Materi disampaikan oleh Mumun Maemunah yang juga merupakan Ketua Departemen Dakwah PP Salimah. Mumun menekankan bahwa konflik merupakan hal yang wajar terjadi, baik dalam organisasi maupun kehidupan keluarga. Konflik tidak selalu bermakna negatif, melainkan dapat menjadi peluang pembelajaran apabila dikelola dengan baik dan bijak.
Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa konflik umumnya muncul karena adanya perbedaan latar belakang, pengalaman, wawasan, serta cara pandang antarindividu. Bahkan, dalam lingkungan yang diisi oleh orang-orang baik sekalipun, potensi konflik tetap ada. Oleh karena itu, kesabaran menjadi nilai utama dalam menyikapi setiap perbedaan yang muncul.
Pemateri juga mengaitkan manajemen konflik dengan peran kepemimpinan. Kepemimpinan dipahami sebagai kemampuan memengaruhi sekaligus menjadi agen perubahan. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya mengandalkan kekuasaan, tetapi juga mampu membangun pengaruh positif, memastikan keterlibatan seluruh anggota, serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru.
Lebih lanjut, peserta dikenalkan pada tahapan pembentukan tim yang meliputi forming, storming, norming, performing, hingga regenerating. Pada tahap storming, konflik mulai muncul sebagai bagian alami dari proses pembentukan tim. Sementara tahap regenerating menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan organisasi melalui proses kaderisasi.
Materi juga mengulas dua sudut pandang terhadap konflik, yaitu konflik sebagai sesuatu yang harus dihindari dan konflik sebagai bagian penting dalam menjaga dinamika organisasi. Pemateri menegaskan bahwa konflik tidak perlu dihindari, melainkan perlu dikelola secara konstruktif agar menghasilkan solusi yang baik.
Adapun langkah-langkah penyelesaian konflik yang disampaikan meliputi identifikasi masalah secara spesifik, mendengarkan semua pihak secara empatik, melibatkan pihak netral jika diperlukan, serta mengarahkan pembahasan pada solusi yang dapat diterima bersama. Penyelesaian konflik juga ditekankan agar tidak bersifat personal dan tidak mengungkit persoalan di masa lalu.
Melalui materi ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang kuat dalam mengelola konflik secara bijak, sehingga mampu menjaga keharmonisan sekaligus meningkatkan kinerja organisasi. [SAH/IN]