Salah satu keistimewaan saat pembukaan acara, ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz Firmansyah, seorang tunanetra penghafal Al-Qur’an dari Yayasan IKPAH Indonesia. Lantunan ayat yang dibacakan tartil dan terdengar syahdu.
Safari Dakwah ini menghadirkan Dewi Yull, seorang public figure yang juga akrab jejak rekamnya sebagai artis. Mengusung tema ‘Manajemen Qalbu dalam Menghadapi Tantangan di Era Globalisasi’, pemilik nama lengkap Raden Ayu Dewi Pujiati ini membagikan kisah inspiratifnya.
“Semuanya adalah pinjaman dari Allah. Nama, jabatan, popularitas, kekayaan, pasangan, anak juga. Kapan Allah beri ujian, di sana kita belajar untuk mengambil hikmahnya. Menerima dan bersabar, juga berdoa adalah kewajiban kita kepada Allah. Bukan hak kita yang menentukan nasib kita,” tutur Dewi.
Sebanyak 500 orang lebih jamaah dari segala kalangan sangat antusias mendengarkan kajian kisah inspiratif dari Dewi Yull. Ia yang kini aktif dalam penggalangan donasi untuk pembangunan pesantren penghafal Qur’an para tunanetra di Bangka Belitung (Babel), melalui Yayasan IKPAH Indonesia juga turut menjadi pegiat dakwah, mengajak masyarakat untuk peduli Palestina dan penyaluran bantuan bencana banjir Aceh-Sumatra.
Pada kegiatan safari dakwah, Dewi Yull menggugah banyak jamaah, undangan, bahkan panitia untuk turut serta menyalurkan donasi kepedulian. Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan IKPAH Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Salimah dapat bersinergi dengan pegiat dakwah untuk bersama merangkul masyarakat dalam kebermanfaatan. Dengan berkolaborasi dan dukungan dari para sponsorship acara berjalan dengan kondusif dan lancar.