Ketua PD Salimah Kabupaten Tulungagung, Nuraida Wisudani, menyampaikan bahwa program Sabil@ awalnya diinisiasi secara daring pada masa pandemi Covid-19 sebagai upaya menjaga semangat dakwah dan berbagi ilmu di tengah keterbatasan.
“Alhamdulillah, Sabil@ yang dulu kita mulai secara online saat masa Covid, kini kita hadirkan juga secara offline. Insya Allah ke depan akan rutin dilaksanakan dua bulan sekali sebagai bentuk dakwah dan kontribusi positif Salimah kepada masyarakat,” ujar Nuraida.
Kajian menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling menguatkan antara kesiapan ruhiyah dan kesehatan fisik. Ustadz Drs. Solikin Muslim dalam materinya “Persiapan Menyambut Ramadhan – Tinjauan Syar’i” mengajak peserta mentadabburi Surah Nuh sebagai bagian dari penguatan iman dalam menyambut Ramadhan. Tentang Nabi Nuh AS berdakwah dengan penuh kesabaran, ketekunan, dan strategi yang beragam, serta menekankan pentingnya memperbanyak istighfar dan menjaga konsistensi dalam kebaikan.
“Dalam Surah Nuh kita belajar tentang kesabaran dalam berdakwah dan pentingnya istighfar sebagai jalan turunnya ampunan dan keberkahan. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” tutur Ustadz Solikin.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Fitranti S. Laitupa, Sp.JP (K) dengan tema “Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh Saat Puasa.” Ia menjelaskan, puasa memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan apabila dijalankan dengan benar. Di antaranya membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, meningkatkan pembakaran lemak, menyehatkan sistem pencernaan, meningkatkan fungsi otak, danmendukung sistem kekebalan tubuh.
“Puasa yang dijalankan dengan pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan saat berbuka akan memberikan manfaat kesehatan yang optimal,” jelas Fitranti.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini juga menambahkan dampak berhenti merokok. Dalam jangka panjang, berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, hingga kanker paru-paru secara signifikan.
Suasana kajian berlangsung interaktif dengan banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait kesiapan spiritual maupun kesehatan selama berpuasa. Antusiasme tersebut mendapat apresiasi dari panitia melalui pemberian reward kepada para penanya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, panitia juga menyediakan layanan gratis berupa cek gula darah bagi 60 peserta pertama, cek tekanan darah, serta konsultasi kesehatan.