Spirit Idul Fitri untuk Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas

by

Narasumber : ust. Syahroni Mardani.

Kreativitas kuncinya adalah perubahan. Bagaimana kita mau kreatif kalau kita melakukan hal yang sama terus-terusan. Ramadan mengajarkan kita kepada perubahan. Jadwal rutinitas kita berubah.
Ada satu kunci kreativitas yaitu adaptasi. Yang bertahan bukan yang hebat, bukan yang berani, bukan yang pintar. Tapi yang bertahan adalah yang beradaptasi dengan perubahan. Apalagi dengan adanya pandemi kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan.

Ada tiga langkah utama untuk beradaptasi dengan perubahan yaitu :

  1. Menyikapi perubahan.

Musim berganti, angin pun berubah. Beradaptasilah dengan perubahan yang terjadi, seperti pandemi. Ini sebenarnya musibah tapi ini adalah cara Allah untuk mengajarkan kita melakukan perubahan. Kita harus bisa mengambil pelajaran. Keluarlah dari wilayah nyaman kita, agar kita bisa survive.
Banyak pengusaha baru yang muncul saat pandemi.
Jadilah orang yang fleksibel, jangan kaku. Ada yang tetap, ada yang berubah.

Terhadap perkara-perkara yang bisa berubah kenapa kita tidak bisa berubah juga? Yang tetap itu misalnya masalah aqidah. Sementara kebijakan, teknis di lapangan, itu bisa berubah.
Kenapa Islam bisa bertahan? Karena Islam itu fleksibel. Kalau kita terlalu lembek, habislah kita. Tapi kalau kita terlalu kaku, kita akan patah. Dan akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Tidak semua yang diinginkan seseorang itu akan dia dapatkan. Kadang angin bertiup ke arah yang tidak diinginkan oleh kapal. Jangan hanya punya satu rencana. Harus ada rencana A dan ada rencana B.

Seorang mukmin harus siap untuk beradaptasi. Dengan siap mental, siap ilmu, dan siap fisik. Menjadi seorang muslimah jangan baperan.

Kita ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan mudah, tapi terkadang qadarullah Allah menentukan kita harus melalui saat yang sulit untuk menyelesaikannya. Untuk itu kita harus siap menghadapi perubahan yang tiba-tiba. Harus siap memimpin harus siap dipimpin. Siap bertugas di manapun.

  1. Mengantisipasi perubahan.

Ada pepatah Arab, yaitu : berharap yang terbaik, bersiap terhadap yang terburuk. Berapa banyak muslimah yang ditinggal pergi suaminya. Bersiaplah sejak awal. Tidak mungkin kita produktif, tidak mungkin kita kreatif kecuali kita membuat persiapan. Orang Indonesia mengatakan : sedia payung sebelum hujan. Walaupun pagi cerah tapi siapa tahu siang atau sore nanti cuaca berubah. Yakin akan berhasil tapi jangan lupa untuk mempersiapkan usaha atau antisipasi bila terjadi perubahan.

Manusia merencanakan Allah yang menentukan. Tidak semua yang diinginkan manusia didapatnya di dunia.

  1. Menciptakan perubahan.

Buatlah kreativitas dalam membuat sesuatu. Seseorang yang bekerja terlalu lama di suatu tempat, bisa ada dua kemungkinan. Yang terjadi dia akan semakin mahir atau ia akan menjadi bangkai di tempat itu. Rutinitas itu bisa membahayakan.

Berpikirlah kreatif dan inovatif.
Dakwah hari ini adalah dakwah virtual dengan menggunakan media sosial. Lakukanlah hal-hal yang berbeda-beda sebab bagaimana mau kreatif dan inovatif kalau selalu melakukan hal-hal yang sama setiap hari.

Mengapa anak-anak muda enggan diajak ke pengajian?Mengapa kegiatan pengajian kalah ramai dengan konser musik? Hanya karena untuk kebaikan, kita sering mengemas tausyiah/webinar dengan seadanya. Susunan acara hanya terdiri dari pembukaan, tilawah, kata sambutan, tausyiah, tanya jawab dan doa. Selesai.

Coba kemas dengan lebih kreatif lagi, agar orang tertarik untuk hadir. Bisa dengan penampilan nasyid, puisi, pantun, dan sebagainya.

Semoga dengan selesainya Ramadhan dan Idul Fitri, semua pengurus Salimah makin kreatif dalam berproduksi membuat kegiatan.