Category Archives: Anak & Keluarga

Mendidik Anak Sesuai dengan Usia. Ada Apa dengan Masa Anak-anak?

tahap-tumbuh-anakObsesi pada Masa Depan Anak
Seorang ibu bertanya, apakali ía perlu mendaftarkan anaknya yang berusia 3 tahun untuk ikut kursus membaca karena khawatir anaknya tidak diterima di Sekolali Dasar unggulan yang mensyaratkan calon siswa kelas I harus sudah dapat membaca.
Ibu lain juga bertanya, apakah sikapnya tepat membacakan artikel kedokteran dari mulai mengandung sampai janinnya lahir agar anaknya menjadi dokter.
Ada lagi ibu yang sudah mendaftarkan anaknya untuk mengikuti bimbel di saat anaknya masi duduk di kelas dua. Continue reading

Dedicated to my children, I’m not a perfect mom. But let me try to be a good mom… Love u dear…

image

Jangan pernah menyesal ya nak,.. mempunyai seorang ibu seperti bunda …

Bunda yang miskin ilmu… Tapi berharap kelak engkau tumbuh menjadi orang yang berilmu …

Bunda yang tidak hafal Al-Quran, tapi berharap kelak engkau menjadi satu diantara deretan barisan penghafal Al-Qur ’an..

Bunda yang masih sering lalai, tapi berharap engkau tumbuh menjadi barisan terdepan penegak kebajikan..

Bunda yang terkadang masih egois, tapi berharap engkau tumbuh penuh empati..

Bunda yang terkadang masih bermalasan, tapi berharap engkau tumbuh menjadi anak yg rajin menebar kebajikan di bumi Allah..

Ah, betapa tangan kecilmu begitu ampuh mengingatkan Bunda..

Ada setumpuk PR yang harus bunda benahi dalam diri bunda..

Karena Bunda takut, kamu malu punya ibu seperti bunda….

Yang tidak setegar khadijah binti khuwailid, secerdas fatimah azzahrah, sedermawan saudah binti zam ’ah, penuh cinta seperti ‘aisyah binti abu bakar, serajin hafshah binti umar, sedermawan zainab binti khuzaimah, sesabar ummu salamah, selembut shafiyyah binti huyay..

Begitu banyak PR bunda, nak..

Semoga engkau mau memaklumi kekurangan bunda..

Semoga kelak engkau tumbuh lebih baik dari bunda..

Beri kesempatan bunda untuk mengerjakan PR bunda, nak …

Agar kelak engkau tidak menyesal, mempunyai ibu seperti bunda …

Agar kelak kita sama sama bermuara di pintu surgaNya…

(Dedicated to my children, I’m not a perfect mom. But let me try to be a good mom… Love u dear…)

Dari Rumah Segalanya Bermula

image

Kekuatan itu berasal dari Rumah. Baitii jannatii.. “Rumahku, adalah Surgaku” Kata Baginda Rasulullah SAW. “Ketika kita tidak sukses dalam rumah kita, kita tidak akan pernah bangga dengan apapun yang kita capai di luar rumah kita”.

Dari banyak kasus yang saya tangani, meskipun orang-orang mengalami kesuksesan yang luar biasa di luar, namun mereka masih mengalami kehampaan dan keterasingan, karena ia tidak merasakan sukses itu di rumahnya.

Ada seorang  bintang yang sukses di seleksi penyanyi favorit Indonesia, ketika diwawancarai oleh wartawan infotainment Ia dengan sedih berujar, “Mungkin saja, saya dielu-elukan sukses di luar. Tetapi, ada satu hal yang sebenarnya mengganjal dan membuat saya tidak merasa sukses-sukses amat, karena saya merasa kesuksesan saya tidak pernah diakui di rumah saya. Orang tua saya sebenarnya memandang sebelah mata hobi menyanyi saya ini”.

Hal yang sebaliknya terjadi, seorang artis yang berasal dari keluarga yang religius, mengatakan, “Ketika semua orang di dunia mencelaku, saya tahu tempat dimana saya akan selalu didukung yakni keluargaku”.

Di sinilah, rumah menjadi asal muasal segalanya, kehancuran juga kesuksesan. Lantas, bagaimanakah di tengah kesibukan dan aktivitas kita, apakah itu berdakwah atau berbisnis, bisakah kita menjadikan rumah sebagai pusat kekuatan buat kita? Pusat dukungan, sekaligus pusat perhatian kita? Kita punya program, yaitu Family mainstreaming. Peng-arus utamaan keluarga. Semoga bukan sekedar program diatas kertas ya!

Tentunya kita ingat dengan prinsip menjadikan rumah kita sebagai HOME, yakni: -Help -Open -Motivate -Equally Apakah artinya?

