Salimah dalam Menghadapi New Normal Life

by

Keberkahan di bulan Ramadhan telah kita jalani dengan berbagai aktifitas ibadah yang sangat intensif selama satu bulan. Ramadhan 1441 H memberikan makna tersendiri untuk kita dan keluarga dalam menjalankan ibadah. Segalanya kita jalankan dari rumah. Antara sabar dan syukur menjalankan ibadah Ramadhan di rumah saja.

Intensifnya pertemuan keluarga adalah hal yang patut kita syukuri. Namun ada keluarga yang diuji dengan PSBB, tidak bisa berjumpa dengan keluarga, apalagi ibadah bersama keluarga. Inilah ujian kesabaran.

Sabar dan syukur dalam keimanan di tengah wabah di bulan Ramadhan insyaa Allah akan menjadi pahala berlipat. Dan ini semua dalam rangka Allah bersihkan keimanan orang beriman (QS Ali Imran : 141).

Tidak mudah melakukan proses ibadah intensif untuk meraih taqwa. Ibarat seorang atlet, tidak mudah menjadi juara, kecuali harus melakukan latihan intensif dan cukup berat. Dan Allah telah memudahkan hambaNya untuk menjadi orang yang bertaqwa, dan bertambah taqwanya dengan proses ibadah intensif secara masif di seluruh permukaan bumi. Semulia-mulia derajat manusia di permukaan bumi adalah karena taqwanya (QS al Hujurat :13). Taqwa dengan segala kebiasaan disiplinnya yang akan mengantarkan setiap manusia kembali kepada fitrahnya.

Hakikat New Normal Life bagi setiap muslim adalah kembali kepada fitrah. Dengan fitrah inilah manusia akan memiliki empati, berfikir untuk kebaikan dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan kehidupan di atas permukaan bumi ini. Oleh karena itu, mengikuti aturan-aturan sebagai konsekuensi New Normal Life seperti PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), menjaga imunitas, menjaga jarak fisik, dan selalu memakai masker, adalah kebiasan baru di New Normal Life ini. Namun, panduan “the new normal” memuat garis-garis besar yang intinya adalah mengimbau masyarakat untuk peduli hidup sehat.

Physical distancing bukan dalam rangka menjauhkan manusia secara sosial dan psikis. Namun, di saat wabah ini, upaya pendekatkan secara sosial merupakan bentuk kepedulian. Dan ini adalah perilaku manusia dalam fitrahnya.

Wabah Covid 19 masih belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Mengisi hari-hari yang tidak pasti dengan melakukan aktifitas positif dan bermanfaat adalah pilihan terbaik untuk menghadapi yang pasti, yaitu kematian.

CoVid will be accepted as a usual deseaseā€¦..as same as the other deseases that also need Universal Precautions (dr. Ita Oktawati, spesialis Patologi). Maksudnya adalah bahwa nantinya Covid 19 akan menjadi penyakit pada umumnya, yang membutuhkan perlindungan diri secara umum juga.

Perilaku pencegahan penyakit infeksi yang sebelumnya hanya dilaksakan petugas medis, di New Normal Life sekarang ini, menjadi perilaku yang harus dilaksanakan oleh masyarakat umum (dr. Rima Fitriyani).

Panduan PSBB, “the new normal” adalah dalam rangka mengimbau masyarakat untuk peduli hidup sehat.

Bersama Salimah, akan ada banyak sekali aktifitas yang bisa menjadi pilihan kita untuk beramal sholeh, menambah iman, imun dan aman pangan. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khoyrot melalui kontribusi apa yang telah Allah karuniakan kepada kita untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, serta kehidupan alam semesta.

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (QS al Anbiya : 107).