Ketahanan Keluarga Ideal Salimah

by

Penulis: Susi Lismaenah, PC Salimah Jonggol

Salimah sebagai Ormas yang peduli terhadap perempuan, anak dan keluarga Indonesia semakin gencar melakukan aksinya dalam memperjuangkan kualitas hidup perempuan. Seperti yang di himbau oleh Ketua Umum PP Salimah ( Ibu Ir. Etty Praktiknyowati ) kepada seluruh pengurus Salimah dari tingkat Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Daerah (PD),  Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Ranting (Pra) agar terus memperbaiki kualitas pengurus, kuantitas amal, dan terus berkoordinasi melalui sarana dan prasarana yang sesuai dengan masa pandemi sekarang ini.

Dan benar saja looh… kami yang berada di Pimpinan Cabang (PC) Jonggol pun merasakan gairah himbauan itu sampai di kami. Tidak kalah semangatnya  ketua PC Jonggol ( Ibu. G. Lestari, Amd.Gz)  terus memberikan arahan sehingga terbentuklah team yang solid in syaa Allohu. Beliau mengharapkan segala aktifitas Salimah memberikan dampak yang baik pada ketahanan keluarga. Pembinaan pada masing masing kader baik mental dan spiritual, diharapkan dapat membentuk keadaan keluarga yang solid, sejahtera, dan maju serta memiliki dasar keagamaan yang kokoh. Karena hal hal tersebut itulah kita akan mampu menghadapi segala godaan dan serangan dari luar yang berpotensi merusak ketahanan keluarga. Jika ketahanan keluarga baik maka akan lahirlah generasi yaang akan mampu mengemban amanah sebagai khalifah filardi, mengelola bumi Alloh, menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan keadilan.

Kegiatan melakukan istigfar 100x  dan infak Rp. 2000 setiap Jum’at pagi, sudah memberikan contoh kebiasaan yang baik, ditambah lagi kegiatan Jum’at berkah yang bersinergi dengan para donatur sedekah langsung, memberikan sedikit angin sejuk bagi mereka yang memang membutuhkan bantuan di masa serba sulit sekarang ini. Bisa dibayangkan jika banyak titik yang melakukan uluran tangan seperti ini, tentu tak perlu lah ada lagi yang meminta, adanya memberi dan memberi.

Begitupun dari segi ekonomi, Salimah PC Jonggol senantiasa berupaya menghasilkan ide-ide kreatif agar ketahanan pangan keluarga terjaga, dengan hadirnya Salimah Food misalnya  yang mengajak konsumen bukan hanya mengkonsumsi tapi juga mengupayakan sebagai usaha sampingan keluarga dengan dipermudahnya nggota untuk mendirikan outlet Salimah Food.

Pemberdayaan ketahanan pangan keluarga juga dilakukan dengan edukasi Budidaya Ikan dalam ember (Budikdamber), ataupun Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) yang diharapkan jika dilakukan dengan benar bisa panen dan membantu mengurangi pengeluaran dapur. Apalagi di masa pandemi ini banyak kepala keluarga yang terpaksa berhenti kerja karena pengurangan karyawan ataupun karena pembatasan sosial berskala besar. 

Tidak hanya disitu saja, departemen ekonomi Salimah PC Jonggol juga peduli terhadap lingkungan dengan gerakan Bank Jelantahnya. Sasarannya tentu para Ibu, yang setiap hari bertemu Jelantah. Mungkin perlu banyak yang membuka wawasan tentang ketahanan keluarga, sehingga hal hal kecilpun seperti membuang jelantah tidak dilakukan lagi, karena buktinya toh jelantahpun bisa berubah jadi bahan bakar yang terbarukan, bisa berubah jadi rupiah bagi mereka yang paham. Tidak kurang dari 1000 liter jelantah limbah rumah tangga bisa terkumpul dalm kurun waktu 6 bulan terakhir, ini baru satu titik dikawasan Jonggol yang belum semua warganya berpartisipasi. Bagaimana jika semua cabang Salimah atau semua rumah tangga ikut serta….! Masya Alloh

Ketahanan keluarga dari segi kesehatanpun tak luput dari pantauan Salimah, terbukti dengan diupayakannya Mitra dari Rumah Sakit Besar setempat, Alhamdulillah Rumah Sakit Permata Jonggol bersama Salimah kerap memberikan seminar kesehatan online yang bisa disimak melalui Zoom ataupun FB.

Semoga Salimah bisa mewujudkan visi periode tahun 2020-2025, yaitu menjadi ormas perempuan pelopor dalam meningkatkan kualitas perempuan, keluarga, dan anak Indonesia, dan Semoga Salimah dengan segala aktifitasnya yang melangit (aktifitas yang mengharap Ridho-NYA) bisa mewujudkan Ketahan Keluarga yang Ideal di dalamnya, kalau perlu menciptakan ibu rumah tangga yang mandiri secara finansial tanpa meninggalkan kewajiban utamanya untuk keluarga tercinta.