Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan oleh Ketua Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian PP Salimah, Diana Widyasari. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas kali ini Ketua Departemen Ekonomi PP Salimah, Rosdiana, Ketua PW Salimah Sulsel, Aisyah, bersama jajaran pengurus PW Salimah Sulsel dan perwakilan PD se-Sulsel. Selain itu, hadir pula Kepala DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan ormas muslimah BMOIWI, Aisyiyah, dan BKMT.
Ketua PW Salimah Sulsel menyampaikan, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada banyaknya program, tetapi pada kokohnya solidaritas, sinergi, dan kolaborasi antarstruktur. Ketika struktur organisasi saling menguatkan, bergerak dalam satu visi, dan bekerja dengan semangat pelayanan umat, maka program yang dihasilkan akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Di Sulawesi Selatan, arah pembangunan daerah saat ini menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, sehat, produktif, dan berdaya saing. Pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan inklusif yang menghadirkan kesejahteraan hingga ke tingkat keluarga dan komunitas terkecil, peran Salimah menjadi sangat strategis. Program-program pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, pembinaan anak, penguatan ekonomi keluarga, layanan kesehatan, hingga peningkatan literasi masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Kami meyakini bahwa pembangunan tidak akan berhasil tanpa keluarga yang kuat. Dan keluarga yang kuat lahir dari perempuan-perempuan yang berilmu, berdaya, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dalam konteks inilah Salimah hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat,” tutup Aisyah.
Ketua Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian PP Salimah, Diana Widyasari, menyampaikan bawa pertemuan hari ini bukan sekadar pertemuan organisasi.
“Ini adalah pertemuan hati sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab. Ini adalah pertemuan perjuangan. Kita hadir dengan satu tujuan: mengokohkan langkah dakwah, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Salimah hadir membawa konsep keumatan, menghadirkan Islam sebagai Rahmatan lil’alamin, dengan keluarga sebagai pondasi kokohnya bangunan suatu bangsa,” ujarnya.
“Sebagai ormas muslimah, kita memegang peran yang sangat strategis. Salimah hadir bukan hanya sebagai penggerak organisasi, namun berperan sebagai penguat peradaban dari dalam keluarga sebagaimana termaktub dalam mukadimah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga,” lanjut Diana.
“Mari kita ikuti Rakornas ini dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan semangat kebersamaan. Semoga setiap langkah kita menjadi amal shalih, dan setiap ikhtiar kita menjadi jalan turunnya keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala”, tuturnya.
Kegiatan di hari pertama berfokus pada materi ke Salimahan terkait aturan-aturan keorganisasian, Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS) dan dilanjutkan dengan diskusi. Sedangkan hari kedua fokus pada pemetaan potensi wilayah dan kedaerahan.