Membangun Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

by

Penulis: Mujiyati, SPd, Pengurus Salimah

Keluarga merupakan pondasi peradaban. Jika ibu baik secara kepribadian, maka keluarga juga akan menjadi baik.Sehingga berdampak pada terbentuknya masyarakat yang baik dan bangsa berkualitas. Karena itu ibu dan keluarga menjadi sekolah awal dari perbaikan.

Ketahanan keluarga Indonesia menjadi bukti komitmen Salimah terhadap pembentukan generasi yang berkualitas. Hal ini selaras dengan visi dan misi Salimah.Visi Salimah yaitu menjadi ormas muslim yang dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan ,keluarga, dan anak Indonesia.Sedangkan salah satu misi Salimah adalah meningkatkan peran serta Salimah dalam upaya pemberdayaan perempuan dan pengokohan keluarga dan perlindungan anak.

Undang-undang perlindungan anak adalah salah satu bukti upaya pemerintah dalam melindungi keluarga. Kekuatan dan ketahanan keluarga  yang sakinah, mawadah, warohmah merupakan faktor utama bagi kuatnya pondasi satu negara. Sehingga persoalan-persoalan yang bisa mengikis nilai-nilai ketahanan keluarga harus dituntaskan.

“Kasus-kasus perselingkuhan ,maraknya aborsi, hamil diluar nikah, meningkatnya angka perceraian, tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga, harus bisa dituntaskan bila kita menginginkan negara ini menjadi negara yang kuat, damai dan mampu tampil menunjukkan harga dirinya di hadapan dunia internasional. Karena keluarga yang kuat ,keluarga sakinah adalah pondasi bagi kuatnya suatu negara sementara keluarga yang rapuh akan mendorong suatu negara menjadi lemah dan runtuh.”

Untuk menciptakan  tatanan negara yang baik, maka dibutuhkan keluarga-keluarga yang harmonis, sebagai unit sosial asasi bagi masyarakat. Saat ini kualitas keluarga di Indonesia menurun seiring dengan adanya pandemi covid-19 ini, makin banyaknya perceraian, kekerasan dalam dalam rumah tangga, keadaan ekonomi keluarga yang memprihatinkan bahkan sampai terjadinya pembunuhan anak oleh orang tuanya. Hal ini terjadi karena kesulitan ekonomi yang berkepanjangan. Bertambahnya masyarakat miskin karena tidak mempunyai penghasilan tetap. Sehingga ketahanan ekonomi keluarga menjadi sangatlah rapuh. Perempuan usia dewasa muda(17-30 thn) banyak yang mengalami kawin cerai dan terpaksa menjadi single parent. Bahkan dengan adanya pandemi covid-19 ini banyak anak-anak yang meninggalkan tugas dari sekolah untuk bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah. Kondisi ini terjadi antara lain juga disebabkan karena kurangnya kesadaran yang orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka, kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Ditambah pula apabila dalam keluarga tersebut ada yang terpapar covid – 19 maka hal itu merupakan suatu ujian yang  berat dan tidak mudah untuk dilaluinya.Kurangnya kedekatan hubungan ruhiyah dengan Allah SWT dari keluarga itu menambah masalah yang susah untk mencari jalan solusinya.

QS At-Taghabun:14, “Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni( mereka) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Dalam kondisi pandemi yang saat ini masih kita jalani,untuk membangun ketahanan keluaga  perlu adanya kemauan yang kuat untuk merubah diri dari masing-masing anggota keluarganya dan memperhatikan fungsi dan peran dalam keluarga tersebut . Mulai dari ayah, ibu hingga anak-anaknya serta mampu mengelola masalah-masalah yang timbul dalam keluarga dengan penyelesaian yang baik. Saling mensupport ,saling menguatkan,saling menerima dengan iklhas bahwa kejadian apapun dalam hidup ini adalah tidak terlepas dari ikut campur tangan Allah SWT.Hal ini sesuai FirmanNya  yg terdapat di QS.Ar-Ra’d:11 yang bunyinya

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Komunikasi yang terbangun baik antar anggota keluarga akan mampu memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan kepada penghuninya. Kekuatan iman tiap anggota keluarga sangat dibutuhkan untuk modal  menciptakan keharmonisan dan ketahanan keluarga.Kedekatan dan hubungan yang baik kepada Allah SWT untuk menjalankan syariatNya serta menjalankan nilai-nilai agama  dengan benar sehingga akan terbentuk keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, membina hubungan keluarga dengan lingkungan agar terjalin komunikasi dan hubungan yang harmonis dalam kehidupan sehari-hari serta menanamkan sifat sifat qana’ah dalam keluarga agar nikmat yang diberikan Allah SWT dapat disyukuri karena sifat syukur akan mendatangkan keberkahan dan rahmat dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Wallahu ‘alam bishshowab.