Pertama, rumah kita harus selalu menjadi pusat pertolongan, dukungan, bantuan. Artinya, tatkala ada masalah, sebaiknya semua orang di rumah berpikir bagaimana solusinya?bukan malah nafsi-nafsi.. , jika seperti itu yang terjadi, maka hati-hatilah!

Dalam konteks inilah saya memahami sabda Rasulullah SAW: Khoirukum, khoirukum li ahlihi, wa ana khoirukum li ahlii. Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik untuk keluarganya. Dan saya (Rosulullah) adalah orang yang terbaik kepada keluargaku. Ada rona kebanggaan, ketika bisa berbuat baik untuk keluarganya.

Saya jadi teringat, curhat seorang sahabat tentang suaminya. Sahabat ini berkata kepada suaminya: “Mas, kamu itu orang yang baik sekali kepada semua orang KECUALI kepadaku”. Ups.. Koq bisa ya!

Berikutnya, dirumah kita hendaklah terbuka untuk membicarakan apapun tanpa harus khawatir akan dihakimi, disalah-salahkan, ‘dijudge’. Ada banyak keluarga yang sangat tertutup untuk bicara sehingga anaknya tidak bisa mengeskpresikan dirinya. Mau mengemukakan pendapat saja takut.

Ketiga, rumah harusnya merupakan sebuah wadah untuk bisa saling mendukung dan memotivasi. Jika tidak, dari mana lagi, seorang anak dan juga anggota keluarga lainnya mendapatkan support dan dukungan? kalimat bagus dari artis tadi, yang kehidupan keluarganya sangat religius dan harmonis, patut kita garis bawahi..tatkala ia berucap, “Ketika semua orang di dunia mencelaku, saya tahu tempat dimana saya akan selalu didukung yakni di keluargaku”. Betapa menyenangkannya kalau rumah bisa menjadi pusat motivasi buat kita.

Dan akhirnya, di rumah semua orang diperlakukan secara adil (equal), tidak dibeda-bedakan.  Seperti itulah seharusnya sebuah rumah yang menjadi kekuatan dan sumber kesuksesan buat kita. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut diatas, dengan bahasa yang sederhana rumah memiliki fungsi sebagai berikut: -Sebagai Masjid -sebagai Sekolah/Madrasah -Sebagai RS -Sebagai TC Dari sinilah, segalanya bermula..

Our success and failure, starts from home!

Pendidikan Keteladanan Bermula Dari keluarga

Keluarga sakinah mawaddah warahmah adalah dambaan semua keluarga. Keluarga yang di dalamnya ada figur keteladanan dari ayah dan ibu.  Mampu Memimpin keluarga kecil bahagia sejahtera dengan penuh kasih sayang, karena didalamnya telah ditanamkan pendidikan keteladanan.

Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya.
Continue reading

Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Di Dunia

image

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?

Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Continue reading

Bolehkah Anak Mandi Hujan?

Anak Boleh Mandi Hujan, Asal Ketahanan Tubuh Baik . Anak-anak yang senang main hujan atau di tempat becek, menurut ilmu medis atau kesehatan, boleh saja, asal anak tersebut memiliki ketahanan tubuh yang baik sehingga tidak gampang terserang penyakit.

Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa anak tersebut tidak pada  kondisi sakit, harus memiliki gizi yang cukup, dan minum air yang banyak. Kecuali pada kondisi hujan panas yang dapat menimbulkan uapan, sehingga dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, akibatnya bisa sakit.  Continue reading

Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Musim Hujan

Menjaga kesehatan anak saat musim hujan menjadi hal yang perlu diperhatikan.Apalagi jika ternyata anak kita rentan penyakit.Banyaknya penyakit “musim hujan” seperti demam,flu dan pilek yang gampang menular membutuhkan penangkal berupa daya tahan tubuh yang OK.
Jadi bagaimana kita harus menjaga kesehatan anak kita? Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.Berikut ulasannya.
1.Perhatikan pakaian anak. Continue reading

Kejahatan Seks Online Ancam Anak Kesepian

Anak-anak yang kesepian sulit berhubungan sosial. Sehingga mereka memilih dunia maya untuk bergaul. Orang tua harus lebih peka terhadap perilaku anak seperti ini. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi tindak kejahatan seksual secara online yang mengancam keselamatan anak-anak di bawah umur.
“Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung. Biasanya anak-anak yang lebih banyak terjerumus itu justru yang kesepian. Mereka juga tidak terlalu banyak punya teman, karena biasanya punya kesulitan dalam berhubungan sosial,” ujar Psikolog Wulan Ayu Ramadhani, di Jakarta, Sabtu (3/11). Continue reading