Salimah Sumut Gelar TFT Indonesia Darurat LGBT

by

Medan – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Sumatera Utara menyelenggarakan Training For Trainers Indonesia Darurat LGBT pada Ahad (18/3) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumut. Acara dihadiri lebih 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan propinsi Sumut.

TFT menghadirkan sekjen AILA, Nurul Hidayati, dan ketua Gerakan Peduli Remaja, Susi Susanti.

Dalam ceramahnya, Nurul Hidayati yang juga merupakan Sekretaris Dewan Penasehat Salimah Pusat (DPSP) mengatakan hampir 93% masyarakat Indonesia menolak LGBT.

“Berdasarkan survey yang dilakukan AILA, 92,8% masyarakat Indonesia menolak LGBT karena tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 menyatakan Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Nurul.

Penolakan terhadap LGBT juga disebabkan fakta menakutkan akibat perilaku seks menyimpang. Jumlah penderita HIV-AIDS di Indonesia mencapai 276 ribu orang. Jumlah ini membutuhkan biaya perawatan hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.

Sementara itu, Suci Susanti menjelaskan bahwa keluarga, lingkungan, dan trauma merupakan penyebab perilaku LGBT. Ini kemudian didukung oleh paparan media sosial, candu terhadap pornografi, dan tidak adanya pengawasan orang tua terhadap anak.

“Harus ada deteksi dini terhadap anak. Jika terlihat kecenderungan anak pada perilaku LGBT, orang tua perlu melakukan komunikasi intensif. Ceritakan kisah-kisah teladan, dan ajak anak untuk mencintai Allah,” kata Susi.

Selain itu, menurut Susi, orang tua perlu membentengi anak dari pengaruh LGBT. Kenalkan anak dengan konsep mahram dan batasan aurat, tanamkan adab berpakaian, dan pertegas identitas dan karakter anak.

TFT ditutup dengan penandatanganan petisi tolak LGBT dari seluruh peserta.

*Tim Humas PW Salimah Sumut

Related Post

Humas Salimah Humas Salimah

Gravatar Image
Humas Salimah, menyampaikan berita aktivitas muslimah dari seluruh Indonesia serta informasi edukasi perempuan, karena Salimah peduli meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia.