Agenda ini sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan pengurus. Unggul Hidayatiningsih selaku Ketua 2 dan Diana Widyasari selaku Ketua Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian PP Salimah bertugas sebagai pemateri dalam acara ini.
Acara dimulai dengan sambutan dari Retna Hidayah selaku ketua PW Salimah DIY. Ia mengatakan bahwa segenap pengurus PW Salimah DIY perlu menguatkan sisi internal supaya bisa kokoh di sisi eksternal.
“Jika secara internal tidak kokoh, maka akan sulit berkembang dan berdaya guna di sosial kemasyarakatan atau di sisi eksternal,” ujarnya.
Sativa yang mewakili Dewan Penasehat Salimah Wilayah (DPSW) DIY dalam sambutannya mengatakan bahwa ujung tombak perjuangan umat Islam ada di Palestina, khususnya di Gaza.
“Contoh kiprah shahabiyah seperti Khadijah, Khanza, Nusaibah, semua ada di Gaza. Perempuan Palestina adalah perempuan yang tangguh. Semoga menjadi sebuah inspirasi bagi kita,” jelasnya.
“Dakwah berhenti ketika maut menjemput. Mudah-mudahan Allah menjemput kita dalam keadaan terbaik. Saya mewakili teman-teman DPSW mengucapkan selamat dan sukses untuk Rakorwil dan PKPS 2 ini,” imbuhnya.
Sativa menutup sambutanya dengan pantun. “Bunga anggrek berwajah ungu
Tumbuh di tempat yang indah
Rakornas Salimah versi terbaru
Semoga selalu membawa berkah”.
Kemudian Unggul Hidayatiningsih selaku Ketua 2 PP Salimah menyampaikan bahwa segenap pengurus PW Salimah DIY perlu mengokohkan langkah dakwah demi kemaslahatan umat. Tema Soliditas Pengurus Lahirkan Program Berdampak menegaskan bahwa Salimah berperan dalam penguatan peradaban dari keluarga.
“Melalui Rakornas, kita ingin melakukan program yang berdampak ke akar rumput. Program yang seirama dengan masyarakat. Salimah ingin berbenah dan melompat lebih jauh. Organisasi ini tidak hanya kuat di pusat tapi di akar rumput,” terangnya.
“Mari kita jadikan Rakornas ini sebagai sistem yang solid. Kita melangkah bersama dalam satu barisan. Salimah bukan sekadar organisasi, tapi gerakan kebaikan untuk umat dan bangsa,” kata Unggul.
Diana Widyasari sebagai Ketua Departemen Jaringan dan Lembaga PP Salimah menjelaskan tentang manajemen konflik dalam PKPS 2.
“Banyak yang memandang bahwa konflik itu pasti negatif, padahal tidak demikian. Konflik itu ada yang positif. Manajemen konflik berusaha menyelesaikan perselisihan atau konflik yang kemudian bisa memuaskan semua individu, kemudian bisa memberikan manfaat bagi kelompok,” katanya.
Diana menjelaskan bahwa konflik tidak bisa dihindari, tapi tidak boleh dibiarkan. Konflik harus dikelola agar berdampak positif bagi organisasi.
“Berikut pandangan tentang konflik. Pandangan tradisional menyebutkan bahwa semua konflik itu buruk. Negatif. Sedangkan pandangan secara ‘behavior’ konflik itu wajar, bagian dari perilaku manusia,” jelasnya.
Unggul Hidayatiningsih menjelaskan Tata Kelola Organisasi dalam PKPS 2. Dalam organisasi ada etika organisasi. Organisasi massa Salimah tidak bisa dilepaskan dari bagian dakwah.
“Menjalankan dakwah itu dalam keadaan berat maupun ringan. Dakwah itu soal prioritas. Kita yang butuh. Sesibuk-sibuknya orang, tetap tidur kan? Tetap makan kan? Mengapa? Karena itu prioritas. Ketika dakwah dijadikan prioritas, maka akan kita sempatkan,” kata Unggul.
“Kalau Al Quran jadi prioritas maka akan tetap baca Al Quran. Ketika kita memaafkan kesalahan orang, bukan berarti orang itu layak dimaafkan, tapi karena hati kita pingin damai. Hati kita layak damai. Semboyan Ki Hajar Dewantara, ‘ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani’ bagus diterapkan di organisasi. Salimah perlu mencontoh dan menetapkan semboyan dari Ki Hajar Dewantara,” tambahnya.
“Orang yang mau menyuburkan amal adalah orang yang mau berkorban. Tugas kita itu untuk terus meluruskan niat,” tandasnya.
Pada hari kedua Unggul Hidayatiningsih menjelaskan tentang bendahara, pengembangan wilayah, dan membangun citra positif organisasi. Sedangkan Diana Widyasari menjelaskan tentang proker Salimah. Mulai dari humas, jaringan lembaga, pendidikan, kesekretariatan, dan sebagainya.
Diskusi kewilayahan yang dipandu oleh Diana dan Unggul menjadi penutup acara. Pada hari kedua ini peserta Rakornas bertambah dengan ketua PD Salimah se-DIY, yaitu kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul beserta para jajarannya.
Kedua narasumber memberikan penguatan terkait arah kebijakan organisasi, kepemimpinan, serta peran strategis Salimah dalam menjawab tantangan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat sinergi antar departemen di Salimah serta antar PW-PD Salimah, serta mengoptimalkan implementasi program kerja Salimah secara berkelanjutan.