Perempuan dan Ketahanan Keluarga
Penulis : Dwi Ning Wahyuni Budi, PC Salimah Gunung Putri Mendengar kata perempuan, banyak rasa yang akan dirasa. Banyak warna yang akan menyapa. Perempuan dengan segudang aktivitas kesehariannya menjadikan perempuan
Penulis : Dwi Ning Wahyuni Budi, PC Salimah Gunung Putri Mendengar kata perempuan, banyak rasa yang akan dirasa. Banyak warna yang akan menyapa. Perempuan dengan segudang aktivitas kesehariannya menjadikan perempuan
Penulis: Yaya Tazkiyah, PW Salimah DI Yogyakarta Ketahanan keluarga adalah kemampuan keluarga dalam mengelola masalah yang dihadapinya berdasarkan sumberdaya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat sekarang dan yang akan
Penulis: Ruslina, S.Pd, PD Kampar-Riau Kehidupan keluarga ibaratnya sebuah bahtera yang akan mengarungi samudra. Medan yang bergelombang, angin yang sangat kencang tidak mudah untuk dilewati. Di sinilah peran suami dan
Kalau bicara tentang Ketahanan Keluarga saya mengilustrasikan akan sebuah ikatan kasih sayang yang didalamnya ada orang yang berperan sebagai Ayah fungsinya mengurus perbekalan kelangsungan rumah tangganya, ada Ibu yang berperan
Penulis: Rimalia, Ketua PD Salimah Banjarmasin Saya bekerja di bidang perlindungan perempuan dan anak di Dinas PPPA kota Banjarmasin. Salah satu tugas utama saya adalah melakukan pencegahan kekerasan, memberikan perlindungan
Penulis: Ipung MW, PD Salimah Temanggung Bahagia, itulah kata yang didambakan setiap insan. Meski tidak diucapkan secara verbal, aku ingin bahagia. Terlihat dari raut wajah kita, terlihat dari emot wajah
Penulis: Yulia K Rohima, PD Salimah Kota Bandung Barat Harta yang paling berharga, adalah keluarga Istana yang paling indah, adalah keluarga… Beberapa kalimat di atas sungguh menyentuh siapa pun
Penulis: Hari Utami Dewi, PD Sumenep Keluarga adalah fondasi utama dalam sebuah negara, kecil namun berefek besar terhadap peradaban dan kemajuan sebuah negara. Ketahanan Keluarga Sebagai Fondasi Utama Unit terkecil
Penulis: Fitriatunnisa AW, PD Salimah Kota Bima “Astaghfirullah…” Aku tersentak melihat jam. Tujuhpuluh menit berlalu sejak aku berniat membersihkan kamar. Dan bukan sapu yang pertamakali diraih oleh tanganku, melainkan HP