Category Archives: Edukasi Perempuan

Mengapa Yang Dihancurkan Yahudi Pertama Kali Adalah Muslimah ?

yahudi-rusakMungkin terasa ganjil bagi kita, mengapa Yahudi sebagai bangsa yang pongah begitu takut dengan perempuan? Jawabannya sederhana: membiarkan seorang wanita tumbuh menjadi solihah adalah alamat “kiamat” bagi mereka. Jika seorang ibu yang solehah mengasuh 5 anak muslim di keluarganya untuk tumbuh menjadi generasi mujahid. Kita bisa hitung berapa banyak generasi yang bisa dihasilkan dari 800 juta perempuan muslim saat ini?
Seperti dikatakan oleh Muhammad Quthb :
“Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula khlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”

Continue reading

Amalan Unggulan, Atas Keterbatasan Diri

amalan-kecilManusia diciptakan oleh Allah swt untuk beribadah kepada-Nya. Namun, meski diberi kemampuan dan kesempurnaan sebagai makhluk, manusia juga memiliki keterbatasan. Ustadz Ibnu Jarir, Lc,Ketua Ikatan Dai Indonesia Kota Depok, menjelaskan bahwa umur, kekuatan fisik, harta, serta ilmu yang dianugerahkan kepada manusia bukanlah sesuatu yang tak akan habis. Dan ini yang semestinya menjadi pertimbangan kita dalam mengelola diri agar dapat maksimal menjalankan perintah Allah sepanjang hayat.

Karena itulah kita kenal istilah amal unggulan, yaitu amal yang kontinu dilakukan seseorang, semata untuk mendapat ridha Ilahi, dan menjadi keistimewaan bagi pribadinya. Amalan-amalan unggulan ini bisa dimulai dari hal yang mungkin kita anggap kecil. Sebaiknya tak diketahui orang lain dan rutin dilakukan, sebab yang tersembunyi akan melahirkan keikhlasan lebih baik. “Karena sesungguhnya amalan yang paling indah dan dicintai oleh Allah adalah amalan yangkontinu,” tegas Ustadz Ibnu.

KECIL, BERDAYA DOBRAK BESAR

Continue reading

Mendidik Anak Sesuai dengan Usia. Ada Apa dengan Masa Anak-anak?

tahap-tumbuh-anakObsesi pada Masa Depan Anak
Seorang ibu bertanya, apakali ía perlu mendaftarkan anaknya yang berusia 3 tahun untuk ikut kursus membaca karena khawatir anaknya tidak diterima di Sekolali Dasar unggulan yang mensyaratkan calon siswa kelas I harus sudah dapat membaca.
Ibu lain juga bertanya, apakah sikapnya tepat membacakan artikel kedokteran dari mulai mengandung sampai janinnya lahir agar anaknya menjadi dokter.
Ada lagi ibu yang sudah mendaftarkan anaknya untuk mengikuti bimbel di saat anaknya masi duduk di kelas dua. Continue reading

Darul-Quran

Menjadi Pribadi Bermanfaat Sejak Dini

Darul-QuranDi antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Waktunya diisi hanya dengan kegiatan yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamِ “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi). Nasehat itulah yang disampaikan oleh ibu Hj.Nurul Hidayati, ketua umum PP Salimah saat di kunjungi 70 santri calon “Hafidzoh” dari Pesantren Darul Qur’an Mulia Serpong (10/2/2013).
Continue reading

Menyikapi Ujian

Adakalanya seseorang itu sudahlah menjalani dan mentaati apa yang digariskan Allah, namun dalam kehidupannya tetap mendapat musibah dan kesulitan hidup. Itu semua bisa karena:

- ujian yg diberikan adalah sebagai penghapus kesalahan kita dimasa lalu
– ujian sebagai rasa kasih sayang Allah kepada umatnya
– ujian sebagai tanda akan meningkatnya derajat kita dimata Allah Continue reading

WASIAT IBU KEPADA PUTRINYA.

putri-2Umamah binti Harits adalah shahabiyah yang dikenal sebagai ibu yang bijaksaa. Beliau berwasiat pada anak putrinya Iyas binti Auf bin Mahlam Syaibani yang baru melaksanakan pernikahan, “Hai anakku sesungguhnya engkau telah berpisah dengan rumahmu, tempat engkau bernaung dan dibesarkan, di sana menuju tempat bersama seorang laki-laki yang belum engkau kenal dan suami yang belum engkau kasihi. Hafalkan 10 perkara ini :
1. Rendahkan hati kepadanya dengan sifat qona’ah,
2. Pandai mendengarkan dan mentaatinya
3. Jagalah penglihatan dari hal buruk Continue reading

wpid-rps20130216_151807.jpg

Bahaya Prasangka

image

Prasangka, terlebih prasangka buruk, merupakan perbuatan yang sangat dikecam oleh Islam. Prasangka tidak sedikitpun mendatangkan kebaikan. Dalam Surat Yunus (10) ayat 36. Allah SWT berfirman, “Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun.”

