Awali Pekan Koperasi Nasional, PP Salimah Selenggarakan Diskusi Panel Nasional dan Grand Launching Aplikasi K@SI

by

Jakarta – Pada Ahad (11/7) PP Salimahselenggarakan Diskusi Panel Nasional secara virtual bertajuk  “Peran Digitalisasi Koperasi Sebagai Solusi Bagi UKM”. Dilakukan secara daring mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB melalui ruang Zoom dan kanal YouYube Persaudaraan Muslimah, acara ini menghadirkan tokoh-tokoh yang kompeten di bidangnya sebagai pembicara. Diantaranya yang hadir yakni Ir. Luhur Pradjarto, MM selaku Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementrian Koperasi dan UKM RI (menggantikan Menteri Koperasi dan UKM RI yang berhalangan), Diana Yumanita selaku Deputi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (mewakili Direktur Bank Indonesia), Wijayanto, ST, MM selaku Group Head Digital Bank Business BSI serta Dr. Nursanita Nasution, SE, Ak, ME, CSRA selaku Ketua KSSI. Dalam acara ini juga dilaksanakan peluncuran K@SI mobile, sebagai alternatif aplikasi untuk bermacam  transaksi.

Bertindak selaku MC yaitu Rusmiyati, sedangkan sesi diskusi panel dipandu oleh Sylvia Veronica Siregar selaku moderator. Mengawali acara, Ir. Etty Praktinyowati selaku Ketua Umum PP Salimah, memberikan sambutannya. “Semoga koperasi selalu hadir dan relevan sebagai solusi bagi perempuan dan keluarga Indonesia. Salimah mendukung transformasi digitalisasi koperasi untuk merealisasikan relevansi ini dan memajukan koperasi di Indonesia. Rangakaian kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan pada program pemerintah dalam menyejahterakan UKM masyarakat melalui koperasi, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga Indonesia,” tuturnya.

Pandemi menimbulkan efek negatif salah satunya pada ranah ekonomi, terlihat dari meningkatnya pengangguran dan kemiskinan akibat PHK. Oleh karenanya, Salimah berupaya dengan cara membantu anggota koperasi mengakses program pemulihan ekonomi nasional di Kementrian Koperasi dan UKM  agar tetap dapat produktif. Sebagai informasi, lembaga koperasi di Salimah sudah berjalan sejak tahun 2006. Terdiri dari unit koperasi sekunder bernama Inkossuma (Induk keluarga Kossuma Indonesia), unit koperasi primer bernama Kossuma (Koperasi syariah serba usaha Salimah) yang tersebar di tingkat kabupaten/kota, dan unit koperasi  primer berskala nasional bernama KSSI (Koperasi Salimah Sejahtera Indonesia).

“Prinsip gotong royong yang menjadi ruh koperasi merupakan implementasi perintah Allah yakni  semangak untuk saling tolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip tersebut yang menjadi motivasi dasar Salimah mendirikan koperasi yang profesional dan amanah. Tujuannya adalah untuk bersama gotong royong membantu anggota, pengurus juga masyarakat dari tantangan persoalan ekonomi di saat pandemi, serta mendorong berkembangnya usaha koperasi dan anggotanya,” lanjutnya.

Selain dihadiri oleh ratusan partisipan, acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini, juga dibanjiri ucapan tahniah serta apresiasi dari berbagai kalangan. Berikut kami himpun diantaranya, “Indonesia hari ini meuju era digitalisasi, pandemi membuat kebutuhan akan internet meningkat. Sebab itu kami mengapresiasi peluncuran aplikasi K@SI. Kami yakin Kossuma dapat menjadi kekuatan ekonomi besar di masa datang, sebagai bagian terpenting dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” (Nelly Nailatie Maarif, MBA selaku Ketua Presidium BMIWI).

“Semoga Salimah dengan koperasi syariah yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia, dapat semakin maju berkembang memberi manfaat besar pada masyarakat dan bangsa, dalam rangka membangun peningkatan ekonomi keluarga dan ketahanan ekonomi nasional,” (Aan Rohanah selaku Ketua DPSP).

 “Selamat kepada Salimah atas grand launching-nya. Semoga para anggota koperasi dapat secara konsisten mengangkat perekonomian dan pembangunan. Acara ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kemampuan, serta sebagai dedikasi dalam memajukan para wanita Indonesia,” (Dr. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, M.Pd selaku Ketua Kongres Wanita Indonesia).

