Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ukhuwah tersebut dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai Pengurus Salimah Kabupaten dan Kota maupun pengurus Wilayah di Provinsi Gorontalo. Sejumlah peserta bahkan telah hadir sejak malam sebelumnya demi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua PW Salimah Provinsi Gorontalo, Yulianti Kadir, menegaskan pentingnya soliditas struktur organisasi sebagai fondasi utama dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan koordinasi antar pengurus menjadi kunci agar setiap program dapat berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
“Organisasi yang kuat bukan hanya banyak program, tetapi bagaimana struktur yang ada mampu menggerakkan, mengawal, dan memastikan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai organisasi perempuan pelopor, Salimah terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia melalui berbagai program dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Yulianti menyampaikan, meski kepengurusan wilayah baru berjalan sekitar tujuh bulan, Salimah Gorontalo telah menghadirkan sejumlah program unggulan seperti Salsa (Sekolah Lansia), Serasi (Sekolah Pranikah), kelompok pembinaan Sekolah Ibu Salimah Terpadu, hingga Baitul Quran Salimah (BQS).
Sementara itu, perwakilan Pengurus Pusat Salimah, Mumun Maemunah, memaparkan perkembangan dan capaian organisasi Salimah secara nasional. Ia menjelaskan bahwa saat ini Salimah telah hadir di 37 provinsi dengan ribuan jaringan program dan komunitas binaan yang aktif di tengah masyarakat.
Beberapa capaian yang dipaparkan antara lain keberadaan 643 kelompok Sister dengan lebih dari 18 ribu anggota, ribuan peserta program Serasi dan Sekolah Lansia, lebih dari 2.000 majelis taklim, serta 1.607 unit Baitul Quran Salimah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain penguatan program dakwah dan sosial, Salimah juga terus mendorong kemandirian organisasi melalui pengembangan unit usaha dan wakaf produktif. Beberapa program yang diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain pengembangan Kosuma (Koperasi Keluarga), Lembaga Wakaf Salimah (LWS), hingga usaha pangan melalui SPC dan Salimah Food.
Kegiatan Rakornas dan PKPS 2 ini terselenggara berkat dukungan kontribusi peserta, iuran pengurus, serta berbagai sponsor seperti Adara, Yakesma, Tilongkabila, Robani, Miss Mode, Rispro, Rumah Karawo, Latifah Cake, Brudel Ummu Azzam, dan sejumlah mitra lainnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pengurus diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu melahirkan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat. Semangat kolaborasi, ukhuwah, dan keikhlasan menjadi pesan utama yang terus digaungkan selama kegiatan berlangsung.
Dengan mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”, Salimah Gorontalo optimistis mampu memperkuat peran organisasi dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga di Provinsi Gorontalo. [SAH/IN]