Peserta Ungkap Berbagai Problem Keluarga dalam Webinar KOB Salimah Gorontalo

by

Gorontalo (21/1) – Komunitas Orang Tua Bijaksana (KOB) Bidang Pendidikan dan Diklat Pimpinan Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Provinsi Gorontalo menggelar webinar bertema Ketahanan Keluarga Di Masa Pandemi. Kegiatan yang laksanakan secara virtual ini mengundang antusias peserta dan dihiasi dengan konsultasi berbagai problem keluarga.

Dalam sambutannya saat membuka acara Ketua PW Salimah Provinsi Gorontalo, Siti Rachmi Masie menyampaikan syukur karena kegiatan KOB senantiasa mendapat sambutan dari masyarakat. Dalam kesempatan itu Rahmi juga mengajak peserta webinar yang notabene adalah anggota KOB untuk tidak putus belajar ilmu parenting sebagai pengetahuan yang wajib dimiliki oleh setiap orang tua.

Hadir sebagai pemberi materi dalam kegiatan webinar Ustazah Nur Hamidah, Lc, M.Ag. Alumni S1 Universitas Al Azhar Mesir ini memulai penjelasan dari 4 tipe keluarga.

“Ada tipe keluarga arena tinju, tipe kuburan, tipe pasar, dan soliditas sekolah,” ujarnya.

Ibu tiga anak ini selanjutnya menguraikan bahwa keluarga tipe arena tinju menggambarkan kondisi keluarga yang senantiasa saling menyerang. Sedangkan tipe kuburan menggambarkan keadaan keluarga yang malas saling sapa karena sibuk dengan gadget. Keluarga tipe aktivitas pasar mewakili situasi anggota keluarga yang hanya sekedar mengambil manfaat sendiri-sendiri. Terakhir tipe soliditas sekolah mengacu ada keadaan saling asah, asih, dan asuh antara sesama anggota keluarga.

Selanjutnya kegiatan yang dipandu oleh Indri Afriani Yasin ini banyak dihiasi pertanyaan seputar persoalan keluarga. Permasalahan di unit terkecil masyarakat mulai dari terhambatnya komunikasi suami istri sampai dengan persoalan poligami dan pelakor dijawab dengan sangat jelas dan rinci oleh pemateri.

“Rasanya masih ingin banyak dapat pencerahan, tapi kegiatan sudah harus diakhiri,” ujar Indri, Doktor jebolan Universitas Ehime Jepang yang dipercaya menjadi moderator seminar.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 WITA ketika kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 50 anggota KOB Provinsi Gorontalo ini ditutup setelah berlangsung selama 4 jam.