Category Archives: Salam Salimah

Kumpulan tulisan Ketua Umum ormas Salimah ibu Nurul Hidayati S.S, MBA yang disampaikan dalam berbagai acara.

BBM NAIK, DUKA IBU INDONESIA

Jakarta. Pemerintah kembali menaikan harga BBM. Kenaikan harga bahan bakar minyak selalu membawa dampak yang luas bagi perekenomian masyarakat umum, baik dari segi makro maupun mikro. Kenaikan BBM berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum, tarif dasar listrik, dan kenaikan harga gas elpiji, juga turut menambah beratnya beban perekonomian, apalagi pendapatan mereka tidak bertambah. Akibatnya daya beli masyarakat semakin menurun, hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah konsumsi keluarga perhari.

Banyak pihak yang menyayangkan kenaikan BBM terutama dari kalangan ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga dengan pendapatan minim merasakan dampak langsung kenaikan BBM.

“Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) sebagai ormas perempuan turut merasakan keluh kesah kaum ibu di seluruh tanah air merasa prihatin atas kenaikan BBM yang menyebabkan kondisi ekonomi keluarga Indonesia semakin terpuruk.” ungkap Siti Faizah, ketua PP Salimah dalam rangkaian kunjungannya sebulan terakhir ini ke Propinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Banten. Continue reading

SALIMAH DI TENGAH PERGERAKAN KAUM PEREMPUAN DI INDONESIA

serah-jabatanSalimah hadir berbekal pengalaman para pendiri dan pengurusnya yang cinta akan perjuangan demi memberi solusi atas permasalahan umat. Jauh sebelum Salimah hadir di tengah masyarakat Indonesia, telah lahir pergerakan perempuan yang mayoritas dilatarbelakangi oleh tuntutan kondisi dan situasi yang telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Penjajahan atas negara dan bangsa Indonesia dalam kurun 350 tahun, telah melahirkan semangat pantang mundur, rela mengorbankan harta dan nyawa demi mempertahankan tanah air serta melawan diskriminasi terhadap perempuan dan pembodohan generasi bangsa.
Sejarah telah mencatat begitu banyak nama pejuang perempuan, diantaranya Laksamana Malahayati asal Aceh yang telah memimpin 2.000 orang pasukan Inong Bale (janda-janda pahlawan yang tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tahun 1599. Masih dari Aceh, sejarah memperkenalkan nama pejuang perempuan di zaman penjajahan Hindia Belanda, seperti Cut Meutia dan Cut Nyak Dien. Dari Bumi Jawa telah dikenal nama Raden Ayu Ageng Serang, bahkan dunia pendidikan telah menorehkan nama baik Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said dan tokoh lainnya. Continue reading

GMI

Salimah mendorong Kaum Ibu Gemar Sajikan Ikan

ibu-NurulSetiap memasuki bulan Desember, kaum ibu di Indonesia diajak untuk merenungi makna kehadiran seorang ibu di tengah keluarganya dan peran signifikan yang diemban. Salah satu tugas seorang ibu  adalah menjaga kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga. Hal tersebut sangat berkait erat dengan pilihan makanan yang disajikan sehari-hari.

Seorang ibu yang bijaksana akan berfikir cermat untuk menghidangkan
makanan terbaik dengan kriteria halal dan thoyyib. Makanan thoyyib memiliki kriteria  jenis makanan berkualitas, bergizi, aman terbebas dari zat-zat berbahaya dan berimbang, mengandung berbagai unsur yg dibutuhkan tubuh manusia. Salah satu unsur penting bagi tubuh adalah protein yang sangat berguna bagi  kekuatan fisik dan kecerdasan otak, terutama bagi anak. Protein banyak dipenuhi dari unsur  hewani. Continue reading

ibu-Nurul

Gerakan Kaum Perempuan Untuk Sehat & Peduli Lingkungan

Salimah mempelopori terbentuknya Komunitas Perempuan Sehat Peduli Lingkungan karena kita semua diperintahkan Allah SWT untuk menjadikan tubuh kita kuat . Sebagaimana hadist Rasulullah,” Muslim yang kuat lebih dicintai Allah dari pada muslim yang lemah”. Karena memiliki fisik yang kuat menjadi syarat untuk bisa beribadah dengan optimal.

