Gerakan Sayangi Anak Yatim dalam Talkshow Salimah

by

Jakarta, 11/08/2021 – Tahun baru 1443 H menjadi momentum Salimah untuk kembali menggelar acara talkshow secara daring dengan tema “Gerakan Sayangi Anak Yatim Indonesia”.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri hampir 200 orang anggota Salimah.

Titin Suwarni yang merupakan ketua pelaksana pada acara tersebut mengatakan bahwa acara ini merupakan syiar Muharram 1443 H dan bentuk kepedulian Salimah dengan anak yatim terutama dengan adanya dampak pandemi saat ini.

Adapun menurut Sinta Santi selaku ketua I PP Salimah dalam sambutannya mengatakan, “Setiap orang mampu menikmati dan melewati bulan Muharram dengan berbagai aktifitas, tetapi tidak semua orang mampu mengambil moment ini sebagai upaya untuk melakukan perbaikan diri”.

“Oleh sebab itu sikap dan welas asih kita untuk merangkul dan mengayomi anak yatim sangatlah diperlukan”, Kata Sinta melanjutkan.

Samirah sebagai narasumber pertama pada talkshow kali ini menyampaikan ada beberapa keutamaan bagi orang yang menyantuni anak yatim.

” Di hari Kiamat kita akan berdekatan dengan Rasulullah, rumah kita menjadi rumah terbaik karena di dalamnya ada anak yatim, menjadikan harta kita diberkahi dan akan mendapatkan pengembalian dari Allah, dan akan mendapatkan jaminan surga,” papar Samirah yang merupakan staff di Departemen Dakwah PP Salimah.

Lebih lanjut Samirah mengatakan bahwa Allah akan memberikan perlindungan, petunjuk dan mencukupkan rezeki orang-orang yang menyantuni anak yatim.

Departemen dakwah Salimah melalui program P2AYD (Program Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa) ternyata juga mendulang sukses dalam pengelolaannya.

Hal ini disampaikan oleh Sundari sebagai ketua BAYD (Bina Anak Yatim dan Dhuafa) PD (Pimpinan Daerah) Salimah Sukoharjo.

“Saat ini BAYD Salimah Sukoharjo sudah mampu mendirikan wisma dan asrama yatim dan dhuafa,” kata Sundari menjelaskan.

Sejak peletakkan batu pertama pada tahun 2012 BAYD Salimah yang memiliki gedung sendiri di atas tanah wakaf seluas 200 Meter persegi terus berkembang mulai hanya sekedar santunan menjadi wadah TPQ, sarana pembinaan majelis taklim, asrama yatim dan dhuafa dan sekretariat PD Salimah Sukoharjo.

Lebih lanjut Sundari menjelaskan untuk support dana BAYD Ini semua berasal dari donatur baik dari majelis taklim dan juga dukungan dana dari masyarakat.

Sementara itu narasumber berikutnya menampilkan Nur Hamidah yang merupakan ketua departemen dakwah PP Salimah turut memberikan paparan mengenai Kafalah Yatim menurut sudut pandang syariah.

“Kafalah atau jaminan tidak sekedar santunan sesaat, tetapi harusnya lebih kepada memberikan jaminan sehingga yatim tersebut mampu mandiri”, jelas Nur Hamidah.

Pihak yang bertanggung terhadap anak yatim adalah dari garis ayah, selanjutnya adalah kepedulian iman dan sosial seluruh umat.

Namun perlu diantisipasi polemik yang terjadi pada manajemen pengelolaan harta anak yatim, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari jelas Nur Hamidah. (Dwi)