Ketua Dept Humas PD Salimah Sintang
Perempuan dalam Islam bukan sekadar sosok yang hidup di balik lembutnya perasaan. Ia adalah hati yang diciptakan dengan kasih, dijaga dengan kemuliaan, dan dimuliakan dengan kehormatan. Islam tidak pernah menganggap perasaan perempuan sebagai kelemahan, justru di sanalah letak kelembutan yang mampu menenangkan dunia.
Perasaan perempuan begitu dalam. Ia mampu menyimpan luka tanpa banyak bicara, mampu tersenyum di tengah kecewa, dan tetap bertahan meski hatinya lelah. Namun Islam hadir bukan untuk membiarkan perempuan tenggelam dalam kesedihan. Islam mengajarkan bahwa setiap air mata yang jatuh karena sabar akan bernilai ibadah di sisi Allah.
Allah SWT berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Dalam Islam, perempuan boleh merasa sedih, kecewa, bahkan menangis. Sebab perempuan juga manusia yang memiliki hati. Tetapi Islam mengajarkan agar perasaan tidak menguasai iman. Saat hati terluka, Allah menjadi tempat kembali. Saat kecewa pada manusia, Allah mengingatkan bahwa hanya kepada-Nya hati bergantung sepenuhnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999)
Perempuan yang menjaga perasaannya karena Allah adalah perempuan yang kuat. Ia tidak mengumbar luka kepada semua orang, tidak menjadikan emosi sebagai alasan menyakiti, dan tidak membiarkan cintanya menjauhkan diri dari Rabb-nya. Ia belajar bahwa ketenangan bukan berasal dari manusia, melainkan dari hati yang dekat dengan Allah.
Betapa indah perempuan yang hatinya dipenuhi iman. Saat dicintai ia bersyukur, saat disakiti ia bersabar, dan saat diuji ia tetap percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hambanya. Karena perempuan dalam Islam bukan hanya tentang kecantikan wajah, tetapi tentang kemuliaan hati dan kelembutan akhlak.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Maka wahai perempuan, jagalah hatimu. Sebab hati yang dekat dengan Allah akan selalu menemukan jalan pulang, meski dunia berkali-kali membuatnya jatuh.