Salimah Serahkan Bantuan 1 Milyar untuk Palestina

by

Jakarta (21/5) – Persaudaraan Muslimah (Salimah) menyerahkan bantuan dana sebesar Rp1 Milyar untuk masyarakat Palestina. Penyerahan donasi dilaksanakan secara simbolis oleh Ketua Umum Salimah dalam acara Munasarah Virtual pada Jumat (21/5).

Munasarah yang mengangkat tema “Perempuan Indonesia Bersatu Mendukung Kemerdekaan Palestina” disiarkan secara langsung melalui Zoom dan Youtube Persaudaraan Muslimah.

Ketua Umum Salimah, Etty Praktiknyowati mengatakan, donasi dikumpulkan oleh pengurus Salimah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penggalangan dana tersebut dilaksanakan sejak bulan Ramadhan.

“Hari ini kami menyerahkan dana sebesar Rp1 Milyar kepada Ketua Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP). Dana tersebut kemudian akan disatukan bersama dana yang terkumpul dari 10 organisasi yang tergabung dalam KPIQP. Selanjutnya akan disalurkan kepada rakyat Palestina melalui Adara Relief Internasional,” jelas Etty.

Pendiri KPIQP terdiri dari 10 organisasi perempuan Indonesia, yaitu PB Wanita Al-Irsyad, PP Muslimat Mathla’ul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, PP Muslimat Dewan Dakwah Indonesia, PP Salimah, PP Wanita PUI, PP Wanita PERTI, PP Wanita Islam, PP IGRA Nasional, dan Adara Relief International.

Munasarah hari ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan Salimah pada perjuangan rakyat Palestina, khususnya perempuan dan anak-anak. Dalam acara ini Etty membacakan pernyataan sikap Salimah terkait penyerangan Palestina oleh Zionis Israel.

“Salimah mengutuk agresi militer yang dilakukan Zionis Israel kepada rakyat Palestina.” Demikian salah satu butir pernyataan sikap Salimah. Salimah juga mengutuk semua pihak yang membantu penyerangan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap serta menghukum seberat-beratnya pelaku kejahatan kemanusiaam.

Salimah juga menyeru seluruh rakyat Indonesia untuk memberi kontribusi baik melalui dana, doa, maupun postingan di media sosial dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah PP Salimah, Nurhamidah menyampaikan orasi tentang sejarah Palestina. Menurutnya, ayat Al-Qur’an yang menceritakan Baitul Maqdis turun di Makkah. Hal ini bermakna bahwa Palestina tidak hanya tentang HAM, tetapi juga menyangkut aqidah seorang muslim.

Hal ini bermula dari diutusnya Nabi Ibrahim berserta anak-anaknya yang membangun Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Masjidil Haram dipelihara oleh keturunan Nabi Ismail, yaitu Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Masjidil Aqsa dipelihara oleh keturunan Nabi Ishaq hinga Nabi Isa. Nama Palestina sendiri disebut oleh Romawi untuk suku Kan’an Hebron dengan campuran kabilah Arab.

Nurhamidah juga menjelaskan bahwa Nabi Mihammad merupakan Rasul yang diamanahkan untuk menjaga Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Hal ini diisyaratkan dalam peristiwa Isra Mi’raj yang termaktub dalam surat Al Isra ayat 1.

Selanjutnya Ketua KPIQP, Nurjannah Hulwani, menyampaikan update kondisi Palestina. Menurutnya, hari ini kita mendapatkan kabar gembira tentang kemenangan warga Palestina. Masyarakat di semua titik wilayah Palestina baik di Al Quds, Gaza, Tepi Barat, dan pengungsian mengucapkan takbir.

“Kita menyebut ini sebagai kemenangan sementara. Karena gencatan senjata yang diminta oleh Israel tidak akan menghapus kejahatan kemanusiaan Israel terhadap Gaza,” ungkapnya.

Nurjannah juga menceritakan bahwa penduduk Gaza memiliki mental baja. Mereka tidak pernah menyerah meski digempur dan diblokade oleh penjajah. Dalam beberapa kali perang, selalu Israel yang menyerah dan meminta gencatan senjata.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua 1 PP Salimah, Sinta Santi.