Salimah Kabupaten Demak gelar seminar wawasan kebangsaan

by -1 views

Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Demak mengadakan seminar wawasan kebangsaan dengan tema “Bagi Generasi Muda Salimah dalam mewujudkan Ketahanan Keluarga yang bekerjasama dengan Kesbangpolinmas Demak, bertempat di gedung kantor bupati lantai 1, Sabtu,19/10/19.

Seminar ini di hadiri kurang lebih 75 peserta dari perwakilan SMA, Mahasiswa beserta orangtua terutama ibu-ibu.

Acara diawali dengan dengan sambutan dan pembukaan oleh Bupati Demak, Muhammad Natsir, Dalam sambutannya Bupati Demak mengatakan keluarga menjadi modal utama dalam pendidikan dan salah satu yang berperan adalah Ibu, bisa kita lihat dari seorang Ibu susuan Nabi Muhammad SAW, bagaimana dia memberikan air susu kepada Nabi dengan tulus dan penuh kasih sayang. Beliau berharap untuk generasi milenial saat ini menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang menyusui anaknya dengan penuh cinta.

Hadir sebagai pembicara pertama dari Kesbangpolinmas Demak, Agus Hermawan menjelaskan untuk generasi muda sekarang harus mempunyai jiwa patriotisme yang tinggi terhadap Indonesia karena sudah hilang, maka sangat berharap kepada peserta muda yang hadir, cinta kepada tanah air lebih utama, jangan sampai kebudayaaan  kita diambil atau dipakai oleh orang luar  sehingga kita tidak mempunyai budaya, padahal budaya Indonesia sangat banyak dan beragam.

Untuk itu empat Pilar wawasan kebangsaaan yang terdiri dari dari Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila,UUD 45 dan NkRI tidak slogan saja tapi harus tertanam dalam hati ungkapnya.

Pembicara selanjutnya, Ahmad Mudhofar beliau mantan Anggota Legislatif DPRD Demak menjelaskan dari sisi generasi muda dalam keluarga. Ada tujuh model zaman anak sekarang yaitu, ketergantungan pada android, mempunyai relasi yang kuat dengan dunia maya daripada dunia nyata, rendah etika, mental yang lemah, serba instan, komunitas berhimpun dengan berbagai kesamaan.

“Sebaiknya anak dibelikan hp saat lulus SMA atau sudah masuk Perguruan Tinggi ‘terang mudhofar.

Pembicara terakhir binti kusyaiyin dari BKOW Semarang, beliau memaparkan untuk anak muda khususnya pemudi  untuk menjadi ‘Ibu’ bukan kebetulan ‘Ibu’ tapi betul jadi ‘Ibu’. Untuk mempersiapkan menjadi ibu harus kita persiapkan untuk menikah, ada berapa point yang harus kita persiapkan dan diperhatikan adalah Mental, Spiritual, Konsep, Finacial, Medical.

Semua akan bersinergi bila tujuanya adalah ibadah. Menjadi catatan untuk semua calon Ibu yang ingin menikah bahwa pernikahan itu bukan untuk bersenang- senang atau bahagia terus melainkan kita belajar permasalahan yang kita hadapi, menikah juga tidak hanya dua pasangan melainkan ada orang tua, saudara, nenek, kakek bahkan keluarga besar.

Acara di tutup dengan kesimpulan dan doa penutup oleh moderator Mutia Maksum, ketua PD Salimah Demak.

Leni M Humas Media Salimah Demak