Dibentuknya KPSPL Salimah adalah sebuah upaya meningkatkan kualitas perempuan Indonesia menjadi sehat wal afiyah, sehat dan bermanfaat. Perempuan yang mampu menjadikan dirinya sehat dan bersahabat dengan lingkungan serta mengambil manfaat untuk kesehatannya. Salimah berharap kegiatan KPSPL bukan hanya sebuah kegiatan temporer namun dapat menjadi sebuah gerakan yang dapat diikuti oleh masyarakat khususnya perempuan di seluruh Indonesia

KPSPL-WEB

Untuk keempat kalinya KPSPL Salimah menyelenggarakan kegiatan yaitu Talk show bertema ” Self Healing dan Sehat dengan Herbal” pada Kamis, 24 Oktober 2013. di Aula Kalibata Jakarta Selatan. Lebih dari 300 perempuan hadir mengikuti jalannya acara demi acara.
Serangkaian acara mengisi acara komunitas Salimah kali ini :
-Motivasi hidup sehat dari ketua umum Salimah Hj.Nurul Hidayati
-Talkshow “Self Healing” oleh dr.Aisyah Dahlan dan “Sehat dengan Herba” oleh drs.Alamsyah Agus.
-Demo pemanfaatan herba untuk kesehatan keluarga oleh pengurus PP Salimah:
membuat minuman cincau dari daun cincau
membuat minuman teh herba dari bunga kemboja kuning
tips mudah memanam jamur tiram
– Aneka bazar makanan sehat
– Pemerikasaan kesehatan gula darah, asam urat dan kolestero oleh dr.Ainun dan kawan-kawan
– Akupresure oleh Tim Sahabat Rekan Sebaya
– Hypnoterapi oleh Eliyati Bahri
– Deteksi dini penyakit degeneratif menggunakan wave diagnotics
– Sajian makan siang “Bakso Ikan Kuah” produk Salimah Food dan Dapur Salimah, sponsor acara komunitas Salimah.
– Penyerahan Wakaf Al Qur’an dari Yayasan Sahman Noor kepada tokoh perempuan.

Upaya membuat perempuan sehat dapat dilakukan secara mandiri dengan metode Self Healing dan juga memanfaatkan herba yang berada di sekitar lingkungan kita. Kita mencoba memutus belenggu paradigma tentang sakit yang harus diobati dengan obat-obat kimia, karena tidak semua gejala penyakit harus dihantam dengan obat-obatan kimia. Kini semakin banyak masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan Obat-obatan kimia karena dapat memperberat kerja ginjal yang berdampak pada kerusakan ginjal.

Metode self healing adalah upaya menyembuhkan diri sendiri dengan mengenal badan sendiri, memahahi sinyal-sinyal yang diberikan tubuh dan berkomunikasi dengan tubuh sendiri. kesehatan adalah tanggung jawab kita sendiri. Penyebab kematian terbanyak adalah akibat gaya hidup kita yang tidak sehat yang sebenarnya bisa kita hindari. Pencegahan penyakit merupakan dokter yang terbaik dan termurah dan pencegahan hanya bisa dilakukan oelh kita sipemilik tubuh, bukan oleh dokter dan obat.

Untuk menjadi sehat tidaklah semahal yang kita bayangkan, kita dapat memanfaatkan terapi tanaman herba yang tumbuh dihalaman rumah. Akrablah dengan lingkungan, ambilah manfaat sebanyak-banyaknya untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. Di Indonesia ada 15.000 jenis tanaman herba dan baru sekitar 8.000 yang dimanfaatkan.

Herba bukan hanya untuk obat tapi juga dapat dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Salimah dengan MKRPL (Model Kawasan Rumah Pangan Lestari) berupaya menanam tanaman-tanaman bermanfaat produktif dari pekarangan rumah kita. kini MKRPL Salimah ada di 18 provinsi Indonesia telah menuai manfaat dari apa yang ditanam hingga bernilai ekonomis, minimal untuk dikonsumsi anggota keluarga sehingga mengurangi anggaran belanja dapur keluarga :). Salimah merubah paradigma “apa-apa bisa dibeli dengan apa-apa bisa dipetik ”

Ada daun cincau yang dapat diolah menjadi minumah cincau yang adem menyegarkan yang memiliki khasiat luar biasa sebagai  penurun panas (demam), mengatasi panas dalam,’ mengatasi sakit perut (mual), diare, sembelit, perut kembung dan kandungan  klorofil-nya  adalah  zat anti oksidan, anti peradangan, dan anti kanker. Ada bunga kamboja kuning , bukan hanya Indah dan harum namun bial dikeringakan dapat dimanfaatkan menjadi teh herba yang segar dan bermanfaat. Ada Jamur tiram yang dapat dibudidayakan dalam waktu 3 bulan akan tumbuh terus untuk dapat dikonsumsi sebagai pangan nabati berprotein tinggi.

