Ketua PP Salimah, Reny Anggrayni, menegaskan bahwa Salimah memandang penanganan bencana tidak hanya sebagai respon darurat, tetapi sebagai ikhtiar kemanusiaan yang berkelanjutan, khususnya dalam melindungi perempuan, anak, dan keluarga sebagai kelompok yang paling rentan.
Rani menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi antarwilayah agar distribusi bantuan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, termasuk kebutuhan pangan, sandang yang layak bagi perempuan, penerangan, serta dukungan psikososial bagi keluarga terdampak. Ia juga mengapresiasi ketangguhan pengurus Salimah daerah yang tetap bergerak membantu masyarakat meskipun turut terdampak bencana.
Pada kesempatan tersebut, PW dan PD Salimah Sumatera Utara menyampaikan laporan kondisi dan penyaluran bantuan di sejumlah wilayah terdampak banjir, antara lain:
1. Sibolga
Bantuan Salimah telah disalurkan ke empat kecamatan. Wilayah ini mulai memasuki tahap pembenahan pascabanjir.
2. Tapanuli Selatan
Bantuan telah diterima dan disalurkan. Kondisi masih diwarnai hujan dan banjir dengan banyak warga bertahan di pengungsian dan memasuki fase pemulihan awal.
3. Tapanuli Tengah
Curah hujan masih tinggi dan kondisi belum sepenuhnya membaik. Banjir susulan terjadi di beberapa kecamatan seperti Tukka, Badiri, dan Sorkam. Pada 2 Januari 2026, air kembali naik di Kecamatan Tukka dan berpotensi terus meningkat.
4. Deli Serdang
Kondisi pengungsi sangat memprihatinkan. Keterbatasan makanan, minimnya pakaian layak bagi perempuan, ketiadaan penerangan, serta kelangkaan BBM menjadi tantangan utama. Sejumlah pengurus Salimah setempat turut terdampak, namun tetap berperan aktif dalam penyaluran bantuan.
5. Langkat
Banyak pengurus dan anggota Salimah terdampak banjir. Bantuan terus berdatangan, termasuk dari Salimah. Di Tanjungpura, air kembali naik dan masuk ke rumah-rumah warga.
6. Medan
Sejumlah rumah anggota Salimah terdampak banjir hingga mencapai atap. Dalam pertemuan ini juga disampaikan PW Sumatera Utara memberikan bantuan kepada PW Banda Aceh untuk pengadaan 100 paket perlengkapan dapur bagi korban banjir di Aceh Tamiang.
Menutup arahannya, Reni mengajak seluruh jajaran dan masyarakat luas untuk terus memperkuat nilai kepedulian, gotong royong, dan keberpihakan pada kemanusiaan, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, bermartabat, dan berkelanjutan.