Salimah Kotim Beri Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar di Pertemuan GOW

Sampit (15/4/2026) – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah Kotawaringin Timur (PD Salimah Kotim) kembali menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan memberikan penyuluhan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan ini dilaksanakan dalam pertemuan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotim yang berlangsung pada Senin (13/4) pukul 15.30 WIB.

 

Urgensi penguasaan teknik bantuan hidup dasar bagi masyarakat awam menjadi sorotan utama. Pasalnya, kasus henti jantung justru paling sering terjadi di luar lingkungan rumah sakit. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan, di mana hanya 10,8 % penderita henti jantung yang mendapatkan pertolongan hidup dasar dengan tepat.

Ketua PD Salimah Kotim, Syahrida, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kehadiran perwakilan organisasi wanita yang tergabung dalam GOW. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal nyata bagi para ibu dalam menjaga keselamatan keluarga.

Dalam sesi materi, dr. Ratna Pratiwi selaku narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan golden time atau waktu emas, yaitu 5 menit pertama setelah kejadian. Penanganan yang cepat dan tepat pada periode ini memberikan hasil pemulihan yang paling baik bagi pasien.

​“Paling tidak dalam pertemuan ini kita dapat memahami 5 rantai kehidupan (chain of survival) dan mampu melaksanakan dua hal utama. Pertama, mengaktifkan bantuan darurat, misalnya dengan mulai menyimpan nomor-nomor penting di ponsel agar siap jika kondisi darurat terjadi. Kedua, kita mampu memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan benar,” jelas dr. Ratna di hadapan para peserta.

Melalui edukasi ini, Salimah Kotim ingin mengubah stigma bahwa bantuan medis hanya milik tenaga profesional, melainkan sebuah keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap individu untuk menolong sesama. Penyuluhan yang diikuti oleh audiens yang lebih banyak dan beragam ini diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi mengenai teknik keselamatan jiwa.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news