 

          Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam surat Alhujurat (49): 12, Allah SWT juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. “Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menegaskan, “Takutlah kalian berprasangka, karena ia merupakan sedusta-dusta perkataan.”

 

          Dengan demikian jelas, prasangka merupakan perbuatan yang berbanding lurus dengan itsm (dosa) dalam pandangan Allah SWT dan akdzab al hadits (sedusta-dusta perkataan) dalam pandangan Rasulullah SAW. Karenanya, prasangka sedapat mungkin harus dihindari, dan hanya orang-orang yang beriman yang bisa melakukannya.

 

          Dalam mengelaborasi pengertian prasangka, Imam Sufyan Ats Tsauri menyakan, prasangka itu ada dua jenis. Prasangka yang mendatangkan dosa dan prasangka yang tidak mendatangkan dosa. Yang pertama dilakukanoleh orang yang berprasangka dengan menampakkannya melalui ucapan. Yang kedua dilakukan oleh orang yang hanya berprasangka dalam hati.

 

          Prasangka model pertamalah yang dinilai Imam Ats Tsauri berimplikasi dosa. Sedangkan yang kedua tidak. Namun jika dicermati, prasangka model kedua bisa menjadi pembuka jalan terjadinya prasangka model pertama. Dengan ujaran lain, prasangka yang tertumpahkan melalui ucapan itu terjadi karena bermula dari prasangka dalam hati.

 

          Apalagi memurut banyak riwayat, Allah SWT justru melihat apa yang ada di kedalaman hati hambaNya. Itu artinya, prasangka dalam hati juga tak pernah luput dari pantauan Allah SWT. Hal ini perlu diangkat ke permukaan, karena dalam kondisi bangsa yang serba semrawut ini, s angat mungkin sikap saling berprasangka menjadi lumrah terjadi.

 

          Kita masih ingat tragedy Al Ifki yang menimpa Siti Aisyah, istri Rasulullah SAW. Karena beliau disangka berselingkuh, masyarakat Madinahpun gempar. Rasulullah SAW tidak berkenan. Gunjingan demi gunjingan berhamburan di tiap sudut kota. Ketegangan pun terjadi dimana-mana. Kedamaian hilang. Padahal, berita perselingkuhan itu hanya dusta yang sengaja disebar orang munafik. Untuk itu, menghindari prasangka sangat ditekankan dalam Islam.

Nurul Huda Ma’arif

orang-tua

Dirimu dan Hartamu Milik Orangtuamu

orang-tuaDalam hadis riwayat Thabrani dari Jarir RA, ada seorang anak muda mengadu kepada Rasulullah SAW.
Ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku.”
Mendengar pengaduan anak muda itu, Rasul berkata, “Pergilah kamu dan bawa ayahmu kesini!”

Setelah anak muda itu berlalu, Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata; “Ya, Muhammad, Allah ‘Azza wa Jalla menyampaikan salam untukmu, dan berpesan, kalau orang tuanya datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh telinganya.” Continue reading

Pelatihan Persiapan Pra Nikah Untuk Muslimah

pranikahKarena nikah merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan merupakan rangkaian dari ibadah, maka menikah dalam Islam bukan hanya untuk bersenang-senang atau mencari kepuasan kebutuhan biologis semata. Akan tetapi seharusnyalah pernikahan dilakukan untuk menimba masyarakat kecil yang shalih yaitu rumah tangga dan masyarakat luas yang shalih pula sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman As Shalafus Shalih.

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya pasangan suami isteri dalam kehidupan berumah tangga akan menghadapi banyak problem dan untuk mengatasinya perlu ilmu. Dengan ilmu, pasangan suami istri tahu apa tujuan yang akan dicapai dalam sebuah pernikahan yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan dalam rangka mencari ridha-Nya semata.

Di samping itu juga dengan ilmu sepasang suami-istri sama-sama mengetahui hak dan kewajibannya. Sehingga jalannya bahtera rumah tangga akan harmonis dan baik.

Suami dan istri juga diamanahi Rabb-Nya untuk mendidik anak keturunannya agar menjadi generasi Rabbani yang tunduk pada Al-Qur’an