Ada 75 ormas yang diundang pada kesempatan tersebut. Pertemuan yang rutin diadakan oleh Menteri Agama ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dan juga menjadi
ruang untuk merawat ukhuwah, dengar pendapat serta merajut langkah dalam mengurus umat bersama ormas- ormas Islam yang ada di pimpinan pusat
Menteri Agama menyampaikan rasa syukur kepada Allah meskipun geopolitik begitu mencekam di luar sana, Indonesia belum mengambil sikap sebagaimana beberapa negara lain. Indonesia masih relatif aman, belum ada kebijakan terkait effisiensi.
Nazaruddin menganjurkan kepada imam dan pengurus masjid agar momen Ramadan ini digunakan untuk melakukan sholat hajat, memohon kepada Allah agar Iran dan Palestina mendapat kemenangan dan umat Islam tidak terpecah belah menjadi bulan- bulanan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia memaparkan tentang sejarah kemenangan umat Islam seringkali diraih saat momen Ramadan seperti kemenangan Badar, Fathu Mekkah, penaklukan Spanyol, kemerdekaan Indonesia, dan diresmikannya Masjid Al Azhar.
“Iran itu adalah kota Wali, ada empat peperangan besar yang dimenangkan dengan mudah oleh kaum muslimin karena Allah yang memberikan kemenangan tersebut. Oleh karena itu, tetap jaga persatuan, jangan saling melemahkan, saling mengkritik dan saling menghasut agar Allah rida memberikan kebaikan untuk umat Islam,” paparnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh
DR Quraisy Sihab yang memberikan tausiyah tentang ekologi alam dalam syari’at Islam.
Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, menganggap penting pertemuan rutin Menteri Agama yang mengundang semua ormas Islam, khususnya ormas perempuan ini.
“Perempuan adalah tonggak kuatnya negara, apalagi terkait dengan berbagai macam issue yang ada, maka ormas perempuan berperan penting untuk memberikan informasi yang benar,” ujar Reni.
Reni berharap Menteri Agama selalu membuka ruang diskusi dan dengar pendapat secara rutin seperti ini agar segala permasalahan umat, khususnya keluarga, bisa tertangani dengan baik.