Pakar Palestina Dr. Amal Khalifa Ajak Indonesia Peduli Al-Aqsha

by

Jakarta – Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) menerima kunjungan Pakar Palestina dari Mesir, Dr Amal Khalifa pada Lokakarya Nasional Salimah 2017 di Balairung Hotel Jakarta (22/09/2017). Dr Amal hadir didampingi Ketua Adara Relief International Nurjanah Hulwan. Dalam kesempatan tersebut beliau mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal keberadaan Masjid Al Aqsha di Palestina sebagaimana umat Islam mengenal Masjidil Haram di Makkah. Karena memberi perhatian kepada Mesjid Al Aqsha dan Majid Al Haram merupakan keharusan yang telah tercantum dalam Kitabullah (Al Quran).

“Sekarang kita berada di Indonesia, berbincang tentang Palestina, Al-Quds, dan Masjid Al-Aqsha. Kita tidak sedang membicarakan tempat yang jauh dan negara yang jauh. Kita adalah satu ummat,” ujarnya di depan peserta Lokakarya.
Beliau menginginkan seluruh manusia mengetahui bahwa masyarakat Indonesia tidak pernah melupakan Al Aqsha dan tidak pernah melupakan kitabullah (Al Quran). “Apalagi berbincang tentang Masjid Al Aqsha yang telah Allah sebut dalam Al Quran, tidak lepas dengan menyebutkannya bersama Masjidil Haram dan Nabawi, kiblat ummat Islam saat ini,” demikian Dr Amal.

Dr. Amal mengajak peserta Lokakarya yang berasal dari perwakilan 34 provinsi Indonesia mengunjungi Masjid Al Aqsha melalui tayangan foto-foto Masjid Al Aqsha.

Berikut fakta-fakta jejak Mesjid Al Aqsha dan jejak Nabi Muhammad saw :
1. Kiblat Pertama Shalat Umat Islam
Fakta bahwa Masjid Al-Aqsa memang pernah menjadi kiblat pertama bagi umat Islam untuk salat. Namun, oleh Nabi Muhammad yang mendapat petunjuk Allah, kiblat salat pindah menghadap Kakbah yang berdiri di Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi.

2. Bukan Hanya Satu Masjid Saja.
Namanya memang abadi sebagai Masjid Al-Aqsa. Namun, di situs seluas 14400 M2 itu sebenarnya ada beberapa masjid. Di bangunan sebelah selatan ada masjid yang dikenal sebagai Masjid Qibly—sebutan untuk situs yang paling dekat dengan kiblat. Namun, semua bangunan termasuk kubah di situs itu dianggap sebagai Masjid Al Aqsa atau terkadang disebuat sebagai “Haram Al-Sharif”. Beberapa masjid yang ada di situs suci itu di antaranya Masjid Buraq, Masjid Marwani dan beberapa masjid lainnya.

3. Tembok dan tiang-tang di Masjid Al Aqsha dihiasi dengan ornamen islami yang sangat indah.

4. Mesjid Al Aqsha dengan kubah emas bernama Qubatul Safra mempunyai diameter 40 m2 berada di atas bukit Muria yang letaknya paling tinggi sehingga bisa terlihat dari jarak jauh

5. Replika Mimbar Salahuddin al-Ayyubi dibangun oleh pengukir Japara Indonesia.
Pada tahun 1969, seorang zionis asal Australia, Dennis Michael Rochan, membakar Masjid Al-Aqsa. Seluruh dinding, termasuk mimbar yang dikenal sebagai mimbar Salahuddin al-Ayyubi, terbakar. Pembangunan replika mimbar dilakukan oleh 5 orang pengukir Jepara membutuhkan waktu 10 tahun untuk membangun kembali mimbar mirip seperti aslinya. Mimbar dibangun dari 16300 ukiran potongan kayu yang disatukan tanpa menggunakan paku .

6. Tembok Buroq tempat Nabi Muhammad saw menambatkan kendaraannya saat Isro Miraj, sejak Yahudi masuk Palestina tahun 1967 dijadikan Tembok Ratapan orang-orang Yahudi .

Pada kesempatan tersebut Salimah menyerahkan Sumbangan Donasi Dunia Islam sebesar Rp 150.000.000 kepada ADARA untuk bantuan perjuangan Perempuan Palestina.

Selanjutnya Dr. Amal Khalifa akan melanjutkan perjalanannya mengunjungi bebarapa daerah di Indonesia untuk terus memperkenalkan dan mensosialisasikan Mesjid Al Aqsha agar umat Islam Indonesia semakin dekat dengan kiblat pertamanya.