PD Salimah Kab. Wonosobo Mengadakan Pelatihan Kreasi Hantaran

by

 

   Bagi sebagian perempuan, membuat kreasi hantaran adalah pekerjaan yang sulit dan tidak menarik, bahkan terkesan buang-buang waktu. Namun bagi sebagian yang lain, justru merupakan pekerjaan menarik dan menyenangkan, bahkan bisa menghasilkan uang.

“Dengan ketrampilan membuat kreasi hantaran, seorang perempuan diharapkan bisa membawa kemanfataatan lebih bagi masyarakat dan bisa menghasilkan rezeki yang berkah serta mengundang ampunan Alloh “. Demikian disampaikan oleh Hj. Roesmiatoen, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya pada acara  Pelatihan Kreasi Hantaran Mudah Murah Mewah, yang diselenggarakn oleh PD Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Wonosobo pada hari Ahad, 17/3/2019.  

Selanjutnya, Pembina Salimah Wonosobo ini menyampaikan, “tujuan Salimah mengadakan pelatihan ini adalah untuk membekali para perempuan dengan salah satu ketrampilan hidup sehingga muncul para perempuan berjiwa wirausaha yang mandiri, berdayaguna dan professional terutama dalam kreasi hantaran”.

Pelatihan yang digelar di Kedai Komunitas (KOKAS) ini merupakan salah satu dari beberapa agenda bulanan yang diadakan oleh Salimah Wonosobo. Acara diikuti oleh 100 lebih peserta yang berasal bukan hanya dari seputar kota Wonosobo saja, tetapi banyak juga peserta dari daerah yang jauh dari kota. Seperti Kepil, Reco, Sapuran, Buntu, Batur, Kejajar, Watumalang, Leksono dan Sukoharjo. Hujan yang sejak pagi mengguyur Wonosobo tidak menghalangi peserta untuk menghadiri acara tersebut.

Ada yang khas dari setiap acara Salimah, meski bukan acara bernuansa keagamaan, sebelum acara inti dimulai, didahului dengan taujih rohani secara singkat. Taujih disampaikan oleh Ustadzah Hj. Wiwik Muqowwimah, S.Ag.  Dalam taujihnya, Kepala TKIT Insan Mulia ini mengingatkan tentang salah satu kelemahan wanita yaitu susahnya memaafkan kesalahan orang lain. Apalagi dengan sifat wanita yang mudah baper. Dalam kehidupan sehari-hari, dengan siapapun, akan tercipta suasana nyaman apabila mudah saling memaafkan.

Tepat pukul 14.15 acara inti dimulai. Pemateri sekaligus instruktur pelatihan dari Tim LCS membawakan acara dengan apik dan energik. Tim LCS yang terdiri dari Inggil Damaika, SE; Murni Asih Wulandari,S.Pd;  Presty Husnul Mubaroq, S.Si; dan Sundari Trihastuti, S.Far,Apt bahkan terjun langsung ke tengah peserta. Mereka memandu dan membantu peserta yang mengalami kesulitan. Derasnya hujan yang mengguyur Kedai Komunitas (KOKAS) tidak mengurangi antusias para peserta. Apalagi panitia menyediakan hadiah bagi tiga peserta terbaik. Para instruktur terlihat kewalahan menanggapi pertanyaan dari para peserta dengan beragam usia. Rata-rata mereka merupakan ibu – ibu muda, bahkan ada yang masih berusia 19 tahun, meskipun ada yang berusia 52 tahun.

Sekilas tentang Lingkaran Cinta Selasa (LCS), mereka adalah kumpulan ibu-ibu muda yang tergabung dalam kelompok kajian pekanan tiap hari Selasa pagi. Kelompok yang dibimbing oleh Ustadzah Sumiatun, S.Pt ini, selain mengkaji ilmu-ilmu keagamaan, juga membekali dan saling berbagi berbagai lifeskill yang salah satunya adalah kreasi hantaran.

Kurang dari satu jam peserta menyelesaikan kreasinya. Tibalah saatnya para Juri menentukan pemenangnya. Sambil menunggu proses penilaian oleh para juri, acara diselingi dengan pembagian doorprize.

Akhirnya terpilihlah tiga kreasi hantaran terbaik. Juara 1 kreasi milik Ummahat dari Kejajar, juara 2 Citra Sparina dari Perum Griya Madukoro Asri dan Juara 3 Esti Kristianingsih dari Perum Griya Madukoro Asri.

Tepat pukul 15.30 acara diakhiri dengan foto bersama peserta beserta hasil kreasi mereka. Pembawa Acara, Ina Wijayanti, S.Pd menutup acara dengan berharap pelatihan kreasi hantaran bisa betul-betul membawa manfaat dan berkah baik bagi para peserta maupun bagi PD Salimah Wonosobo. (Ummukhairunnisa,200319)