Salimah Kota Manado Gelar Kajian Tematik Tolak RUUP-KS

by

Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Manado gelar acara Kajian Tematik RUUP-KS (Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual), dengan menghadirkan Sekjen AILA (Asosiasi Cinta Keluarga Indonesia) Nurul Hidayati SS, MBA di Masjid Al Azhim Manado, 20/07/2019.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PW Salimah Sulawesi Utara Sulastri Masloman, Ketua PD Manado Titin Prihandinie Hermawan, beserta jajaran pengurus PW Sulut dan PD Manado. peserta yang hadir adalah remaja Masjid Al Azhim, KWI (Kerukunan Wanita Islam) Masjid Al Azhim dan KWI Masjid Robbani Manado.

Dalam materinya Nurul Hidayati menyampaikan “Seperti negara lain, Indonesia juga sedang dalam keadaan darurat LGBT. Lewat film, tayangan, kegiatan LSM di masyarakat, lobby-lobby di lembaga pemerintahan, sosial media. Mereka gigih memperjuangkan kepentingan untuk dapat diakui dan diterima masyarakat dan negara,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurul mengajak para peserta yang hadir untuk mengkritisi RUU PKS yang menurutnya menyimpan jebakan. “Muatan dalam pasal-pasalnya menyisipkan kepentingan kaum LGBT supaya mendapat pengakuan negara,” tegasnya.

Ketua Umum PP Salimah Periode ke Tiga (2010-2015) yang akrab dipanggil Nurul ini menambahkan bahwa konsep ‘kedaulatan tubuh ( my body is mine)’ yang diusung dalam RUU ini kental dengan nilai feminisme.

Konsep ini membebaskan perempuan untuk dapat memutuskan apa yang terbaik atas tubuhnya. “Dengan demikian hukum tidak dapat mencampuri perzinahan yang berlandaskan suka sama suka, perzinahan sejenis,” lanjutnya.

Sehingga akan didapati kemudahan dalam perilaku seks bebas, seks menyimpang, hamil di luar nikah dan aborsi. “Yang semuanya itu tidak bisa dituntut secara sosial dan hukum,” jelasnya.

Sebagian besar peserta terhenyak dengan paparan yang disampaikan oleh bunda enam putra putri ini. Di akhir uraiannya, Nurul mengajak supaya hadirin menyempatkan berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ani Humas Media Salimah Sulut (FDH)