Pengurus Salimah Jawa Tengah Antusias Ikuti Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan

Semarang (26/4/2026) – Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2, dan Training for Trainer (TFT) Kepalestinaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Ahad (25-26/4) di hotel Khas Semarang.

 

Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan ini diikuti oleh seluruh pengurus PW Salimah Jawa Tengah dan dihadiri oleh Dewan Pengawas Salimah Wilayah (DPSW) Jawa Tengah, Sri Ani Handayani dan Ari Aji Astuti. Narasumber kegiatan tersebut langsung dari Pimpinan Pusat (PP) Salimah, yaitu Reni Anggrayni (Ketua Umum),Sinta Santi (Ketua 1), Yurida Murtiningsih (Bendahara Umum), dan Lufi Fauzia Yunani (Ketua Departemen Lembaga Kelengkapan Salimah), serta Maryam Rachmayani dari Adara.

Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan resmi oleh Kesbangpol yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah. Pembukaan kegiatan Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan dilaksanakan sekaligus dengan kegiatan RAT Kossuma dan Silatkos Nasional, dengan mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”.

Kegiatan Rakornas dan PKPS 2 diawali dengan arahan dari Ketua 1 PP Salimah, Sinta Santi. Ia menyampaikan, Rakornas tahun ini tidak seperti Rakornas pada tahun-tahun sebelumnya. Rakornas tahun ini pengurus PP diturunkan ke wilayah-wilayah di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk menyamakan persepsi agar terdapat kesamaan gerak langkah dari pusat yang diturunkan hingga ke akar rumput. Sinta menyampaikan bahwa keunggulan Salimah ada pada Sumber Daya Manusia pengurus karena terdidik, terbina, dan loyal.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian tata kelola Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS) yang disampaikan oleh Lufi dan dilanjutkan dengan Tata Kelola Organisasi yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni.

Ketua Umum Salimah menyampaikan bahwa prestasi tidak hanya sebatas angka, tetapi menghadirkan peran Allah di setiap ujian hidup. Peran Salimah yang peduli dengan perempuan, anak, dan keluarga sangat penting dalam mengawal generasi penerus menuju generasi yang tangguh, bagaikan akar yang menghujam kuat ke dalam tanah, saat ada angin ribut akar tersebut tidak akan patah.

PKPS 2 adalah lanjutan dari PKPS 1 yang telah dilaksanakan secara online pada (14/2) lalu. Beda dengan PKPS 1, PKPS 2 ini tidak lagi membahas tentang Kesalimahan dan Teamwork, tetapi membahas lebih rinci terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), dan Manajemen Konflik. Materi PKPS 2 ini disampaikan secara bergantian oleh para narasumber dari Pimpinan Pusat.

Dalam mengisi manajemen konflik, Sinta menyampaikan bahwa konflik tidak boleh dihindari dan dibiarkan, tapi harus dikelola dengan baik.

Diharapkan peserta pelatihan dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai organisasi Salimah, memiliki pemahaman kemana akan melangkah sesuai AD/ART dan GBHO Salimah, memberi arah yang jelas untuk organisasi dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan bersama, serta dapat meningkatkan kerjasama tim dan mengelola konflik dengan baik sehingga mampu mengambil suatu keputusan yang berkontribusi positif sehingga dapat memberikan kebaikan pada masyarakat.

Hari pertama Rakornas dan PKPS 2 diakhiri dengan materi kewilayahan yang dipandu Bendahara Umum PP Salimah, Yurida Murtiningsih. Pada sesi ini, peserta diajak berdiskusi terkait dengan pemetaan keunggulan, kelemahan, ide gagasan, dan aksi terkait kondisi di wilayah Jawa Tengah.

Diskusi berlangsung aktif dua arah antara peserta dan para narasumber sehingga membuat peserta antusias mengikuti pelatihan hingga selesai meskipun kegiatan berlangsung hingga malam. Semua materi PKPS 2 yang diberikan sangat berguna untuk peningkatan kapabilitas para Pengurus Salimah di wilayah Jawa Tengah yang akan diturunkan oleh PW hingga akar rumput.

Hari kedua kegiatan diawali dengan penyampaian program kerja Salimah tahun 2026 secara bergantian oleh para narasumber dari Pimpinan Pusat. Sinta menyampaikan bahwa Sekretaris Umum dan Bendahara Umum bertanggung jawab kepada Ketua Umum, sedangkan departemen program yaitu Departemen Ekonomi, Departemen Dakwah, seta Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berada di bawah tanggungjawab Ketua I, dan departemen non program yaitu Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian (JLK), Departemen Humas, dan Departemen Pengembangan Wilayah dan Sumber Daya Manusia (Bangwil) berada di bawah tanggungjawab Ketua II Salimah.

Salimahpreneur merupakan salah satu program unggulan dalam Departemen Ekonomi yang menjadi perhatian utama tahun ini. Diharapkan dapat lahir pengusaha-pengusaha yang memiliki UMKM sehingga dapat tumbuh, besar, dan bermanfaat, jelas Santi.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan rekomendasi PP Salimah kepada PW Salimah Jawa Tengah oleh Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni. Dan diakhiri dengan pesan dan harapan yang disampaikan oleh Sinta Santi yang mengharu biru dirasakan para pengurus PW Jawa Tengah karena terbalut dalam ukhuwah yang indah.

Setelah serangkaian Rakornas dan PKPS 2, PW Salimah Jateng juga menyelenggarakan TFT Kepalestinaan sebagai upaya untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap Palestina. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Direktur Adara Relief Internasional, Maryam Rachmayani.

Maya, begitu sapaannya, menyampaikan bahwa Palestina terbagi menjadi 3 wilayah yaitu Tepi Barat, Kota Al Quds, dan Gaza. Seluruh wilayah Palestina tersebut telah dihancurkan oleh Zionis Israel, tidak ada bangunan yang berdiri kokoh, tidak ada pohon zaitun dan tumbuhan yang subur, tidak ada air yang bersih dan sebagainya. Namun orang Palestina sangat luar biasa. Mereka tetap bahagia. Bahagia mereka ada di sini dan saat ini (_right here, right now_). Anak-anak tetap bermain dengan tertawa di lahan cekung bekas bom. Kekuatan mereka ada pada ilmu, cinta negeri dan cinta Al Qur’an.

Adara Relief International berdiri tahun 2008, merupakan lembaga filantropi yang memiliki fokus utama pada pemberdayaan dan bantuan untuk anak dan perempuan.

TFT ini bertujuan supaya peserta dapat memiliki pemahaman, dapat mengenal Palestina lebih dekat dan diharapkan dapat meneruskan dan mengajak daerah-daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap saudara-saudara di Palestina dengan meningkatkan ilmu, donasi kemanusiaan, memperbanyak doa untuk Palestina.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news