Rakorwil Salimah Jambi: Bukti Nyata Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga Indonesia

by

jambi

Pimpinan Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimah atau yang lebih dikenal dengan PW Salimah Jambi mengadakan acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Sabtu hingga Ahad (23-24 April) lalu.

Rakorwil yang diadakan di Aula BALAM LPMP Provinsi Jambi, menggelar sejumlah acara diantaranya seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus Pengukuhan Kepengurusan PW periode 2015-2020.

Seminar berlangsung pada Ahad, (24/4) dimulai pada pukul 09.00 WIB,yang mengangkat tema “Pengokohan keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial” ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Razak dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menyampaikan Narkoba mengancam kita. Pemateri kedua Linda Ayu Sofviati, S.Psi (Pemerhati Psikologi) yang membahas mengenai bagaimana mewaspadai penyimpangan seksual.

Selain itu Rakorwil ini pun dihadiri oleh perwakilan Pengurus Pusat (PP) Salimah Hj.Rita Indahyati, SE yang memberikan Parenting Islami “Keluarga sebagai benteng pertama dan utama”.

Rita secara gamblang memaparkan tentang pola mendidik anak dalam keluarga dan prinsip dasar nilai keislaman yang harus diingat dalam mendidik anak-anak. Ia juga memberikan contoh tauladan dalam mendidik anak laki-laki yakni Nabi Ibrahim dan tauladan dalam mendidik anak perempuan dari kisah keluarga Ali Imran.

Seminar dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari perwakilan majelis taklim, ormas-ormas kewanitaan (Organisasi Bundo Kanduang Provinsi Jambi, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Provinsi Jambi, perwakilan Pengurus dari tingkat Daerah dan Cabang Salimah Jambi dan juga masyarakat umum.

Dalam sambutannya ketua PW Salimah Jambi Warda Sari, M.Pd mengatakan “kegiatan ini selain dalam rangka memperingati hari kartini adalah juga merupakan bukti nyata bahwa Salimah adalah ormas yang peduli terhadap nasib perempuan, anak dan keluarga Indonesia”.
“Salimah akan terus berusaha menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada dengan mempersiapkan bekal agar perempuan Indonesia terbuka wawasan serta pengetahuannya dan peduli terhadap sesama,” ungkap ketua Salimah Jambi periode 2015-2020 ini dengan penuh semangat.

Dalam materi yang disampaikan AKBP Abdul Razak menngungkap fakta bahwa sebanyak 60% penghuni penjara terkait pengguna narkoba, serta 90% dari “kelompok coba pakai” adalah pelajar hingga mahasiswa, dan sebanyak sebanyak 88% untuk “kelompok pecandu” adalah pelajar/mahasiswa.

Pada tahun 2015 penyalahguna narkoba mencapai 4.098.029 orang (2,20 %) dan diproyeksikan pada akhir tahun 2019 akan mencapai angka sebesar 4,9 %, setara dengan 7,4 juta orang.

Provinsi Jambi dalam data penyalahgunaan Narkotika sudah mencapai angka 43 ribu lebih di tahun 2015 (atau peringkat 20 nasional). Mengapa sasaran pertama pengedaran narkoba adalah anak-anak muda? Hal ini karena narkoba yang merupakan jaringan bisnis besar dan global memiliki satu tujuan politik mendasar, yaitu menghancurkan generasi muda. Selain itu ada hubungannya dengan persaingan antar negara-negara di dunia, untuk muncul sebagai negara adikuasa. Maka generasi muda dari beberapa negara yang menjadi saingan, akan dihancurkan, agar mudah untuk dikuasai.

Adapun pemateri lainnya, Linda Ayu menyampaikan paparan tentang jenis-jenis penyimpangan seksual yang terjadi di masyarakat serta ciri-cirinya, serta akibat tindakan penyimpangan seksual dan terapi mengatasinya.

Rangkaian acara Rakorwil inipun dimeriahkan dengan bazar serta demo produk dari para sponsor dan pengukuhan pengurus PW Jambi periode 2015-2020.