Mengusung tema “Dari Ide Menjadi Brand: Perjalanan Membangun Vanilla Hijab”, acara ini menghadirkan kisah inspiratif yang memadukan semangat bisnis dan kekuatan iman.
Narasumber utama, Atina Maulia selaku Owner Vanilla Hijab, membagikan perjalanan hidupnya yang inspiratif. Saat menempuh pendidikan di jurusan perminyakan ITB, Atina didiagnosis menderita penyakit autoimun rematik. Kondisi tersebut memaksanya berhenti kuliah demi menjalani pengobatan, sekaligus memupus mimpi besarnya sejak kecil untuk berkarier di perusahaan minyak internasional.
Namun dari titik terendah itulah, ia memilih untuk bangkit dan memulai langkah baru di dunia usaha.
“Saya pernah membuang mimpi gaji ratusan juta demi jualan hijab yang untungnya hanya puluhan ribu,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki visi hidup yang tinggi sejak dini.
“Didikan orang tua saya, kita harus jadi orang sukses, jangan yang biasa-biasa saja. Kita hidup lalu mati. Di antara keduanya, kita bisa memilih jadi orang yang bermanfaat atau jadi orang biasa. Kalau bisa jadi yang terbaik, kenapa tidak?”
Selain materi bisnis, peserta juga mendapatkan penguatan ruhiyah dari ibunda Atina yakni Bunda Aisyah yang mengingatkan pentingnya sikap dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Saat diberi ujian oleh Allah, jangan langsung ‘kiamat’ dulu dengan banyak bertanya dan mengeluh. Pasti hikmahnya lebih besar dari ujiannya. Yakin pada Allah, jangan lupa berdoa dan bersedekah,” pesannya.
Atina juga menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari materi, tetapi dari kebermanfaatan. “Jadilah seperti Utsman bin Affan, menjadi pengusaha bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk memberi manfaat bagi umat.”
Dalam perannya sebagai ibu, ia mengingatkan pentingnya keteladanan dalam keluarga. Menurtnya, menjadi ibu itu adalah keteladanan.”
Pesan utama beliau kepada anak-anaknya adalah apa pun kesibukan kita, jangan pernah meninggalkan sholat lima waktu.
Menutup sesi, ia memberikan pesan mendalam tentang hubungan dengan Allah sebagai kunci kemudahan hidup. “Kalau kita dekat dengan Allah, semua urusan akan dimudahkan. Dan saat diuji, iman kita akan tetap kuat.”
Kegiatan yang diikuti oleh para pelaku UMKM dan calon wirausaha ini tidak hanya memberikan ilmu praktis dalam membangun bisnis, tetapi juga memperkuat mental dan spiritual peserta. Selain itu, momen ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, serta membangun support system dalam komunitas yang positif.
Melalui kegiatan ini, Salimah berharap dapat terus melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual dan berdaya guna bagi masyarakat.[SR]