Home

Humor Dalam Pernikahan Itu Perlu

Antara saya dan istri ada perbedaan KEYAKINAN yang sangat mendasar, saya yakin kalau saya ganteng kaya teuku wisnu, sedang istri saya gak yakin sama sekali.. Hahaha.. tapi dalam pernikahan hal2 tersebut bisa dikompromikan kok.

Dan hasil komprominya adalah kami berdua yakin kalau saya adalah makhluk terganteng untuknya, sedang dia adalah wanita tercantik buat saya, setelah ibu tentunya :)

Karena Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)  Atas dasar hadits tersebut saya tidak bisa memaksakan pendapat bahwa saya seganteng teuku wisnu…  *awastafsirsesat* Tapi hadits itu memberi inspirasi dalam mendidik wanita. Karena dominan rasa emosionalnya, maka cara kekerasan tidak akan mempan untuk mendidik istri. Kasih sayang yang menyentuh hatinya lah yang bisa membuat ia siap untuk dididik. Dan salah satu bumbu dalam mendidik wanita adalah dengan humor. Nah, kalau dengan cara ini, saya merasa sebagai suami yang paling hebat dalam mendidik. Hehe…

Rasulullah pun bercanda dengan istrinya. Pernah suatu ketika Rasulullah menggoda Aisyah, “Aku tahu kapan engkau suka kepadaku dan kapan engkau marah kepadaku,” Aisyah menjawab: “Darimana engkau tahu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kalau engkau suka kepadaku engkau akan mengatakan, ‘Tidak, demi Rabb Muhammad,’ dan kalau engkau marah kepadaku engkau akan mengatakan, “Tidak, demi Rabb Ibrahim”. Aku (‘Aisyah) menjawab: “Benar, demi Allah! Tidaklah aku menghindari melainkan namamu saja.”

Di kali lain, sepulang dari ziarah maqam para shahabat di Baqi’, Rasulullah dan Aisyah didera sakit kepala. “Aduh kepalaku sakit sekali!“ ujar Aisyah. “Demi Allah wahai Aisyah, kepalaku sendiri terasa sakit“. Kata Rasulullah. “Apa salahnya kalau kau yang meninggal lebih dulu sebelum aku. Aku yang akan mengurusmu, mengafanimu, menyembahyangkanmu dan menguburkanmu”. Sambung beliau saw lagi. Dipicu rasa cemburu yang sangat tinggi, dengan kesal Aisyah, yang masih muda itu, menjawab ketus:” “Dengan begitu yang lain mendapat nasib baik. Demi Allah, dengan apa yang sudah kaulakukan itu seolah engkau menyuruh aku pulang ke rumah dan dalam pada itu kau akan berpengantin baru dengan isteri-isterimu.” Rasulullah tertawa mendengar jawaban Aisyah.

Rasulullah juga pernah lomba lari dengan Aisyah. Dalam sebuah safar, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada para shahabatnya: “Majulah kalian (jalan duluan)”. Maka mereka pun berjalan mendahului beliau. Lalu beliau berkata kepada ‘Aisyah (yang ketika itu masih belia dan langsing): “Ayo, kita berlomba lari”. Kata Aisyah: “Akupun berlomba bersama beliau dan akhirnya dapat mendahului beliau”.

Waktupun berlalu. Ketika Aisyah telah gemuk, Rasulullah kembali mengajaknya berlomba dalam satu safar yang beliau lakukan bersama ‘Aisyah. Beliau bersabda kepada para shahabatnya: “Majulah kalian”. Maka mereka pun mendahului beliau. Lalu beliau berkata kepadaku: “Ayo, kita berlomba lari”. Kata ‘Aisyah: “Aku berusaha mendahului beliau namun beliau dapat mengalahkanku”. Mendapatkan hal itu, beliau pun tertawa seraya berkata: “Ini sebagai balasan lomba yang lalu (kedudukannya seri, red).”

Begitulah, rumah tangga Rasulullah pun tak kering dengan humor. Tak kering dengan candaan. Jadi, sudah seharusnya pernikahan kita dihiasi oleh humor.

Dan mungkin penyebab jarangnya perceraian di kalangan pelawak dibanding perceraian di kalangan artis sinetron, karena rumah tangga para pelewak dibumbui humor. Sedangkan rumah tangga artis sinetron dibumbui tangis dan ke-lebay-an. *analisa ngasal*

Doa seorang wanita : “Tolong berikan aku kebijaksanaan untuk mengerti pria untuk mencintai dan memaafkan dan bersabar terhadap tingkahnya. Karena, kalau aku meminta kekuatan… aku bisa memukulinya dan terkena kasus KDRT | saya berharap my belovely wife tidak berdoa agar diberikan kekuatan hahaha.

Esson

Sumber : Islamedia

Posted by Ade Permana

Copyright © 2009 - 2014 Salimah | Developed by Ibrahim Vatih