Tanya Jawab Islam bersama Salimah

by

Narasumber: Ustadzah Dariantini, SPdI, MA
Dewan Pertimbangan Salimah Wilayah Sumut

Tanya:

Banyak orang membuat status di sosmed tentang ibadahnya, lengkap dengan foto. Misalnya, ikut kegiatan pengajian, bikin kegiatan sosial, atau menceritakan prestasi anak-anaknya. Apakah ini disebut riya’?

Jawab:

Pada asalnya, yang disebut riya’ adalah menampakkan sesuatu perbuatan dengan tujuan untuk mendapat perhatian atau pujian manusia. Allah mencela sikap riya’ karena merupakan lawan dari sikap ikhlas. Dan Rasulullah menyebutnya dengan syirik kecil.

Namun demikian, tidak semua orang yang menampakkan amalnya pasti riya’. Bisa jadi orang yang melakukan itu karena hendak memotivasi orang lain untuk melakukan kebaikan, atau untuk berbagi kebahagiaan, dll.

Selama niat ikhlas tetap bisa dijaga, Allah tidak melarang seseorang menampakkan amalnya. Allah berfirman dalam Quran surah Al Baqarah ayat 271:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ
فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Namun tentu saja menyembunyikan amal kebaikan jauh lebih utama dan dapat lebih menjaga hati dari gangguan syaitan.

Wallahu a’lam bishshawab.