Kelak akan semakin banyak ragam tamanan yang dipanen dan bernilai ekonomis. Selanjutnya Salimah akan berupaya meningkatkan nilai ekomonis dari hasil panen MKRPL .

*Sambutan ketua Umum PP Salimah Nurul Hidayati, pada acara KPSPL Salimah 24 Oktober 2013

(Iin Muchtadi)

 

 

13 Tahun Kiprah Salimah

bertiga-2

Pada tanggal 8 Maret 1013, genap tiga belas tahun usia perjuangan sekelompok muslimah Indonesia dalam format gerakan organisasi massa Persaudaraan Muslimah. Didirikan di Jakarta dengan dewan pendiri diantaranya oleh Almarhumah Dra Yoyoh Yusroh, Dra Siti Zainab Msi, Dr Aan Rohanah, Dr Nursanita Nasution, dll.

Pada lima tahun kepengurusan periode pertama yaitu dari tahun 2000 sampai 2005 Salimah diketuai oleh Dr Aan Rohanah . Dilanjutkan oleh Dra Wirianingsih pada lima tahun periode kedua yaitu dari tahun 2005 sampai 2010. Kemudian saat ini dilanjutkan oleh Nurul Hidayati SS.MBA sebagai ketua umum yang ketiga, pada periode th 2010 sampai 2015. Continue reading

Rakornas Ormas Persaudaraan Muslimah 2013

Rakornas 1

Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Salimah kembali digelar pada Bulan Maret 2013. Perhelatan satu tahun sekali , akan dihadiri perwakilan pengurus Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah dari 33 Provinsi Indonesia. Tema Rakornas Salimah tahun 2013 adalah “Meningkatkan Kualitas Program Pengokohan Keluarga Indonesia Menuju Bangsa yang Berkarakter dan Sejahtera” ditujukan secara khusus untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas program-program Salimah di tengah komunitas perempuan Indonesia yang secara keseluruhan terkait dengan upaya-upaya pengokohan keluarga.

Pelatihan Persiapan Pra Nikah Untuk Muslimah

pranikahKarena nikah merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan merupakan rangkaian dari ibadah, maka menikah dalam Islam bukan hanya untuk bersenang-senang atau mencari kepuasan kebutuhan biologis semata. Akan tetapi seharusnyalah pernikahan dilakukan untuk menimba masyarakat kecil yang shalih yaitu rumah tangga dan masyarakat luas yang shalih pula sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman As Shalafus Shalih.

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya pasangan suami isteri dalam kehidupan berumah tangga akan menghadapi banyak problem dan untuk mengatasinya perlu ilmu. Dengan ilmu, pasangan suami istri tahu apa tujuan yang akan dicapai dalam sebuah pernikahan yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan dalam rangka mencari ridha-Nya semata.

Di samping itu juga dengan ilmu sepasang suami-istri sama-sama mengetahui hak dan kewajibannya. Sehingga jalannya bahtera rumah tangga akan harmonis dan baik.

Suami dan istri juga diamanahi Rabb-Nya untuk mendidik anak keturunannya agar menjadi generasi Rabbani yang tunduk pada Al-Qur’an

Enterpre

Komunitas Entrepreneur Perempuan (KEP Salimah) Untuk Kemandirian Finansial Perempuan

Menghidupkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada masyarakat akan membawa dampak positif terhadap kemandirian finansial mereka . Berwirausaha merupakan upaya yang akan membawa keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat melalui indikasi kemakmurannya. Sosiolog David Mc Clelland menyatakan bahwa suatu negara akan dapat menjadi sejahtera manakala jumlah pengusahanya mencapai 2 persen dari total pendduduknya. Sementara jumlah entrepreneur di Indonesia saat ini masih sangat sedikit yaitu 0,18% dari jumlah penduduk. Bandingkan dengan Singapura yang memiliki 7,2% pengusaha dan USA 12,5% dari jumlah penduduknya.

