Salimah Banjarmasin Bantu Korban Banjir dengan 3M

by

Banjarmasin – Banjir Bandang yang menimpa Kalimantan selatan nampaknya belum juga surut. Melihat kondisi sekitar yang membuat egoisme diri menyusut. Belasan, bahkan puluhan Ormas berbondong-bondong bekerja sama dengan pemerintah agar masalah segera cepat usut.

Salah satunya adalah Salimah Banjarmasin.  Selain melakukan operasi P2MB (Pos Penanggulangan Musibah dan Bencana), Salimah Banjarmasin juga berhasil Menjalankan prinsip 3M yang berarti Mat (tikar), Meal (makanan) dan Man (orang).

Sesuai dengan prinsip Meal, Salimah Banjarmasin membuat 3 buah Dapur Umum yang berada di 3 kecamatan yang memberdayakan rumah para Pengurus Salimah Banjarmasin. Ketiga dapur umum ini berhasil menyediakan makanan siap saji tiap hari dalam jumlah ribuan. Sehingga dapat menopang kebutuhan pokok orang-orang yang terdampak banjir.

Mat yang berarti tikar, didefinisikan oleh Salimah Banjarmasin sebagai sebuah prinsip yang menyediakan tempat berteduh yang aman nan nyaman. Oleh karena itu, Salimah Banjarmasin mengelola sebuah tempat pengungsian, dimana para warga yang terdampak banjir dan kesulitan, memiliki sebuah tempat untuk berbaring dan berteduh selagi menunggu keadaan untuk berhenti lusuh ditempat yang kering dan tidak kumuh.

Tercatat, puluhan Pengurus dan Relawan Salimah Banjarmasin yang siap mengorbankan harta, tenaga dan fikirannya untuk mengayomi masyarakat. Mulai dari Dapur Umum yang memasak makanan, menyalurkan ribuan bantuan kepada yang membutuhkan, menemui para pengungsi yang psikologinya diberikan penguatan, hingga membantu para warga yang rumahnya masuk air bagaikan puluhan keran, untuk bisa mengungsi ketempat yang aman. Ini merupakan perwujudan dari prinsip Man.

Melihat keadaan yang masih belum pulih secara fakta dan opini, Salimah Banjarmasin memutuskan untuk mengambil sebuah langkah berani yang bisa mengetuk hati nurani. Salimah Banjarmasin memutuskan untuk mengafiliasikan diri, dengan komunitas Ojek Online (OJOL) yang mulai menjamur akhir-akhir ini.

Hal ini membuat bertambahnya satu lagi, mitra Salimah Banjarmasin dalam membangun negeri yang sebelumnya telah diisi dengan ACT Kalsel, Piyan Food, Alisa Khadijah Banjarmasin, Pempek Jepang, dan PROKAMI. Tak tanggung-tanggung, para OJOL pemberani ini dan Salimah Banjarmasin membersamai diri dalam menyusuri, daerah-daerah yang banjirnya lebih tinggi.

Perjuangan para Pengurus dan Relawan Salimah Banjarmasin masih menyisakan banyak kisah yang menyayat hati. Salah satunya adalah kisah yang tercatat pada Kamis malam (21/1). Pengurus Salimah masih sibuk berperahu menyusuri dan membagi-bagikan donasi. Ternyata, di sebuah gubuk tua yang terendam banjir setinggi mata kaki, terdapat sepasang lansia dalam keadaan yang mengenaskan. Ketika ditanyakan, apa yang menopang hidup mereka selama berhari-hari. Ternyata, hanya makanan yang sudah basi, sudah lagi tak layak saji, layaknya makanan sisa-sisa bumi, itulah yang menggerogoti tenggorokan sejoli tua ini.

Seperti biasa selama 2 hari terakhir, Pengurus dan Relawan Salimah berhasil membagikan amanah para donatur lebih dari 2000 porsi makanan siap saji.

Humas Salimah Banjarmasin