Peran Keluarga dalam Pembangunan Nasional

by

Penulis: PD Salimah Tanggamus, Lampung

Keluarga merupakan tempat dimana lahirnya generasi penerus bangsa. Sebab dimulai dari sebuah keluarga, akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang akan menjadi kebanggaan di masa depan. Dimana tunas-tunas itu kelak bisa menjadi sebuah pohon yang rindang dan kuat akarnya, sehingga keberadaannya mampu menjadi kontributor terbaik dalam membangun keutuhan suatu bangsa yang penuh dengan keberagaman. Keluarga menjadi salah satu bagian dari pilar bangsa yang memiliki potensi substansial, guna mewujudkan kualitas generasi yang berakhlak baik dan bermoral. Melalui sebuah keluarga, pembentukan sifat dan karakter itu dimulai.

Dalam konteks pembangunan sosial di Indonesia, pembangunan keluarga merupakan salah satu isu tematik dalam pembangunan nasional. Upaya peningkatan pembangunan nasional tidak bisa lepas dari pentingnya sebuah keluarga. Dimana keluarga yang terbina dengan harmonis menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan pranata sosial, sehingga hal ini perlu diperhatikan. Karena kekuatan pembangunan nasional dimulai dari akar yang paling terkecil, dan akar tersebut adalah keluarga sebagai komunitas mikro dalam masyarakat.

Kita semua pasti setuju jika keluarga adalah lembaga pendidikan pertama bagi setiap
individu. Dimana pendidikan dalam keluarga mampu memberikan arah yang benar bagi setiap individu untuk menjalani alur kehidupannya di masa mendatang, tentu dengan catatan jika pendidikan dalam keluarga tersebut dilakukan dengan benar. Sehingga pendidikan tersebut mampu dijadikan acuan dalam terbentuknya sebuah tatanan masyarakat yang baik guna menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang dinamis. Dan kehidupan mampu berjalan lebih terarah dengan mengedepankan etika dan norma-norma kehidupan.

Secara yuridis, peran penting keluarga tertera pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Dalam Peraturan Pemerintah ini sangat jelas menyebutkan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan nasional.

Berdasarkan point tersebut, dapat disimpulkan bahwa agar mampu menjalankan perannya secara maksimal, maka lebih jauh lagi perlu adanya pembinaan yang harus dikembangkan bagi sebuah keluarga agar menjadi keluarga yang sejahtera. Mengingat keluarga sebagai unit terkecil dan memiliki peran yang sangat fundamental. Ini berarti bahwa dengan adanya keluarga yang sejahtera, ketahanan keluarga mampu tercipta dan terbangun secara otomatis di dalamnya. Sebab keluarga yang sejahtera merupakan pondasi dasar, bagi keutuhan kekuatan serta keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan suatu bangsa. Sebaliknya keluarga yang jauh dari harmonis, dimana di dalamnya rentan perselisihan dan tercerai-berai bisa mendorong lemahnya pondasi kehidupan masyarakat dan bangsa, bahkan negara.

Disinilah titik utama, betapa pentingnya penguatan ketahanan keluarga itu sangat diperlukan oleh keluarga. Dalam upaya menghadapi permasalahan-permasalahan sosial di dalam masyarakat dan bangsa. Yang merupakan salah satu dari unsur terpenting dalam pembangunan nasional yang selaras dan berkesinambungan. Bagaimana sebuah keluarga bisa menjadi lembaga yang mampu mencetak generasi penerus bangsa yang handal, dan bisa menjadi sumber daya manusia yang efektif. Jika tidak ada pembinaan di dalamnya.

Jika tidak ada keterikatan yang melekat dan dekat diantara anggota-anggotanya. Bagaimana keberadaannya mampu memberikan sebuah sumbangsih dalam terbentuknya pembangunan nasional yang terarah, jika tidak ada ketegasan yang lugas dalam membentuk tatanannya. Yang mampu dijadikan sebuah pagar, dan berfungsi
sebagai ketahanan dalam keluarga. Disinilah sebuah ketahanan keluarga mengambil peran. Sebagai unit terkecil yang mampu memberikan imbas luar biasa bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, bangsa, bahkan negara. Jika para pengemudi dalam unit terkecil itu mengetahui apa dan bagaimana perannya, dan mampu mengoptimalkan diri dalam menjalankan masing-masing perannya tersebut dengan pengetahuan yang mempuni, serta kesadaran yang bersandar pada Tuhan, maka bukan lagi suatu hal yang mustahil untuk bisa mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang baik, dimana keberadaannya mampu memberikan kontribusi baik pada pembangunan nasional yang lebih arif.

Sebuah keluarga yang memiliki pengetahuan serta pemahaman tentang ketahanan keluarga yang baik, akan mampu bertahan dengan perubahan struktur, fungsi, dan peranan keluarga yang selalu berubah-ubah sesuai perkembangan yang ada. Sebab individu dan keluarga yang mampu bertahan di dalam perubahan lingkungan dan perkembangan dinamika yang beraneka, akan berpotensi memiliki ketahanan keluarga yang sangat kuat. Sehingga tidak ada karat yang mampu membuat sekat, dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional secara tepat.

Sebuah keluarga dikatakan memiliki tingkat ketahanan keluarga yang tinggi apabila
memenuhi beberapa aspek berikut ini, yaitu:

  1. Ketahanan fisik, yaitu terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, perumahan,
    pendidikan dan kesehatan;
  2. Ketahanan sosial, yaitu berorientasi pada nilai agama, komunikasi yang efektif, dan
    komitmen keluarga tinggi;
  3. Ketahanan psikologis, yang meliputi kemampuan penanggulangan masalah nonfisik, pengendalian emosi secara positif, konsep diri positif, dan kepedulian suami terhadap istri.

Jadi jangan anggap enteng keberadaan unit terkecil ini. Sebab dimulai dari yang terkecil, jika baik pembentukannya maka ketahanan keluarga itu akan tercipta. Sehingga keberadaanya bisa menjadi sebuah kontributor yang sangat bernilai dan beretika, dalam mewujudkan tujuan bangsa dan pembangunan nasional yang menyeluruh dengan lebih mengedepankan etika dan moral di dalamnya.