Kita menghadapi realita saat ini bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Indeks pembangunan manusia (IPM) atau human development index (HDI)Indonesia kembali merosot dari peringkat 104 di tahun 2010 menjadi peringkat 124 dari 189 negara di tahun 2011 di bawah Palestina, Thailand, Filiphina bahkan Vietnam. Hal itu disebabkan kemiskinan yang masih membelit sebagian besar penduduk Indonesia yang berakibat pada rendahnya kondisi ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Walaupun itu semua merupakan indikasi fisik, namun kefakiranan disabdakan oleh Rosul dapat mendekatkan pada kekafiran.Itulah musibah yang terjadi di negeri kita, kemiskinan melingkupi faktor fisik maupun moral dan spiritual, secara menyeluruh melemahkan kualitas manusia Indonesia. Namun kita harus tetap optimis dan bersemangat untuk meningkatkan kualitas bangsa kita dengan sungguh-sungguh melahirkan para entrepreneur yang gigih.Masih terbuka peluang yang sangat luas untuk mengisi kekurangan jumlah entrepreuner di Indonesia. Jika kita hitung penduduk Indonesia dengan jumlah 320 juta, idealnya jumlah entrepreneurnya adalah 2% atau 6,4 juta, saat ini baru ada sekitar 0,18% atau 576.000 orang. Jadi masih dibutuhkan 1,82% atau 5.824.000 orang entrepreneur baru di Indonesia.

Salimah sebagai ormas perempuan yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas perempuan, keluarga dan anak Indonesia, sangat berkepentingan untuk mendorong lahirnya perempuan-perempuan produktif yang dapat memanfaatkan potensi dirinya secara optimal bagi kebaikan diri, keluarga dan masyarakatnya.Perempuan yang produktif adalah perempuan yang memililki keyakinan, pikiran, perasaan dan sikap positif dalam berbagai situasi yang dihadapinya.

Salimah bercita-cita untuk menghadirkan entrepreneur muslimah yang handal agar dapat menjadi penerus perjuangan Ibunda Khodijah Al Kubro yang begitu mulia dalam mendukung dakwah dengan segala yang dimiliki termasuk harta yang berlimpah hasil berwirausaha . Namun menjadi seorang entrepreneur sukses tidak membuat Ibunda Khodijah kehilangan fitrahnya untuk tetap dapat bersungguh sungguh pula menjadi isteri sekaligus ibu yang baik bagi suami dana anak-anaknya. Hal tersebut beliau atur sedemikian rupa dengan cerdas dan bijaksana.Karena sebelum pernikahan dengan Nabi Muhammad SAW pun, beliau telah banyak mendelegasikan tugas-tugas perniagaan kepada staf-stafnya. Jelas bagi kita para muslimah, bahwa konteks pemberdayaan ekonomi perempuan yang kita usung tetap dalam paradigma untuk meningkatkan kualitas keluarga.

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Salimah dilakukan melalui tiga program yaitu pembinaan kewirausahaan, pendirian Koperasi Syari’ah Serba Usaha Salimah (KOSSUMA) dan pendirian KJKS Nasional Salimah. Pembinaan keterampilan berwirausaha melalui pelatihan dan pendampingan serta pembentukan Komunitas Entrepreneur Perempuan (KEP Salimah).Peresmian KEP Salimah diselenggarakan pada tgl 19 Juni dihadiri oleh 600 perempuan pelaku usaha.Berkumpul pada komunitas ini perempuan-perempuan yang memiliki minat di dunia kewirausahaan, baik dari usaha kecil dan menengah, pengusaha pemula maupun yang telah sukses.Mereka saling berbagi pengalaman, berbagi semangat dan sama-sama mendaptkan penguatan dari pakar entrepreneur.

