Kartini Zaman Kini

by

Kartini Zaman Kini

Kiriman: Dessi Selyana (Sekretaris PD Salimah Kota Pangkalpinang)


Salah satu karunia terbesar yang Allah berikan adalah diciptakanNya kita menjadi manusia. Sebagai makhluk yang dimuliakan Allah yang diciptakan secara sempurna. Dibekali berbagai potensi agar dapat menjalankan amanah di muka bumi ini. Kelebihan ini mengindikasikan bahwa manusia merupakan makhluk berpeluang produktif. Dan pada puncaknya bisa memberikan kontribusi kepada seluruh makhluk yang berpijak di muka bumi ini.  Allah berfirman (yang artinya) : “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna “. (QS. Al Israa’ : 70).
Begitu juga dengan sosok perempuan. Diciptakan berdampingan dengan laki laki dalam menjalankan amanah ini. Pastinya mempunyai kesempatan yang sama. Agar segala kapasitas yang dimiliki dapat bersinergi. Bahkan bisa mencapai sesuatu yang lebih baik karena “sentuhan”nya.

“Kartini” zaman now dituntut mempunyai andil yang besar dalam menangani permasalahan-permasalahan yang timbul di masyarakat. Permasalahan sosial yang terjadi sekarang lebih banyak, bahkan lebih komplek. Fenomena problematika muncul di zaman now yang semakin krusial. Yang mungkin hanya bisa diselesaikan melalui tangan dingin perempuan.

Kita sebagai perempuan sadar. Allah menciptakan  kita sebagai sosok yang lebih “unik”, pasti punya skenario besar untuk ikut serta dalam mengatasi problematika tersebut. Untuk mencapai istana peradaban manusia. Megapa peran perempuan sebegitu pentingnya, karena kekokohan tiang negara sangat tergantung bagaimana kualitas perempuannya. Karena itu untuk menjalankan amanah tersebut, perempuan mesti memiliki kapasitas produktif dan kontributif. Agar permasalahan tersebut tidak semakin menjalar dan semakin sulit diamputasi. Yang tidak hanya memberikan efek buruk terhadap lingkungan terkecil yaitu keluarga. Tapi lingkungan lebih luas yaitu negara.
Produktif berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengandung makna mampu menghasilkan, memberikan manfaat, atau menghasilkan sesuatu secara terus menerus. Perempuan produktif berarti indentik dengan sosok yang terus menghasilkan karya dan menebar manfaat. Waktunya dihabiskan dengan sesuatu yang bernilai dan menghindari sesuatu yang sia-sia. Sedangkan pengertian kontributif atau memberikan kontribusi menurut ahli bahasa diartikan melakukan sesuatu untuk membantu menghasilkan atau mencapai sesuatu bersama-sama dengan orang lain untuk membuat sesuatu yang sukses. Artinya ketika perempuan memberikan kontribusi, berarti perempuan memberikan sesuatu yang bernilai bagi orang lain baik bentuknya uang, harta, benda, ilmu bahkan waktunya.

Jika kita korelasikan antara produktif dan kontributif, berarti produktif lebih kepada kapasitas seseorang yang positif. Sedangkan kontributif merupakan hasil kerja nyata dari seseorang yang memiliki kapasitas produktif. Artinya semakin produktif seorang perempuan, akan semakin besar kontribusinya baik bagi keluarganya maupun negaranya.

Menjadi produktif butuh suplemen baik bagi jiwanya, pemikirannya juga jasmaninya. Agar bisa memberikan kontribusi (kontributif). Karena ketiga  hal tersebut harus terintegrasi dengan baik. Jika salah satunya tidak kuat imunnya, maka menjadi produktif sulit untuk dicapai. Dan pada akhirnya sulit untuk memberikan kontribusi maksimal bagi keluarga, masyarakat apalagi negara. Saat ini suplemen-suplemen baik ada yang sulit dicerna, bahkan bisa menjadi tidak baik karena bisa menjadi salah dosisnya. Salah satunya adalah media sosial. Yang bagi saya adalah suplemen baik tapi bisa menjadi tidak baik karena penyalahgunaan terhadap suplemen tersebut. Bahkan over dosis dalam penggunaannya. Padahal jika dikonsumsi sesuai kebutuhan pasti suplemen tersebut akan menjadi santapan yang sangat bermanfaat untuk dirinya mencapai keproduktifan. Karena waktu bersama media sosial banyak hal positif yang bisa dilakukan bukan sebaliknya.
Produktif sering diartikan jika usianya masih di bawah 60 tahun. Tetapi pada kenyataannya banyak perempuan di bawah usia tersebut jauh sekali tingkat produktifnya. Tidak sedikit kita temukan perempuan di atas usia tersebut semakin tinggi tingkat produktifnya. Bahkan sangat aktif dalam berkontribusi dalam kegiatan kegiatan kemasyarakatan. Contohnya sekarang, anggota majelis taklim yang ada masih banyak perempuan diatas usia tersebut yang tidak hanya sekedar ikut pengajian tapi juga terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Lalu bagaimana dengan “kartini” zaman now yang semestinya harus lebih produktif dan lebih banyak memberikan kontribusi. Tapi yang kita lihat sekarang ini, karena pengaruh teknologi, pergaulan yang salah membuat mereka kurang peduli terhadap sekitarnya apalagi bangsanya. Jika tidak ada elemen masyarakat yang peduli, pastinya akan semakin menjalar pada diri mereka. Sehingga siapa yang akan meneruskan perjuangan kartini zaman old.
Kami dari Salimah Kota Pangkalpinang yang mempunyai visi menjadi ormas perempuan yang kokoh dan dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga Indonesia, mempunyai komitmen untuk mendorong lahirnya kartini kartini zaman now yang lahir dari rahim kartini-kartini zaman old. Untuk menjadi problem solver terhadap permasalahan yang yang hadir ditengah-tengah kita. Bukan sebaliknya menjadi problem maker sehingga membuat robohnya tatanan bangsa. Jadilah perempuan yang tidak hanya memiliki kapasitas produktif tetapi juga bisa menyebarkan kontribusi ke seluruh pelosok negeri. Karena perempuan adalah tiang negara.Semakin baik kualitas perempuan akan semakin baik pula negaranya.

 

(Edited by RA)