Tablik Akbar Salimah Kota Bekasi semarakkan hari ibu

by

Semarak Hari Ibu Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Bekasi gelar Tablik Akbar di Masjid Jami’ Al Azhar Jakapermai Bekasi, Rabu 20/12/17.

Acara yang dihadiri 800 jama’ah ini menghadirkan Ustadz  Ahzami Sami’un Jazuli merupakan ulama dan guru besar tafsir di UIN Jakarta sebagai muwajjih. Ustadz Ahzami biasa disebut memaparkan betapa pentingnya menjadi keluarga Qur’ani. “Keluarga Qur’ani adalah keluarga Allah,” Kata bapak yang memiliki 10 orang anak ini.

“Keluarga adalah aset negara yang paling mahal, karena kalau keluarga baik maka akan baik pula negara itu, dan baik nya keluarga berawal dari ibu yang berpedoman kepada Alqur’an,” ucap ulama yang aktif menulis dan mengisi kajian tafsir di berbagai stasiun TV Nasional.

Jama’ah semakin bersemangat tatkala Siti Faizah Al Hafidzah Ketua Umum PP ( Pimpinan Pusat) Salimah tampil mengenalkan Salimah kepada peserta yang hadir, “Salimah merupakan ormas ( Organisasi Massa) perempuan yang berada di 34 propinsi di Indonesia dan 2 perwakilan luar negeri. Salimah juga tergabung dalam KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang merupakan kongres gabungan Ormas wanita di Indonesia,” paparnya.

Bertepatan dengan Hari Ibu, Ustadzah Faizah yang biasa disapa demikan dikalangan ibu-ibu majlis taklim ini memaparkan “Jika di Indonesia hari Ibu diinisiasi dari kongres wanita indonesia pertama di Yogya 22 Desember 1928. Namun Alqur’an menyebut perjuangan ibu bahkan sudah dimulai sejak ibu Hawa sebagai pendamping Adam AS bahkan sebagai peletak batu pertama Ka’bah dan Baitul Maqdis.

Allah SWT telah menetapkan manusia terlahir dari rahim ibu. Tidak ada generasi Adam AS kecuali lahir dari suatu keluarga yakni ayah dan ibu. Untuk itu, Allah Ta’ala memilihkan dua keluarga sebagai contoh, yakni keluarga Ibrahim AS dan keluarga Imran  (Qs.3:33).

Kesuksesan dua keluarga ini tidak terlepas dari partisipasi dan perjuangan perempuan sebagai ibu dan saudara. Keluarga Ibrahim AS sukses karena dukungan yang besar dari kedua istrinya, Sarah dan Hajar. Dari rahim keduanya lahir dua generasi yang terpilih menjadi utusan Allah Ta’ala, Ismail dan Ishaq. Dari keluarga Ibrahim kemudian terpilih setidaknya 20 Utusan Allah Ta’ala sampai Nabi yang terakhir, Muhammad SAW.

Dari keluarga Imran muncul generasi emas seperti Musa AS. Setidaknya ada 4 pejuang perempuan yang mengantarkan Musa menjadi Nabi dan Rasul Allah SWT. Dalam Qs. Al Qashash ayat 7 mengisahkan peran Ummu Musa yang dengan takdirNya melahirkan bayinya di tahun tatkala Fir’aun menetapkan pembunuhan terhadap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan bani israil. Namun Allah berkehendak menyelamatkan bayi Musa guna menunjukkan kekuasaanNya yang Mahabesar.  Perempuan kedua, Aisyiyah (istri Fir’aun) yang notabene bukan orang lain tapi bibi Musa AS sekaligus ibu angkat yang turut menyelematkan Musa dari cengkeraman dan kezholiman Fir’aun (Qs. Al Qoshos : 11). Perempuan ketiga dari keluarga Imran adalah kakak perempuan Musa AS, seperti tersebut dalam ayat 9. Perempuan keempat, putri Syuaib yang kelak menjadi istri Musa AS (ayat 25).

Diakhir paparannya Ustadzah Faizah menyampaikan “Sejarah telah membuktikan bahwa  ibu hakekatnya pejuang dalam melahirkan, menyusui, mendidik generasi cemerlang di masa mendatang.”

Semarak Hari Ibu juga dimeriahkan dengan Pasar Rakyat Salimah tetap menjadi pojok yang sangat diminati ibu-ibu. Berbagai makanan dan minuman serta produk karya salimah turut meramaikan pasar mini bernuansa ungu tersebut.

Dwi Humas Media Salimah Kota Bekasi (Fdh)

 

Humas Salimah Humas Salimah

Gravatar Image
Humas Salimah, menyampaikan berita aktivitas muslimah dari seluruh Indonesia serta informasi edukasi perempuan, karena Salimah peduli meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia.