Nabiku Muhammad SAW

by

Jauh berabad lalu…
Langit dan bumi digembirakan dengan lahirnya sosok bayi laki-laki yang dinanti dunia…

Dia datang membawa sinar…
Menerangi kegelapan dalam cahaya terang benderang…
Membawa cinta dan kemuliaan

Nabiku Muhammad SAW…
Selalu ada cara musuh untuk melukaimu…
Membuatmu menderita…
Membuatmu berhenti dalam menyebarkan Islam…

Namun…
Selalu ada kesabaran dalam perjuanganmu…
Selalu ada pengorbanan dalam dakwahmu…
Ada air mata mengalir deras dalam semua episode…
Ada darah mengalir untuk meninggikan agama-Nya…
Ada jiwa yang dikorbankan untuk menebusnya…

Nabiku Muhammad SAW…
Tidak ada keluhan berarti dalam lisannya…
Tidak ada kata lelah dalam perjalanannya…
Terus berdakwah membawa panji-panji kebenaran ke seluruh penjuru negri…
Hanya untuk satu kata…Laa ilaha illallah…

Nabiku Muhammad SAW…
Dalam keterbatasanmu, engkau bedoa :

اَللُّهُمَّ اِلَيْكَ اَشْكُوْ ضَعْفَ قُوَّتِي، وَقِلَّةَ حِيْلَتِيْ وَهَوَانِيْ عَلَى النَّاسِ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ، وَاَنْتَ رَبِّي، اِلَى مَنْ تَكِلُّنِيْ اِلَى بَعِيْدٍ يَتَجَهَّمُنِيْ ؟ اَوْ اِلَى عَدُوٍّ مَلَكْتَهُ اَمْرِيْ ؟ اِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيَّ فَلاَ اُبَالِيْ وَلَكِنْ عَافِيَتَكَ هِيَ اَوْسَعُ لِيْ، أَعُوْذُ بِنُوْرِوَجْهِكَ الَّذِيْ اَشْرَقَتْ بِهِ الظُّلُمَاتُ، وَصَلُحَ عَلَيْهِ اَمْرُ الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ مِنْ اَنْ تُنَزِّلَ بِي غَضَبُكَ اَوْ تَحُلُّ بِي سَخَطُكَ، لَكَ الْعَتْبَي حَتَّى تَرْضَي، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّبِكَ

Artinya:
“Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu atas lemahnya kekuatanku dan sedikitnya usahaku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Engkaulah Tuhan semesta alam, Pelindung orang-orang yang lemah dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Engkau serahkan diriku. Kepada orang yang jauh yang menyerangku ataukah kepada Zat yang dekat yang mengatur urusanku. Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Aku berlindung terhadap cahaya wajah-Mu Yang menerangi kegelapan dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat, dan kemurkaan-Mu yang akan Kautimpakan kepadaku. Engkaulah Yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya dan upaya selain dan Engkau.”

Nabiku Muhahammad SAW…
Darimu aku belajar arti ketulusan…
Ketulusan memberi dengan cinta…
Ketulusan menerima dengan kasih sayang…
Aku belajar menguasai diri dari ketamakan dunia…
Aku tertatih melatih kesabaran dalam hidup…
Mengelola diri…membersamai keluarga.. bergandengan tangan dengan sahabat… menggayuh bersama dalam dakwah…

Nabiku Muhammad SAW…
Yaaa Rasulullah…
Sungguh tinggi budi pekertimu
Indah nian akhlaq yang kau ajarkan

Andai…
Di zaman ini…di hari ini…di tempat ini
engkau membersamai kami di sini…
Akulah orang pertama menggenggam erat tanganmu..
Mendekapmu tanpa terlepas…
Kuadukan derita umat hari ini atas sepeninggalmu…
Tersebar kedzoliman..
Banyaknya anak durhaka pada orangtuanya..
Merebaknya zinah dan pembunuhan…
Yang halal menjadi satu hal yang menakutkan…
Yang haram menjadi sahabat…

Nabiku Muhammad…
Wahai kekasih hati…
Rasa ingin bergelayut mesra denganmu…
Untuk dapatkan kenyamanan dan cinta
Ingin ikut kemanapun kau pergi…
Selalu membersamaimu…

Namun..
Pantaskan jiwa ini menyertaimu?
Layakkah tubuh ini duduk berdampingan denganmu…wahai orang yang dimuliakan Allah…
Atau…
Setidaknya…adakah harapanku untuk mendapat syafaatmu…
Yang selalu dinanti umatmu…

Sungguh…
Kerinduan ini membuncah…
Tak tertahankan…
Ingin berjumpa denganmu..
Mendapat syafaatmu..

Allahumma sholli ‘ala Muhammad…

Aku dan kami semua yang merindukanmu…

Salimah Bersholawat
Jakarta, 29 Februari 2020

Sinta Santi, Lc

Ketua I Salimah