Salimah Pandeglang Gelar Gebyar Muharam

Serang (27/6/2026) – Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kab. Pandeglang bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Salimah Mandalawangi Pandeglang sukses menyelenggarakan Gebyar Muharram 1448 Hijriah pada Jum’at (26/6) di Masjid Alkausar Ponpes Modern Daar El Falah Mandalawangi Pandeglang. Mengangkat tema “Hijrah untuk Negeri: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera”, acara ini menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

 

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dihadiri oleh pengurus PD, Dewan Pengawas Salimah Daerah (DPSD) Pandeglang, PC Mandalawangi, pengurus ponpes modern Daar El Falah Mandalawangi, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu majelis taklim di lingkungan setempat.

Ketua pelaksana kegiatan, Junaeni, mengatakan bahwa kegiatan yang merupakan program dari Departemen Dakwah ini dilaksanakan tiap tahun secara bergilir bekerjasama dengan PC Salimah yang ada di Kab. Pandeglang. Tujuannya agar masyarakat merasakan kontribusi dan manfaat dari program salimah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur kajian dan santunan anak yatim pada acara ini.

Ketua PD Salimah Kab. Pandeglang, Herni, menyampaikan bahwa tema yang diangkat menjadi pengingat pentingnya hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, dan keluarga yang sejahtera merupakan fondasi bagi lahirnya generasi unggul dan kemajuan bangsa. Ia juga mengenalkan ormas Salimah dan program program unggulannya lebih dalam lagi kepada peserta yang hadir.

Sementara itu, Ketua DPSD, Enas Nasriyah, menyatakan bahwa perempuan harus terus meningkatkan wawasan keilmuan, punya aturan membatasi gadget di keluarga, kreatif dan berdaya, dengan cara mengikuti program-program unggulan yang ada di Salimah.

Selanjutnya, kajian Muharram disampaikan oleh Ustdz Mohammad Syukron. Ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai hijrah sebagai perubahan menuju kebaikan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai sekolah (madrasah) pertama dan utama bagi anak-anaknya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kebaikan di tengah keluarga dan masyarakat.

“Perempuan harus berdaya. Indikator perempuan berdaya adalah memiliki daya juang tinggi dengan menjadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup atau kompas dalam arah hidupnya,” jelasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kebahagiaan terhadap sesama, dilaksanakan pula santunan anak yatim. Sebanyak 20 anak berusia 3 hingga 11 tahun yang berasal dari Kec. Mandalawangi dan 12 anak di sekitar daerah Pandeglang menerima santunan.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news