Persiapan Menyambut Ramadhan

Oleh: Nurazizah Tambunan
Ketua PW Salimah Sumatera Utara

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, pada tahun ini kita akan bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan. Kehadiran bulan penuh berkah ini sangat dirindukan karena ada begitu banyak keutamaan di dalamnya. Bulan ini adalah bulan diwajibkannya shiyam dan diturunkannya al-Qur’an sebagai hidayah untuk manusia, dan pembinaan kaum muslimin menuju derajat muttaqin.

Allah SWT berfirman:
“Hai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2:183).

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS 2:185).

Bulan Ramadhan senantiasa datang pada saat yang tepat. Ia datang pada saat umat Islam membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi-kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Allah SWT memberikan bantuan dan sekaligus hiburan kepada umat Islam agar bisa keluar dari permasalahan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Puasa adalah pelatihan dan pendidikan bagi manusia agar bisa menahan diri dari makan, minum, dan syahwat di siang hari. Ia juga melatih manusia menahan nafsu serakah, tamak dan rakus, serta menahan diri dari segala kemaksiatan.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan, sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya” (HR Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi).

Karena itu, jangan sampai momentum Ramadhan tahun ini berlalu begitu saja. Mari kita perkuat kerinduan dan kecintaan kita terhadap bulan suci Ramadhan dengan berbagai persiapan, diantaranya: yang pertama, berdoa. Rasulullah saw jika sudah masuk bulan Rajab senantiasa berdoa,
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

Kedua, persiapan akal dengan mendalami ilmu yg terkait dengan ibadah Ramadhan.

Ketiga, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan, serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.

Keempat, persiapan hati atau ruhiyah.
Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Kelima, merencanakan peningkatan prestasi ibadah di bulan Ramadhan.
Misalnya, peningkatan dalam tilawah, hafalan, pemahaman, dan pengamalan Qur’an dan ibadah lainnya.

Keenam, bertekad untuk menjadikan Ramadhan sebagai syahrut-taubah (bulan taubat).
Caranya adalah dengan memperbanyak istighfar dan taubat, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang dizhalimi, serta mengembalikan hak-hak mereka. Kita hendaknya mengutamakan ukhuwah Islamiyah.

Ketujuh, menjadikan Ramadhan sebagai bulan pendidikan dan da’wah. Suasana keislaman di semua tempat subur saat Ramadhan. Manfaatkan semangat umat, dengan turut ambil bagian membuat kegiatan dakwah.

Kedelapan, menjadikan Ramadhan sebagai syahrul jihad (bulan jihad).
Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemuliaan dan kejayaan umat Islam. Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam.

Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini lebih baik dan bermakna dari tahun-tahun sebelumnya. Marilah kita menjaga keikhlasan beribadah puasa di bulan Ramadhan sebagai jalan mencapai ketakwaan kepada Allah SWT.

Share Button

Related Posts

Sosialisasi Hasil Lokakarya Nasional dan Perda Ketahanan Keluarga

Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Gorontalo menyelenggarakan "Sosialisasi Hasil Lokakarya ...

Learn more

Related Post