PKPS I Salimah Gorontalo Bahas Pentingnya Teamwork dalam Organisasi

Gorontalo (26/4/2026) – Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS I) yang dilaksanakan oleh PW Salimah Gorontalo secara daring kembali menghadirkan sesi kedua dengan materi bertema Teamwork. Materi ini disampaikan oleh Mulhimmah Kau yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Ekonomi.

 

Dalam pemaparannya, Mulhimmah menekankan bahwa kerja sama dalam organisasi bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga merupakan bagian dari perintah syar’i. Ia mengawali dengan mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an sebagai landasan pentingnya persatuan dan kolaborasi, di antaranya Surah Ali Imran ayat 103 tentang larangan berpecah belah, Surah Al-Maidah ayat 2 mengenai anjuran tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, serta Surah As-Saff ayat 4 yang menggambarkan keutamaan bekerja dalam barisan yang rapi dan kokoh.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam organisasi Salimah merupakan bagian dari “lingkungan kebaikan” yang mempertemukan individu dengan visi yang sama. Oleh sebab itu, kekompakan dan kebersamaan dalam tim menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan organisasi.

Secara konseptual, teamwork diibaratkan sebagai “bahan bakar” yang memungkinkan orang-orang biasa mencapai hasil yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara individu, melainkan melalui kolaborasi yang solid dan terarah.

Dalam sesi tersebut, Mulhimmah juga menguraikan tahapan pembentukan tim, yakni forming (saling mengenal), storming
(munculnya konflik), norming
(pembentukan kesepahaman), performing (tahap produktif), dan regenerating (keberlanjutan dan kaderisasi). Ia menegaskan bahwa konflik dalam tim adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses menuju kekompakan, selama setiap anggota tetap berkontribusi dan menjaga niat untuk memberi.

Selain itu, ia mengingatkan berbagai tantangan dalam teamwork, seperti egoisme, keinginan menonjolkan diri, kurangnya rasa percaya diri, sulit menerima perbedaan, hingga prasangka buruk antaranggota. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sikap saling menghargai, keterbukaan, keikhlasan, serta pembagian tugas yang jelas agar tim dapat berjalan efektif.

Menutup materinya, Mulhimmah menegaskan bahwa kerja tim yang terorganisir akan jauh lebih kuat dibandingkan upaya individu. Ia mengingatkan bahwa “kebaikan yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir,” sehingga setiap pengurus perlu aktif menjalankan perannya dalam struktur organisasi.

Melalui sesi ini, para peserta diharapkan mampu membangun teamwork yang kokoh, saling mendukung dalam kebaikan, serta menjadikan organisasi sebagai sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news