
Sesal ( Sebuah Cerpen special hari Ibu)
“ Fid, jadi kita jalan sore ini?” temanku Nena “ Ga bisa aku Na, kamu tahukan umiku itu segimananya sama aku…” Aku menggantung kata-kataku, teringat perkataan umi setiap akan

“ Fid, jadi kita jalan sore ini?” temanku Nena “ Ga bisa aku Na, kamu tahukan umiku itu segimananya sama aku…” Aku menggantung kata-kataku, teringat perkataan umi setiap akan

Bagian 2 Hari kemarin itu membuat ku tahu arti persahabatan dan kebaikan yang terbalas. Terimaksih ya Allah, Engkau telah menemukanku dengan orang-orang yang baik. Jadikanlah aku orang-orang baik yang memiliki

Hari kemarin itu membuat ku tahu arti persahabatan dan kebaikan yang terbalas. Terimaksih ya Allah, Engkau telah menemukanku dengan orang-orang yang baik. Jadikanlah aku orang-orang baik yang memiliki kepekaan rasa

“Ngumpul di kampus jam segini, ah gue masih ngatuk. Oke gue kesana dah….” Ya ampun si Reza ini, pagi –pagi dah bangunin gue. Mau apa coba, dasar tuh anak. Apa

“ Fid, jadi kita jalan sore ini?” temanku Nena “ Ga bisa aku Na, kamu tahukan umiku itu segimananya sama aku…” Aku menggantung kata-kataku,

Bagian 2 Hari kemarin itu membuat ku tahu arti persahabatan dan kebaikan yang terbalas. Terimaksih ya Allah, Engkau telah menemukanku dengan orang-orang yang baik. Jadikanlah

Hari kemarin itu membuat ku tahu arti persahabatan dan kebaikan yang terbalas. Terimaksih ya Allah, Engkau telah menemukanku dengan orang-orang yang baik. Jadikanlah aku orang-orang

“Ngumpul di kampus jam segini, ah gue masih ngatuk. Oke gue kesana dah….” Ya ampun si Reza ini, pagi –pagi dah bangunin gue. Mau apa