Bertempat di Aula PKPRI Kudus dan dihadiri sekitar 50 pengurus Salimah, kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana teduh dan penuh keberkahan sebagai pembuka rangkaian acara pelantikan.
Ketua PD Salimah Kabupaten Kudus, Aeda Ernawati, menegaskan pentingnya penguatan struktur organisasi Salimah hingga tingkat ranting, dengan target jumlah ranting yang sama dengan jumlah PC.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus yang baru dilantik, khususnya lima ranting baru, yaitu Ranting Jati Kulon, Ranting Gribig, Ranting Bakalan Krapyak, Ranting Bulungcangkring, dan Ranting Dersalam.
“Selamat bergabung dalam keluarga besar Ormas Salimah Kudus. Sebagian calon pengurus sebenarnya telah lama berinteraksi dengan Salimah, namun melalui pelantikan ini seluruh pengurus secara resmi mengemban amanah organisasi untuk mewujudkan visi Salimah,” ujarnya.
Aeda juga berpesan agar para pengurus berkomitmen menghidupkan cabang dan ranting melalui penyelenggaraan kelas-kelas pembinaan sebagai sarana komunikasi, penyusunan program pembinaan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tarhib Ramadhan 1447 H yang disampaikan oleh Dewan Pengawas Salimah Daerah (DPSD) Kudus, Ustadzah Hj. Elich Kusumawati, mengangkat tema “Ramadhan Produktif, Maksimalkan Ibadah, Waspadai Pencuri Pahala.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan ruhiyah bagi para pengurus Salimah dan keluarga agar memasuki bulan suci dengan bekal ilmu, semangat ibadah, dan kebersamaan.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Elich menyampaikan bahwa menyambut bulan mulia membutuhkan kesungguhan dan kesiapan hati. Setiap muslimah hendaknya mengerahkan ikhtiar terbaik untuk meraih keberhasilan ibadah, meskipun di tengah kesibukan, tanggung jawab keluarga, punya anak kecil maupun aktivitas yang padat.
Ia memaparkan tiga kiat menjalani Ramadhan secara produktif. Pertama, meluruskan niat berpuasa dan beribadah semata untuk meraih ridho Allah, bukan karena alasan duniawi seperti diet atau irit. Kedua, memaksimalkan ibadah dengan perencanaan yang baik, termasuk fokus pada ibadah unggulan, mengatur waktu dengan baik, dan optimalisasi sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ketiga, mewaspadai hal-hal yang dapat mengurangi pahala, serta melakukan evaluasi ibadah secara berkala.
Ustadzah Elich juga menekankan pentingnya menetapkan target ibadah Ramadhan, seperti khatam Al-Qur’an, membaca buku, mengamalkan surat pilihan, dan memperbanyak sedekah, serta mencari teman atau pasangan ibadah sebagai penguat komitmen.
Dalam sesi interaktif, Sri Nurjani, pengurus PC Salimah Jati yang baru dilantik, menyampaikan target pribadinya, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’an minimal tiga kali selama Ramadhan.
Kegiatan ditutup dengan harapan dan doa agar Allah memudahkan setiap langkah dalam beramal sholih, meneguhkan keikhlasan, serta mengantarkan seluruh pengurus Salimah Kudus dan keluarga meraih ridho-Nya dalam menjalani bulan Ramadhan. [Tyas]