Tingkatkan Potensi Pengajar BQS, Salimah Rawapanjang Ikuti Pelatihan Tajwid Lanjutan

by

Bogor (14/11) – Pimpinan Ranting Persaudaraan Muslimah (PRa Salimah) Rawapanjang, salah satu PRa Salimah yang ada di PC Salimah Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengikuti pelatihan tajwid tingkat lanjut untuk para pengajar dan anggota Baitul Qur’an Salimah (BQS) yang diselenggarakan Sabtu (12/11/2022).

Acara yang rutin dilaksanakan setiap 3 bulan oleh Departemen Dakwah PC Salimah Bojonggede ini menunjuk BQS Rawapanjang sebagai tuan rumah. Masih mengusung tema yang sama, yaitu Semarak Alqur’an, upgrading Tajwid Next Level bagian ke-4, pertemuan kali ini membahas tentang “Ahkam Nun Sakinah wa Tanwinu” (Hukum nun mati dan tanwin).

Ketua pelaksana acara, Suyati, salah satu pengajar di BQS At Taubah PC Salimah Bojonggede dalam sambutannya mengajak para pengajar BQS untuk terus semangat mencari ilmu.

“Jangan lelah untuk selalu belajar, terutama untuk para pengajar tahsin. Karena tahsin itu sendiri artinya memperbaiki dan menyempurnakan bacaan, oleh karena itu kita harus terus menyempurnakan kualitas bacaan Al Quran, agar ilmu yang kita berikan dapat lebih baik lagi,” ungkap Yati.

Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah PC Salimah Bojonggede, Eti Rusmiati mewakili Ketua PC Salimah Bojonggede yang berhalangan hadir, turut menyampaikan sambutannya.

“BQS adalah ujung tombaknya Departemen Dakwah. Selain ada program-program lain seperti Program Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa (P2AYD), Forsil majelis taklim, Bernas dan dunia islam,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, penting untuk kita semua memperbanyak daurah tahsin seperti ini, tujuannya agar semakin banyak menghasilkan para pengajar BQS,” pungkas Eti.

Menghadirkan Ustaz Achmad Syaefillah sebagai narasumber tetap, pelatihan dimulai pukul 08.30 WIB. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orang anggota BQS ini bertempat di masjid Al Istiqomah RT 01/RW 20, jalan kampung kelapa, Desa Rawapanjang, kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Ustaz Achmad Syaefillah merupakan pengajar tahsin di Forum Halaqah Qur’an (FHQ) Nisa Kreatif Bogor dan trainer Al Qur’an dengan metode BILQIS. Narasumber yang akrab dipanggil Ustaz Fillah ini dikenal dengan metode pembelajaran yang mudah dipahami. Penyampaiannya yang menarik juga membuat para peserta yang sebagian besar ibu-ibu ini dapat menerima materi dengan baik.

“Nun sakinah atau nun mati yaitu nun yang tidak berbaris, bacaannya tergantung huruf yang datang berikutnya,” ungkap Ustaz Fillah menjelaskan.

“Sedangkan nun tanwin atau baris dua merupakan nun sukun tambahan yang terdapat di akhir kata. Tandanya dua dhammah, dua fathah atau dua kasrah,” terangnya lagi.

Dalam pemaparannya, ia menjabarkan bagaimana hukum bacaan nun mati atau nun tanwin tersebut jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah tertentu.

Acara yang juga disiarkan langsung melalui Facebook PRa Salimah Rawapanjang ini pun berakhir pukul 11.30 WIB. Ada doorprize yang diberikan kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.