“Semoga kegiatan ini sukses dalam rangka membangun keluarga di Indonesia menjadi keluarga yang bermartabat secara ekonomi (punya kegiatan bernilai ekonomi). Jika ekonominya kuat, maka akan terbangun keluarga bermartabat dan punya marwah., sehingga tak mudah dibujuk rayu dalam keadaan apapun (mandiri). Ekonomi Islam harus kuat, sebab Nabi ajarkan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah,” (Hj. Marfuah Musthofa, M.Pd selaku Ketua PP Wanita Islam).

Beranjak ke acara selanjutnya yaitu penyampaian materi oleh Luhur Pradjarto, mengenai peran digitalisasi koperasi sebagai solusi UMKM, sekaligus membuka acara pekan koperasi Salimah dan peluncuran K@SI mobile.

“Apresiasi kepada Salimah melalui momentum ini, sebagai dukungan program koperasi modern dalam menunjang target penaikan kelas UMKM dan koperasi. Momentum ini merupakan keniscayaan akibat pandemi, karena saat ini mereka yang terhubung secara digitalah yang punya daya tahan lebih, khususnya dalam menghadapi turbulensi ekonomi. Meski begitu, kami dari Kementrian optimis terhadap pertumbuhan ekonomi setelahnya, karena pemerinta telah memfasilitasi reakitvasi dan penumbuhan kembali koperasi/UMKM pasca pandemi, melalui berbagai kemudahan yang dipayungi oleh UU Cipta Kerja No.7 Tahun 2001. Digitalisasi koperasi akan menjawab tantangan teknologi, dan menjadi langkah strategis dalam efisiensi dan efektivitas pelayanan koperasi. Mari bersama kokohkan koperasi dan dorong pemulihan ekonomi masyrakat Indonesia,” paparnya.

Bahasan selanjutnya adalah mengenai peluang kerjasama perbankan dengan koperasi dalam bertahan di era pandemik, yang dibawakan oleh Diana Yumanita. Pelaksanaan vaksin mendorong perbaikan perekonomian domestik. Indikatornya berupa meningkatnya ekspektasi konsumen dan penjualam online. Sektor yang tetap tumbuh positif selama pandemi diantaranya pangan, kesehatan, komunikasi dan sosial. Ini menjadi harapan dan peluang untuk kita.

“Ekonomi syariah adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kini industri halal menjadi daya tarik bahkan bagi negara non muslim, terlihat dari nilai etika Islam yang mendasari praktik bisnis dan lifestyle yang ada kini. Sehingga kedepan Indonesia punya visi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sebab punya modal penduduk muslim yang besar. Perlu diingat kata kunci dalam keberhasilan pengembangan ekosistem halal ekonomi syariah, yakni inovasi, komunikasi dan sinergi,” jelasnya.

Tak kalah menarik materi yang disampaikan berikutnya oleh Wijayanto, terkait pemanfaatan perkembangan IT di era/paska pandemi. “Saat ini kita memasuki revolusi industri 4.0, yang ciri utamanya tingginya konsumsi barang atau teknologi informasi. Pandemi sebabkan kita alami perubahan perilaku, contohnya shifting digital transaction. Oleh karena itu, peluncuran aplikasi mobile untuk koperasi seperti seperti K@SI ini menjadi solusi praktis untuk pelaku bisnis terutama di ranah perbankan. Selain itu hal ini merupakan langkah positif dan signifikan di masa sekarang ini. Semoga inisiatif  Salimah ini dapat menjadi contoh yang bermanfaat untuk perkembangan ekonomi, terutama berbasis digital di Indonesia. Melalui kerjasama ini, kami akan selalu support (teknologi) yang sekiranya dibutuhkan oleh aplikasi K@SI kedepannya.” terangnya.

Materi terakhir disampaikan oleh Nursanita Nasution, terkait strategi KSSI memanfaatkan IT di era pandemi. “KSSI berfokus pada layanan jasa keuangan dan dana pembiayaan berbasis IT secara nasional. K@SI hadir untuk mempercepat transaksi antar anggota, sebagai jawaban dari permintaan masyarakat di era digital living, terutama selama pandemi. Adapun strategi yang dilakukan adalah melalui kolaborasi (contoh dengan BSI) serta perluasan basis keanggotaan (terutama menyasar kalangan milenial), dengan memberikan layanan yang sangat mudah dalam setiap aktivitas cash in dan cash out melalui K@SI ini,” paparnya.  Selamat hari koperasi nasional yang ke 74, bersama Salimah kita tingkatkan ekonomi nasional keluarga Indonesia.
 
Oleh: Ana Mukhlisin, Farandiza Rosalia (PC Salimah Bojonggede, PD Salimah Kab Bogor)