Dalam kesempatan launching tersebut diberikan bantuan bergulir kepada dua kelompok pemberdayaan ekonomi perempuan yang dihimpun Salimah dari sesama pengusaha perempuan yang sukses.Juga disalurkan 10 gerobak bakso yang diberikan kepada 10 keluarga penyandang masalah kerawanan sosial (PMKS) yang berasal dari majelis taklim binaan Salimah di salah satu perusahaan.Salimah juga berupaya untuk mengakses dana yang ada di kementrian Sosial bagi anggota KEP Salimah tersebut.Salah satu amanah kerjasama dengan Kementrian Sosial Republik Indonesia adalah membantu program Usaha Ekonomi Produktif (UEP). UEP adalah bentuk Usaha Ekonomi Produktif di tingkat individu di masyarakat .Ide dasar program Kemensos ini adalah untuk menjembatani tingginya angka pengangguran. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5% diperkirakan tidak cukup menyerap seluruh tenaga kerja yang telah memasuki usia kerja.

Menjelang Romadhon 1433H pada 19 Juli 2012,dana UEP yang telah disalurkan Salimah dari Kementrian Sosial Republik Indonesia kepada yang berhak menerima adalah sebanyak 131 keluarga, dengan nilai nominal Rp. 1.000.000. Sedangkan untuk Kelompok (KUBE) terdiri dari 10 KUBE, masing-masing menerima dana hibah sebesar Rp 20.000.000.Bentuk kegiatan Ekonomi Produktif yang bersifat aplikatif ini memerlukan pendampingan secara terprogram, terencana, dan konsisten. Diharapkan pendampingan yang nantinya akan dilakukan oleh pihak Salimah, akan memberi kontribusi dalam upaya mencegah penyakit sosial, yang berdampak pada pengokohan ekonomi keluarga dan perbaikan generasi.

Pendampingan Perempuan Sadar Gizi

merapi-4

Salimah sebagai ormas perempuan yang memiliki visi menjadi ormas yang dinamis, terus berupaya berkontribusi menjadi problem solver bagi permasalahan perempuan, keluarga dan anak di Indonesia. Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian Salimah dan sangat dekat dengan kehidupan perempuan adalah permasalahan gizi yang sangat terkait erat dengan kualitas fisik generasi penerus bangsa di masa depan. Dibutuhkan ketulusan, kesungguhan dan kerjasama masyarakat dengan ormas, LSM dan institusi lainnya, sebagai upaya mendukung kerja pemerintah mensejahterakan rakyat serta mencapai target pembangunan milenium.

Permasalahan gizi buruk masih sering dijumpai di masyarakat Indonesia. Upaya mengatasi gizi buruk telah dilakukan, terlihat dari penurunan prevalensi gizi buruk dari 9,7% di tahun 2005 menjadi 4,9% di tahun 2010. Namun pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus bersungguh-sungguh melakukan aksi nyata untuk mencapai penurunan di tahun 2015 menjadi 3,6%. Saat ini masih terdapat ibu hamil sebanyak 4 juta per tahun, 2 juta diantaranya mengalami anemi gizi dan 1 juta mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis). Permasalahan pokoknya terdapat pada 6 faktor berikut, yaitu pengetahuan ibu tentang gizi yang rendah, pendapatan keluarga yang rendah, persediaan pangan tingkat rumah tangga yang rendah, perilaku pengasuhan yang belum sehat, konsumsi makanan yang tidak mengikuti kaidah gizi dan kesehatan, dan kondisi kesehatan ibu atau pun anak.
Penanganan terhadap masalah gizi kurang & gizi buruk di masyarakat melalui posyandu belum berjalan optimal. Di Posyandu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita masih sekedar untuk mengisi kegiatan posyandunya, belum sampai pada substansi PMT itu sendiri, yakni meningkatkan kualitas makanan bergizi agar balita mengalami tumbuh kembang yang sehat.
Sisi yang lain, pola perbaikan gizi sangat tergantung pada perilaku kaum perempuan dalam melihat bagaimana memperbaiki gizi keluarga. Dalam kenyataannya masih banyak perempuan yang belum mengerti arti pentingnya gizi khususnya bagi anak dan ibu. Untuk itu, pola pendampingan gizi secara langsung, terprogram dan berkelanjutan merupakan langkah kebijakan gizi yang harus kita jalankan. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa perilaku gizi merupakan perilaku sosial yang akan lebih mudah diubah dengan adanya dukungan sosial melalui pendampingan tersebut.
Dari sinilah Salima mengambil perannya dalam penanganan masalah gizi, yaitu dengan melakukan pendampingan kelompok perempuan agar mereka menjadi sadar untuk mengenali dan mengatasi masalah gizi dengan upaya pemanfaatan potensi-potensi lokal untuk meningkatkan status gizi.