaman pribadi dalam mengajarkan anak-anaknya untuk berinteraksi dengan Alquran sesuai dengan tahapan perkembangannya, terutama dalam hal pengucapan dan kemampuan menghafal simbol-simbol huruf hijaiyah.

Dalam sebuah seminar Dr. Sarmini mengungkapkan keprihatinan atas pandangan sebagian masyarakat bahwa anak-anak sebiknya dibiarkan bermain, ia memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya usia manusia itu singkat, Dr. Sarmini lebih memilih untuk segera mengajarkan Alquran pada anak-anak sejak dini, tanpa mengurangi fitrah anak. Baginya fitrah anak-anak adalah kebenaran. Jika kebaikan dan kebenaran telah tertanam sejak dini, ingatan itu akan tetap melekat apa pun kondisinya.

Sahabat Abi Ummi pasti bertanya-tanya, sebenarnya sejak kapan anak bisa mulai diajarkan membaca Alquran? Dr. Sarmini berkata dalam sebuah wawancara yang dikutip dari salimah.or.id, “Saat anak telah mampu mengeluarkan dua suku kata misalnya ma-ma, pa-pa maka dia sudah bisa dikenalkan dengan Alquran, berarti sejak bayi sudah bisa.”

Menurutnya semua metode pendidikan anak dalam mengajarkan membaca Alquran tidak ada yang sempurna, ketelatenan orang tua dalam mengajarkan anak lebih besar pengaruhnya, apa pun metode yang dipakai.

2. Langkah-Langkah Metode Urtujah

Metode ini mengajarkan anak membaca Alquran secara bertahap. Mari kita simak langkah-langkahnya.

1. Perkenalkan anak dengan huruf hijaiyah yang lebih mudah terlebih dahulu, misalnya ma, ba, ka.
2. Huruf hijaiyah tidak harus diajarkan secara berurutan dari alif sampai ya, ajarkan yang mudah diucapkan terlebih dahulu.
3. Hindari huruf hijaiyah yang pengucapannya mirip di awal perkenalan, misalnya: ta dengan tsa, ja dengan dza.
4. Hindari huruf hijaiyah yang bentuknya mirip di awal perkenalan, karena anak akan menghafalkan simbol hurufnya, misalnya: sa dengan sya.
5. Mengakhirkan mengenalkan huruf yang sulit diucapkan, misalnya: kho, dho.

Sahabat Abi Ummi, mengajarkan Alquran merupakan bekal terbaik untuk anak-anak kita. Semoga kelak mereka menjadi orang-orang yang mencintai Allah Swt., Nabi, dan agamanya.

(Sumber: Abiummi.com)